← Beranda
33 Kapal Dikerahkan, Antrean Panjang di Gilimanuk Berangsur Terurai
Nanda PrayogaSenin, 16 Maret 2026 | 12.51 WIB
Aktivitas penyeberangan di lintasan Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang terus menunjukkan perkembangan. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Aktivitas penyeberangan di lintasan Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang terus menunjukkan perkembangan. Sejak akhir pekan, sejumlah langkah percepatan operasional yang dilakukan secara terpadu mulai memberikan dampak positif, terlihat dari antrean kendaraan yang perlahan terurai dan arus kendaraan yang kembali bergerak menuju pelabuhan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Kementerian Perhubungan, Kepolisian, serta berbagai pihak terkait terus memperkuat koordinasi di lapangan untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus mempercepat pergerakan kendaraan yang akan menyeberang.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale mengatakan, optimalisasi operasional armada kapal menjadi fokus utama dalam upaya mengurai antrean. Sejak akhir pekan, pihaknya melakukan berbagai langkah percepatan, mulai dari penambahan operasi kapal hingga penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB).

Baca Juga: Antrean Arus Mudik Pelabuhan Gilimanuk Mencapai 30 Kilometer

”Upaya ini mulai memberikan dampak positif, di mana antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk mulai berangsur terurai dan arus kendaraan terus bergerak,” ujar Windy Andale.

Berdasar laporan operasional ASDP Cabang Ketapang dari Posko Pelabuhan Gilimanuk pada Minggu (15/3) pukul 19.00 wita, tercatat sebanyak 33 kapal beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Armada tersebut terdiri atas 19 kapal tipe Moveable Bridge (MB), 11 kapal Landing Craft Machine (LCM), serta tambahan 3 unit LCM yang diperbantukan untuk mempercepat layanan penyeberangan.

Seiring antrean yang mulai berkurang, pola operasional Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) masih diterapkan di Dermaga LCM untuk tiga kapal. Dengan skema ini, kapal yang tiba langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa memuat kendaraan di dermaga tersebut, sehingga siklus perjalanan kapal dapat berlangsung lebih cepat.

Baca Juga: Antrean Panjang di Gilimanuk, Menhub Dudy Soroti Truk Sumbu Tiga yang Nekat Beroperasi

Sementara itu, kondisi antrean kendaraan di lapangan pada pukul 17.00 wita masih terpantau memanjang hingga kawasan Desa Tuwed, tepatnya di sekitar Kantor Perbekel, dengan jarak kurang lebih 20 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Antrean tersebut didominasi oleh kendaraan logistik serta mobil pribadi.

Di sisi lain, rekayasa lalu lintas juga terus diperkuat untuk mendukung kelancaran arus menuju pelabuhan. Kementerian Perhubungan bersama Kepolisian melakukan pengaturan kendaraan menuju kantong parkir dan buffer zone yang telah disiapkan.

Selain itu, diterapkan pula penghentian sementara perjalanan truk bersumbu tiga menuju Pelabuhan Gilimanuk guna mengurangi kepadatan di sekitar kawasan pelabuhan.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti masih adanya pelaku usaha logistik yang belum mematuhi kebijakan pembatasan operasional angkutan barang. Sejak pembatasan tersebut diberlakukan pada 13 Maret 2026, masih ditemukan truk dengan tiga sumbu atau lebih yang tetap beroperasi dan menuju pelabuhan, sehingga berpotensi menambah kepadatan arus kendaraan.

Adapun kondisi cuaca di perairan Selat Bali saat ini masih mendukung operasional penyeberangan. Berdasar pantauan terbaru, cuaca terpantau berawan tebal dengan arah angin dari selatan berkecepatan maksimum sekitar 4,1 knot. Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,3 hingga 0,6 meter, dengan jarak pandang minimal mencapai 8.000 meter.

ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengoptimalkan pengaturan operasional di lapangan agar antrean kendaraan dapat semakin cepat terurai. Seluruh unsur di lapangan terus bekerja untuk meningkatkan kapasitas layanan dan mempercepat proses penyeberangan.

Baca Juga: ASDP Tambah Armada, 35 Kapal Beroperasi 24 Jam di Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk saat masa Mudik

”Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas agar pengaturan lalu lintas dan layanan pelabuhan dapat berjalan lebih lancar,” tandas Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah