← Beranda
5 Faktor Utama yang Mempengaruhi Daya Tahan Aki Motor, Cek qgar Tidak Rewel di Jalan!
Nanda PrayogaKamis, 21 Agustus 2025 | 18.42 WIB
Ilustrasi aki sepeda motor. (Istimewa)

 

JawaPos.com-Aki merupakan salah satu komponen vital pada sepeda motor yang sering disepelekan. Padahal, kondisi aki sangat menentukan apakah motor bisa menyala dengan baik atau justru rewel di tengah jalan. 

Baca Juga: Breaking News! KPK OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer 

Banyak orang baru sadar pentingnya aki ketika tiba-tiba motor tidak mau hidup, padahal ada beberapa faktor yang sebenarnya bisa diperhatikan sejak awal agar aki tetap awet.

Sayangnya, kesalahan kecil yang sering dilakukan pengendara, mulai dari cara pemasangan pertama, penggunaan perangkat tambahan, hingga kebiasaan jarang memanaskan motor, bisa memperpendek umur aki. 

Supaya kamu nggak salah langkah, berikut ini lima faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap daya tahan aki motor kamu seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Cara Pemasangan Pertama Kali

Banyak orang menganggap setelah aki terpasang, motor langsung bisa dipakai tanpa ada yang perlu dicek lagi. Padahal, momen pemasangan pertama justru sangat menentukan usia aki. 

Setelah aki dipasang, sebaiknya kamu pastikan dulu kondisi cairan aki berada di level maksimal dan tegangannya normal. Kalau semua sudah sesuai standar, barulah motor aman digunakan.

2. Kecocokan Aki dengan Jenis Kendaraan

Nggak semua aki cocok dipasang di semua motor. Sering kali pengendara hanya bilang “aki mati” lalu menerima rekomendasi dari bengkel atau toko tanpa memperhatikan kecocokan dengan spesifikasi kendaraan. 

Padahal, kalau aki yang dipakai tidak sesuai, usia pakainya bisa jauh lebih pendek. Solusinya, gunakan aki yang sesuai rekomendasi pabrikan atau lakukan penggantian di bengkel resmi agar lebih terjamin.

3. Perawatan atau Servis Berkala

Sama seperti mesin, aki juga butuh dirawat. Mulai dari pengecekan rutin, setrum ulang, hingga menambah atau mengganti cairan aki jika diperlukan. 

Perawatan ini sebaiknya dilakukan di bengkel resmi, karena teknisi biasanya sudah terbiasa melakukan pemeriksaan kondisi aki sebagai bagian dari servis rutin. Dengan begitu, potensi kerusakan bisa dicegah lebih awal.

4. Penggunaan Perangkat Elektronik Tambahan

Semakin banyak perangkat elektronik tambahan seperti lampu variasi, charger HP, atau sistem audio, semakin berat beban aki untuk menyuplai daya. Kalau daya aki terus-menerus terkuras, tentu ketahanannya akan berkurang. 

Jadi, sebelum memasang aksesori tambahan, pertimbangkan kembali apakah benar-benar dibutuhkan. Kalau tidak terlalu penting, sebaiknya hindari agar aki tidak cepat soak.

5. Jarang Memanaskan Mesin

Kebiasaan jarang memanaskan motor juga berpengaruh besar pada usia aki. Saat mesin dipanaskan, aki mendapatkan suplai daya ulang dari alternator. 

Kalau motor jarang dipanaskan, pengisian daya aki jadi tidak optimal sehingga cepat lemah. Biasakan memanaskan mesin sekitar 5-10 menit sebelum digunakan agar aki tetap dalam kondisi prima. (*)

 

 

 

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan