← Beranda
Gempa M 6,4 Sulut: Plafon Gereja BHKY Rumengkor Runtuh Jelang Misa Kamis Putih
Tazkia Royyan HikmatiarKamis, 2 April 2026 | 18.05 WIB
Kondisi Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor Pasca Gempa Bumi, Kamis (03/04) (dok. Istimewa)

 

JawaPos.com - Guncangan gempa bermagnitudo (M) 6,4 yang melanda wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (2/4) pagi menyisakan kerusakan di Kabupaten Minahasa. Salah satu bangunan yang terdampak cukup serius adalah Gereja Bunda Hati Kudus Yesus (BHKY) Rumengkor.

Plafon di dalam gereja tersebut dilaporkan runtuh akibat guncangan hebat yang terjadi sekitar pukul 06.48 WITA. Beruntung, saat kejadian bangunan dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Plafon Runtuh Jelang Misa Kamis Putih

Kerusakan ini terjadi di waktu yang krusial. Pasalnya, umat Katolik di Rumengkor tengah bersiap menjalankan rangkaian Pekan Suci, yakni Misa Kamis Putih yang dijadwalkan berlangsung malam ini pukul 20.00 WITA.

Beberapa bagian plafon jatuh berserakan di area dalam gereja. Melihat kondisi tersebut, pengurus gereja bersama umat langsung bergerak cepat melakukan pengecekan struktur bangunan secara menyeluruh. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan lokasi sebelum ibadat dimulai.

Pusat Gempa Berada di Laut

Berdasarkan data yang dihimpun, gempa berkekuatan M 6,4 ini berpusat di laut, sekitar 160 kilometer dari Kota Manado. Meski jaraknya cukup jauh, getaran terasa sangat kuat di wilayah Manado hingga Minahasa.

Hingga saat ini, pihak Gereja BHKY Rumengkor masih terus berkoordinasi untuk menangani kerusakan tersebut. Fokus utama adalah menentukan apakah lokasi masih layak dan aman digunakan untuk Misa malam nanti.

Baca Juga: Gempa Susulan Guncang Maluku Utara, Dua Kali Getaran Kuat Terjadi dalam Hitungan Menit

Imbauan bagi Umat

Di tengah suasana duka akibat kerusakan fasilitas ibadah, umat diharapkan tidak panik. Namun, kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan tetap harus ditingkatkan.
Pihak berwenang meminta masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan mengikuti arahan dari otoritas setempat serta pengurus gereja demi keselamatan bersama selama menjalankan rangkaian ibadah Pekan Suci.

EDITOR: Kuswandi