JawaPos.com – Puncak arus balik menggunakan transportasi umum yang berlangsung hingga dini hari tadi, Rabu (25/3) disebut berlangsung lancar.
Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat memantau arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Rabu (25/3) dini hari.
"Tadi pagi ini, jam 2 kurang sedikit, saya diundang Pak Menteri Perhubungan Pak Budy Purwagandhi untuk mengecek Terminal Pulo Gebang," kata Teddy di Terminal Pulo Gebang, sebagaimana dilansir dari Antara.
Meski sudah dini hari, bus yang membawa penumpang dari berbagai daerah masih terus berdatangan ke terminal Pulogebang.
Baca Juga: Banjir Kepung Pasuruan, Jalur Pantura Beji Tak Bisa Dilewati, Arus Balik Tersendat
Dalam kesempatan itu, Teddy berinteraksi dengan sejumlah penumpang, juga mengecek langsung kelancaran arus dan kenyamanan selama perjalanan arus balik Lebaran.
Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan kondisi arus balik berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti. Para petugas di lapangan juga cukup sigap menangani berbagai potensi hambatan yang muncul selama arus balik
Menurut Teddy penumpang yang ditemui di terminal mengaku perjalanan mereka relatif lancar, tanpa hambatan berarti sepanjang perjalanan menuju Jakarta selama periode arus balik berlangsung.
"Ya alhamdulillah tadi juga kita tanya langsung ke penumpang, alhamdulillah lancar dan sepanjang jalan tidak ada yang signifikan," ujar Teddy.
"Ada beberapa kemacetan sedikit tapi secara normal di rest area ataupun tadi ada beberapa kecelakaan sedikit, tapi secara keseluruhan alhamdulillah puncak arus mudik (balik) yang tanggal 24-25 (Maret) ini berjalan lancar," tambah Teddy.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran Terkendali, Polri sebut One Way Nasional Berjalan Efektif
Ia mengapresiasi kerja sama Kemenhub dan Kepolisian dalam menjaga kelancaran arus balik, sehingga puncak pergerakan arus balik pada 24-25 Maret berjalan sesuai harapan pemerintah.
Di tempat yang sama, Menhub Dudy Purwagandhi menyampaikan, puncak arus balik angkutan darat diprediksi terjadi dua kali.
Puncak arus balik gelmbang pertama pada 24-25 Maret telah usai, dan kini pihaknya bersiap untuk peningkatan arus balik kedua pada periode 28-29 Maret.
Dudy menjelaskan, lonjakan arus balik pertama didominasi pemudik yang mengejar waktu masuk kerja setelah libur Lebaran.
Sementara, gelombang arus balik berikutnya akan didominasi masyarakat yang memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA).
Baca Juga: Update Arus Balik Lebaran 2026: 346 Ribu Kendaraan Keluar Surabaya Via GT Warugunung
Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kepadatan arus balik.
Termasuk penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way nasional guna membantu kelancaran perjalanan arus balik masyarakat.
Dudy menegaskan kebijakan one way nasional akan kembali diberlakukan apabila terjadi peningkatan kepadatan signifikan di jalur utama, untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap lancar dan aman hingga tujuan.
Ia juga mengungkapkan sebagian masyarakat telah memanfaatkan kebijakan WFA, sehingga pergerakan arus balik menjadi lebih tersebar dan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu selama periode puncak berlangsung.
Hal tersebut terlihat dari kondisi lalu lintas di jalan tol yang relatif tidak terlalu padat. Arus kendaraan yang bergerak bertahap menunjukkan distribusi perjalanan masyarakat berjalan lebih merata dan terkendali.
Selain itu, pemerintah juga mewaspadai sejumlah titik rawan seperti rest area, dengan menerapkan sistem buka tutup serta membatasi operasional kendaraan berat sumbu tiga guna menjaga kelancaran arus balik.
"Jadi harapan kita tadi, seperti memberlakukan one way nasional itu untuk membantu para masyarakat yang melakukan arus balik bisa dengan lancar dan yang paling penting adalah selamat sampai dengan tujuan," kata Dudy.