← Beranda
Macet Horor Tol Jakarta–Cikampek Hari Kedua Lebaran 1447 H, MBZ Ditutup-Buka hingga Rest Area KM 57 Ikut Disetop
Rian AlfiantoMinggu, 22 Maret 2026 | 22.40 WIB
lalu lintas di jalan tol Jakarta-Cikampek. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kemacetan parah melanda ruas Tol Jakarta–Cikampek ke arah Bandung pada hari kedua Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Antrean kendaraan bahkan sudah mengular sejak Jalan Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ), dengan kondisi lalu lintas nyaris tak bergerak dan viral di media sosial.

Sejumlah video yang beredar menunjukkan kepadatan ekstrem di jalur MBZ menuju Cikampek sejak Minggu (22/3) pagi hari. Lonjakan volume kendaraan pasca-Lebaran, baik untuk silaturahmi maupun wisata, disebut menjadi pemicu utama kemacetan panjang ini.

Mengantisipasi kondisi yang semakin padat, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC) bersama Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa buka-tutup akses masuk ke Jalan Layang MBZ arah Cikampek.

Dalam keterangan resmi, kebijakan ini mulai diterapkan pada Minggu (22/03) pukul 09.10 WIB.

“Buka-tutup akses masuk dilakukan sebagai dampak dari kepadatan lalu lintas di titik pertemuan antara Ruas Jalan Layang MBZ dengan Ruas Jakarta–Cikampek eksisting,” tulis manajemen PT JJC.

Titik temu antara jalur layang MBZ dan jalur tol eksisting memang menjadi simpul krusial yang kerap memicu perlambatan, terutama saat volume kendaraan meningkat drastis seperti momen Lebaran.

PT JJC menegaskan, pengaturan ini dilakukan untuk mengurai kepadatan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan. Akses masuk akan dibuka kembali setelah kondisi lalu lintas kembali normal dan terkendali.

Tak hanya di jalur utama, kepadatan juga berdampak pada fasilitas pendukung. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian turut memberlakukan buka-tutup akses Rest Area KM 57 A arah Cikampek secara situasional.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mencegah antrean kendaraan keluar-masuk rest area yang bisa memperparah kemacetan di jalur utama.

“Pengaturan buka tutup akses menuju Rest Area KM 57 A arah Cikampek dilakukan secara situasional atas diskresi Kepolisian dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi antrean kendaraan yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur utama,” ujar Ria.

Sebagai solusi, pengguna jalan diimbau memanfaatkan rest area lain di sepanjang Tol Jakarta–Cikampek maupun ruas lanjutan Trans Jawa, termasuk arah Tol Cipularang–Padaleunyi menuju Bandung, guna menghindari penumpukan di satu titik.

Baca Juga: Jalan Tol Jakarta-Cikampek Padat Selama Arus Mudik, Polri Klaim Masih Terkendali 

Selain rekayasa lalu lintas, operator tol juga mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan. Pengemudi diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, kendaraan layak jalan, menjaga jarak aman, serta memastikan kecukupan bahan bakar atau daya listrik dan saldo uang elektronik.

Pengguna jalan juga diimbau mengantisipasi perubahan cuaca seperti hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi jalan.

Kemacetan panjang yang terjadi sejak MBZ hingga Tol Jakarta–Cikampek ini menjadi sinyal bahwa puncak mobilitas Lebaran masih berlangsung. Pengguna jalan diharapkan merencanakan perjalanan dengan matang agar terhindar dari kepadatan ekstrem di jalur favorit Jakarta–Bandung.

EDITOR: Kuswandi