← Beranda
Implementasikan Arahan Presiden, Kapolri Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
Muhammad RidwanRabu, 18 Maret 2026 | 06.36 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati, dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Provinsi Riau pada Selasa (17/3). (Istimewa)

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Provinsi Riau pada Selasa (17/3). Pembangunan ini merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk memperkuat akses masyarakat, khususnya di wilayah dengan hambatan geografis.

Kapolri menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menghadapi risiko menyeberangi sungai atau menempuh jarak yang jauh untuk mencapai sekolah.

Di Provinsi Riau, tercatat ada 110 jembatan yang direncanakan. Sebanyak 27 jembatan telah selesai dan diresmikan, sementara 83 lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Baca Juga: Pramono Anung Shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Rano Karno Bareng KH Ma'ruf Amin di Balai Kota

“Saat ini ada sekitar 411 jembatan yang dibangun di berbagai wilayah, dan Polda Riau termasuk yang paling banyak,” kata Jenderal Listyo Sigit.

Ia berharap, kehadiran jembatan ini dapat memberikan manfaat nyata, mulai dari mempermudah akses pendidikan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kelancaran distribusi dan mobilitas.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati, menyampaikan apresiasi atas langkah Polri yang dinilai mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Menurutnya, meskipun pembangunan infrastruktur bukan tugas utama kepolisian, langkah ini menunjukkan kepekaan terhadap persoalan nyata di lapangan.

“Ini bentuk kerja nyata. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi di desa,” ujar Siti Hediati, yang akrab disapa Titiek Soeharto.

Baca Juga: Di Tengah Tekanan Ekonomi, Akses Pendidikan dan Nutrisi Anak Masih Jadi Tantangan

Kegiatan peresmian juga diisi dengan dialog interaktif antara Kapolri, Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Kehutanan, serta masyarakat dan pelajar di sejumlah wilayah di Riau. Dialog dilakukan secara luring di lokasi acara dan daring yang terhubung dengan Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.

Melalui dialog tersebut, masyarakat dan siswa menyampaikan pengalaman mereka sebelum dan sesudah adanya jembatan, termasuk tantangan dalam akses pendidikan dan transportasi, serta harapan ke depan. Interaksi ini menjadi ruang komunikasi dua arah yang memperkuat kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui semangat Presisi.

“Pembangunan ini adalah wujud kehadiran negara untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat konektivitas dan kehidupan sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini tidak sekadar konsep kerja, tetapi bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Ini adalah amanah untuk memastikan negara hadir hingga ke ruang hidup masyarakat yang membutuhkan. Di sinilah wajah Polri Presisi terlihat nyata,” tegasnya.

Baca Juga: Hari Terakhir Kerja, Arus Mudik Meledak: 990 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek, Tol Trans Jawa Mulai Padat

Kapolda juga menyoroti bahwa di tanah Melayu, peradaban tumbuh dari keterhubungan. Sungai yang dahulu menjadi urat nadi kehidupan kini dijembatani sebagai simbol kemajuan dan kolektivitas.

Menurutnya, pembangunan 110 jembatan di Riau bukan sekadar angka, melainkan simbol komitmen dan nilai pengabdian Polri. 

"Hal itu juga mencerminkan semangat pelayanan, sebagaimana layanan darurat 110 yang selalu siap menjawab kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

EDITOR: Bintang Pradewo