JawaPos.com - Fenomena mudik Lebaran 2026 melalui jalur darat benar-benar mencapai titik puncaknya. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat lonjakan signifikan volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta pada H-3 Idulfitri 1447 H atau Rabu, 18 Maret 2026.
Lonjakan ini bahkan melampaui puncak arus mudik tahun sebelumnya, menandakan tingginya minat masyarakat untuk pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi, khususnya menuju wilayah Trans Jawa.
Secara total, sebanyak 270.315 kendaraan tercatat keluar dari wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama, yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi. Angka ini meningkat 4,6 persen dibandingkan puncak mudik Lebaran 2025 yang mencapai 258.383 kendaraan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut bahwa H-3 menjadi titik krusial pergerakan pemudik tahun ini.
Baca Juga: Polisi Gelar Pengamanan di 18 Ribu Lokasi Shalat Ied di Jawa Timur, 16.326 Personel Dikerahkan
“Angka ini menjadi puncak arus mudik tahun ini dengan lalu lintas tertinggi yang mencapai 270.315 kendaraan,” ujar dia melalui keterangannya.
Lonjakan Ekstrem di Tol Jakarta-Cikampek
Kepadatan paling mencolok terjadi di Gerbang Tol Cikampek Utama yang mengarah ke Trans Jawa. Dalam sehari, tercatat 135.772 kendaraan melintas, melonjak hingga 401,73 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 7,31 persen dari puncak mudik tahun lalu.
Tak hanya itu, titik pertemuan arus di KM 50, yang menghubungkan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Layang MBZ, arah Trans Jawa, dan Cipularang, juga mengalami tekanan luar biasa dengan volume mencapai 176.598 kendaraan.
“Jumlah lalu lintas di KM 50 ini naik 8,46 persen dari puncak mudik Lebaran 2025,” kata Rivan.
Kondisi ini menyebabkan kepadatan panjang yang sempat dikeluhkan pengguna jalan. Jasa Marga pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Rest Area Diserbu, KM 57 Jadi Titik Kritis
Selain kepadatan di jalur utama, lonjakan juga terjadi di rest area, terutama di KM 57A Tol Jakarta-Cikampek. Tahun ini, jumlah kendaraan yang masuk mencapai 19 ribu unit—melonjak 39 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 14 ribu kendaraan.
Meski secara umum kapasitas rest area dinilai masih memadai, KM 57A menjadi titik paling krusial hingga perlu pengaturan ketat oleh petugas.
Baca Juga: Hilal Tak Terlihat di Sidoarjo, Detik-detik Penentuan Lebaran dari Lantai 10 RSI Siti Hajar
Jasa Marga bersama Korlantas Polri dan Polda Jawa Barat melakukan penataan parkir serta pengaturan arus kendaraan untuk mengurai antrean panjang.
Contraflow 3 Lajur Diterapkan
Untuk mengatasi kemacetan parah menuju arah Cikampek, Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari KM 47 hingga KM 70.
Menariknya, contraflow tahun ini diperluas dari dua menjadi tiga lajur guna mempercepat distribusi kendaraan.
Petugas motoris juga disiagakan untuk menangani kendaraan mogok atau pelanggaran seperti berhenti di bahu jalan, yang kerap menjadi pemicu kemacetan tambahan.
Di tengah tingginya arus kendaraan, Jasa Marga mengingatkan pemudik agar tidak memaksakan diri masuk ke rest area yang sudah penuh.
Masih banyak ditemukan kendaraan yang parkir di bahu jalan atau bahkan di lajur aktif hanya untuk menunggu masuk rest area, kondisi yang sangat berbahaya dan memperparah kemacetan.
Sebagai alternatif, pengguna jalan disarankan keluar tol menuju SPBU Pertamina Cikopo Baru yang berada sekitar 2 kilometer dari GT Cikampek. Fasilitasnya cukup lengkap, mulai dari toilet, musala, hingga minimarket.
Selain itu, pemudik juga diminta tidak beristirahat di dalam kendaraan di bahu jalan karena berisiko tinggi terhadap keselamatan dan mengganggu arus lalu lintas.
Rubrik/Kanal: Nasional