← Beranda
Komisaris Transjakarta Ainul Yakin Viral Usai Ancam Pegawai Trans7, Dewan Komisaris lakukan Pemanggilan
Ryandi ZahdomoSenin, 20 Oktober 2025 | 23.53 WIB
Ketua GP Ansor DKI Jakarta Muhammad Ainul Yakin

JawaPos.com - Video bernada ancaman yang diucapkan Komisaris PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Muhammad Ainul Yakin, terhadap pegawai Trans7 viral di media sosial X (Twitter). Dalam video itu, Ainul melontarkan pernyataan keras soal dugaan penghinaan terhadap kiai dan ulama Nahdlatul Ulama (NU).

Ainul, yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta, mengaku tidak terima atas siaran program di Trans7 yang dianggap menghina ulama.

"Trans7 telah menghina melalui siaran-siarannya terhadap kiai dan ulama Nahdlatul Ulama," ujar Ainul Yakin dalam video yang beredar.

Ia kemudian mengingatkan sejarah perjuangan Ansor dan Banser dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Saudara-saudara TransTV [Trans7] yang masih muda-muda, kalian ingat sejarah. Sudah ribuan anak Ansor dan Banser tewas memperjuangkan republik ini. Kalian ada karena adanya Nahdlatul Ulama," katanya.

Dalam video yang sama, Ainul Yakin juga mengeluarkan pernyataan bernada ancaman keras. Ia menyinggung tindakan kekerasan yang dilakukan Banser terhadap PKI di masa lalu.

"Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian seperti kader Banser menggorok PKI. Halal darah kalian apabila mengolok-olok ulama Nahdlatul Ulama," tegasnya.

Tak berhenti di situ, Ainul juga menyebut siap mengikuti perintah kiai jika diminta bertindak, dan mengklaim massa Ansor bisa dengan cepat mendatangi kantor Trans7.

"Kalian bayangkan seratus juta umat Nahdlatul Ulama. Apabila datang ke kantor kalian, kubakar ini. Saya kira tidak sampai 10 menit akan hangus," ujarnya.

Respons Transjakarta: Pernyataan Pribadi, Bukan Sikap Perusahaan

Menanggapi viralnya video tersebut, Komisaris Utama Transjakarta, Letjen TNI (Purn.) Untung Budiharto, langsung memberikan klarifikasi resmi.

Dalam pernyataannya, Untung menegaskan bahwa apa yang disampaikan Ainul Yakin tidak mewakili sikap resmi perusahaan.

"Pernyataan yang disampaikan oleh Saudara Ainul Yakin Simatupang merupakan pandangan pribadi yang bersangkutan dan tidak mencerminkan sikap maupun kebijakan resmi Transjakarta," ujar Untung dalam keterangannya, Senin (20/10).

Untung menjelaskan, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Transjakarta selalu menjunjung tinggi profesionalitas dan nilai-nilai kebhinekaan.

"Transjakarta berkomitmen untuk menjaga netralitas, profesionalitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika, toleransi, dan kebhinekaan dalam setiap aspek kegiatan dan komunikasi publiknya," katanya.

Ia menambahkan bahwa Dewan Komisaris dan Direksi akan melakukan klarifikasi internal untuk memastikan kepatuhan seluruh jajaran terhadap prinsip Good Corporate Governance.

"Langkah ini diambil guna memastikan seluruh jajaran senantiasa mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta menjaga marwah kelembagaan," jelasnya.

Untung juga menegaskan sikap Transjakarta yang menghormati seluruh ulama dan tokoh ulama di Indonesia.

"Kami juga menyatakan penghormatan kepada seluruh ulama, tokoh agama, serta komunitas pesantren di Indonesia, termasuk Kiai Pondok Pesantren Lirboyo, sebagai bagian penting dari pilar moral dan sosial bangsa," tuturnya.

Ia menegaskan fokus Transjakarta untuk terus memberikan layanan terbaik bagi seluruh warga Jakarta tanpa diskriminasi.

"Transjakarta akan tetap fokus dalam menjalankan tugas pokoknya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga DKI Jakarta tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau golongan," tegasnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah