← Beranda
Menpar Widiyanti Siapkan Strategi Tarik Wisatawan Mancanegara di Tengah Konflik Global
Muhammad RidwanKamis, 2 April 2026 | 00.04 WIB
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4). (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan rencana menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Hal itu ia sampaikan dalam rencana kerja Kementerian Pariwisata tahun 2026, dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4).

Widiyanti menjelaskan, program prioritas Kemenpar 2026 diarahkan pada penguatan pariwisata berkualitas yang aman, berkelanjutan, dan berdampak pada ekonomi masyarakat. 

Salah satu fokus utama adalah peningkatan keselamatan berwisata melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi bagi pemandu wisata, penyusunan pedoman keselamatan destinasi, hingga pemetaan kawasan wisata rawan bencana. 

Baca Juga: Libur Lebaran Belum Usai, 5 Tempat Wisata Ini Tetap Diserbu Pengunjung

Selain itu, pemerintah juga memperkuat pengembangan lebih dari 6.200 desa wisata melalui pendampingan masyarakat, sertifikasi desa wisata, serta penguatan jejaring ekonomi lokal berbasis pariwisata.

"Pariwisata berkualitas akan terus diperkuat dengan terus melanjutkan program Wonderful Indonesia Gastronomi, Wonderful Indonesia Wellness, Event by Indonesia dan pengembangan digitalisasi pariwisata Indonesia melalui program Torism 5.0 yang sudah dimulai sejak tahun 2025," kata Widiyanti dalam pemaparannya.

Ia tak memungkiri, di tengah upaya penguatan program tersebut, sektor pariwisata global saat ini menghadapi dampak dari konflik di Timur Tengah.

Bahkan, penutupan wilayah udara Iran pada periode 28 Februari hingga 28 Maret 2026 berdampak pada pembatalan sekitar 770 penerbangan menuju Jakarta, Bali, dan Medan. 

Hal itu mengakibatkan potensi kehilangan sekitar 60 ribu kunjungan wisatawan mancanegara dengan potensi devisa yang tidak terealisasi mencapai sekitar Rp 2,04 triliun.

Baca Juga: Menjelajah Semarang dari Rasa hingga Sejarah: Hotel Baru Ini Siap Lengkapi Pengalaman Wisata 2026

“Dinamika geopolitik global tentu memberikan tekanan terhadap sektor pariwisata. Namun kami terus melakukan langkah-langkah mitigasi agar target kinerja pariwisata nasional tetap terjaga,” ujarnya.

Ia mengakui, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi untuk menjaga pencapaian target 16–17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026.

Strategi tersebut antara lain melakukan pivot pasar ke kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, dan pasar medium-haul, dalam memperkuat kampanye digital internasional.

Serta mengoptimalkan kerja sama dengan maskapai yang memiliki rute langsung ke Eropa dan Amerika. 

Selain itu, pemerintah juga mendorong penyelenggaraan event lintas batas di kawasan perbatasan, serta memperkuat promosi wisata nusantara guna menjaga tingkat hunian destinasi wisata di dalam negeri.

Baca Juga: Pergi Bersama Keluarga, 3 Destinasi Wisata di Semarang Ini Wajib Dikunjungi Saat Liburan

“Di tengah tekanan global, kita perlu bergerak lebih adaptif. Diversifikasi pasar, penguatan promosi, dan optimalisasi wisata nusantara menjadi kunci agar sektor pariwisata tetap menjadi penggerak ekonomi nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Widiyanti juga menegaskan bahwa pencapaian target kinerja pariwisata nasional membutuhkan dukungan lintas kementerian dan lembaga. 

Karena itu, pemerintah mendorong sejumlah langkah strategis untuk menggaet wisatawan mancanegara.

Seperti pemberian insentif penerbangan yang relevan, kebijakan bebas visa kunjungan, penambahan kapasitas kursi penerbangan, serta penguatan anggaran promosi pariwisata agar Indonesia tetap kompetitif di tengah persaingan global.

“Kami percaya bahwa dengan kolaborasi seluruh kementerian dan lembaga, serta dukungan DPR RI, sektor pariwisata Indonesia akan tetap tangguh dan mampu menjaga kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Baca Juga: Wisatawan Domestik dan Manca Kunjungi IKN saat Libur Lebaran, Perekonomian Lokal Meningkat

EDITOR: Bayu Putra