← Beranda
50 Warga Tapteng Terjebak di Tengah Hutan karena Longsor: Tolong Kami, Pak Bupati!
Ryandi ZahdomoRabu, 26 November 2025 | 15.30 WIB
Bencana hidrometeorologi melanda wilayah Pantai Barat Sumatera Utara dan membuat situasi kian genting. (TikTok)

JawaPos.com - Bencana hidrometeorologi melanda wilayah Pantai Barat Sumatera Utara dan membuat situasi kian genting. Tak hanya banjir besar dan longsor yang memutus jalur utama di Sibolga, Tapanuli Tengah, Padangsidimpuan, Mandailing Natal (Madina), dan Tapanuli Selatan (Tapsel), kini sebanyak 50 warga Tapteng dilaporkan terjebak di tengah hutan tanpa akses keluar.

Mereka mengungsi seadanya di tengah butan setelah longsor menutup jalan dari dua sisi dan meminta pertolongan kepada Bupati.

“Pak Bupati, tolong kami di sini, Pak Bupati. Kami di tengah hutan ini. Kiri-kanan longsor. Nggak ada lagi jalan keluar,” ujar seorang warga dalam video yang beredar luas, dikutip Rabu (26/11).

“Tolong kami, tolong. Ada sekitar 50 orang, Pak Bupati. Kiri-kanan udah hancur ini tolong secepatnya,” lanjutnya dengan suara panik.

Dalam video yang diunggah akun rose_zebua28, puluhan warga tampak mengemper di bawah pepohonan dengan perlindungan seadanya: payung, terpal, dan plastik. Mereka bertahan di tengah hujan sambil menunggu bantuan datang.

Madina Terparah, Ribuan Rumah Terendam

Di Mandailing Natal, dampak banjir menjadi yang paling parah. Ribuan rumah di empat desa di Siulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, terendam air setinggi 1–2 meter. Hingga Selasa (25/11), air belum juga surut akibat hujan deras yang tak kunjung berhenti.

“Rumah kami masih tergenang air. Saudara di Lubuk Kapundung I, II, dan Rantau Panjang sudah mulai kembali untuk bersih-bersih. Tapi bantuan belum turun sama sekali. Kami sulit keluar karena satu-satunya jalur akses adalah transportasi udara,” ungkap Sadun Lubis, seperti dikutip dari Sumut Pos (Jawa Pos Grup).

Tapsel Lumpuh: Tiga Jalur Nasional Putus Total

Kerusakan parah juga terjadi di Tapanuli Selatan. Tiga jalan nasional—Lintas Barat, Lintas Tengah, dan Lintas Timur—putus total di lima titik sekaligus:

Lintas Barat Danau Siais–Pantai Barat Natal amblas di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur.

Lintas Tengah tertutup longsor di Parsalakan, Tobotan, dan Aek Nabara, serta terendam banjir hingga 30 cm di Aek Sijorni, Desa Silaiya.

Lintas Timur terganggu akibat longsor besar di Desa Pengkolan, Sipirok, yang menutupi hampir seluruh badan jalan.

“Longsor di Tobotan dan Aek Nabara menyeret empat mobil ke jurang. Hingga kini belum bisa dievakuasi,” ujar Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Tapsel, Mara Sutan Harahap.

Sibolga–Tapteng: Ribuan Warga Terdampak

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 26 November 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan

Di Kota Sibolga, banjir melanda Kecamatan Sibolga Selatan. Sedangkan di Tapanuli Tengah, sembilan kecamatan terendam dengan total 1.092 keluarga terdampak.

Akses antarwilayah juga terputus akibat longsor di Jalan Nasional Tarutung–Sibolga, tepatnya di Parsikkaman, Kecamatan Sitahuis. Kondisi ini membuat bantuan dan mobilitas warga semakin tersendat.

Hingga laporan ini disusun, penanganan darurat masih berlangsung, sementara cuaca ekstrem diperkirakan terus berlanjut dan berpotensi memperburuk situasi di lapangan. Pemerintah daerah kini berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan warga yang terisolasi dan memulihkan akses vital di Pantai Barat Sumatera Utara.

EDITOR: Bintang Pradewo