← Beranda
BPJS Kesehatan Siap Naik Level! Komdigi Dorong AI untuk Layanan Super Cepat
Nanda PrayogaKamis, 2 April 2026 | 22.27 WIB
Komdigi menjalin kolaborasi strategis dengan BPJS Kesehatan dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) guna meningkatkan kualitas layanan publik berbasis data. (Istimewa)

JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan komitmen pemerintah untuk menjalin kolaborasi strategis dengan BPJS Kesehatan dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) guna meningkatkan kualitas layanan publik berbasis data.

Ia menilai, pengelolaan data dalam jumlah besar seperti yang dimiliki BPJS Kesehatan sudah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional.

“Pengelolaan data dalam skala besar tidak bisa lagi manual. Datanya besar dan bergerak cepat. AI menjadi kebutuhan agar layanan publik bisa lebih cepat dan tepat,” ujarnya saat menerima Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (1/4).

Baca Juga: Jangan Sampai Celaka! 8 Bagian Mobil yang Diam-Diam Kerja Keras Saat Musim Hujan

Nezar juga mengungkapkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital telah menyiapkan fondasi pengembangan talenta digital melalui program AI Talent Factory yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri dan institusi publik.

“Kami sudah punya AI Talent Factory. Kami siapkan talenta dari kampus kampus terbaik, kami latih dengan use case nyata, dan didampingi mentor dari industri global,” tuturnya.

Program ini melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia, serta mendapat dukungan dari perusahaan teknologi global dan institusi pendidikan internasional.

“Kami kerja sama dengan Google, Apple, Amazon, juga MIT dan Oxford. Jadi talenta yang dihasilkan siap masuk ke kebutuhan riil di lapangan,” jelas Wamen Nezar Patria.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara Komdigi dan BPJS Kesehatan bisa segera diwujudkan dengan menggabungkan kekuatan masing-masing pihak, mulai dari data, kebutuhan penggunaan (use case), hingga talenta yang sudah tersedia.

“Kalau BPJS Kesehatan punya use case dan data, kami punya talenta dan ekosistem. Ini bisa langsung kita kerjakan bersama. Tujuannya jelas, layanan ke masyarakat harus lebih cepat, lebih akurat,” tegasnya.

Sementara itu, Setiaji mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai mengembangkan sejumlah penerapan AI, meskipun masih menghadapi keterbatasan dalam kapasitas pengembangan.

“Kami sudah mulai bangun chatbot, analisis klaim, dan smart analytics. Tapi memang masih ada gap, terutama dalam pengembangan model dan pemanfaatan data,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa sistem yang ada saat ini belum sepenuhnya mampu memahami kebutuhan pengguna secara komprehensif.

“Chatbot kami masih sebatas pengganti FAQ. Untuk klaim juga belum bisa membaca banyak variabel. Ini yang ingin kami tingkatkan agar layanan bisa lebih cepat dan akurat,” jelas Setiaji.

Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap layanan BPJS Kesehatan ke depan menjadi lebih responsif, proses klaim berjalan lebih cepat, serta pemanfaatan data kesehatan dapat dioptimalkan untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti.

Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas internal melalui transfer pengetahuan sekaligus penguatan talenta di dalam organisasi.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah