JawaPos.com - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT PLN Nusantara Power (PLN NP).
Saat dikonfirmasi, Ade pun membenarkan bahwa dirinya telah resmi menjabat sebagai komisaris usai menghadiri acara serah terima jabatan yang digelar di Kantor PLN NP, Jakarta, pada Kamis (3/7) kemarin.
"Iya betul (resmi ditunjuk jadi Komisaris). Jadi kemarin tuh serah terima jabatan. Jadi saya diundang serah terima jabatan, disitulah resmi saya sudah jadi anggota dewan komisaris PT PLN NP," kata Ade Armando saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (4/7).
Lebih lanjut, dia juga memastikan persetujuan dirinya sebagai komisaris PT PLN telah sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada akhir bulan Juni lalu.
"Persetujuan sebagai komisaris disepakati oleh RUPS, kalau enggak salah tanggal 20-an di PLN NP," lanjutnya.
Selain itu, Ade juga mengonfirmasi langsung terkait daftar nama-nama direksi dan komisaris PT PLN NP yang beredar di media sosial.
"Betul, betul. Daftar direksi dan komisaris tersebut betul," tambah Ade.
Berikut ini daftar lengkap jajaran komisaris dan direksi PT PLN Nusantara Power:
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis untuk Murid Sekolah Dilakukan Mulai 7 Juli 2025, Sekolah Rakyat jadi Pelopor
Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris Independen: Edi Srimulyanti
Komisaris: Ade Armando
Komisaris: Suharyono
Komisaris: M. Pradana Indraputra
Komisaris: Adam Muhammad
Komisaris: Muhammad Syafi'i
Direksi
Direktur Utama : Ruly Firmansyah
Direktur Operasi Pembangkit Batubara: M. Irwansyah Putra sebagai Direktur
Direktur Keuangan dan Manajemen: Teguh Widhi Harsono
Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi: TB Ari Wibawa Mukti
Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga: Dwi Hartono
Direktur Operasi Pembangkit Gas: Komang Parmita
Dikutip Radar Solo (Jawa Pos Group), berikut deretan kontroversi yang melekat pada sosok Ade Armando dan menjadi sorotan tajam publik:
1. Pernyataan soal Politik Dinasti di Yogyakarta
Pada Desember 2023, Ade menyebut bahwa bentuk politik dinasti sejati terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Ia mengkritik aksi mahasiswa yang menolak politik dinasti Presiden Jokowi, dengan menyebut bahwa Gubernur DIY tidak dipilih melalui pemilu.
"Anak-anak BEM ini harus tahu dong kalau mau melawan politik dinasti, ya politik dinasti sesungguhnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, gubernurnya tidak dipilih melalui pemilu, gubernurnya adalah Sultan Hamengku Buwono X yang menjadi gubernur karena garis keturunan,” ujarnya dalam video di akun X @adearmando61.
Pernyataan tersebut memicu protes keras, terutama dari warga Yogyakarta dan tokoh kebudayaan.
2. Kasus Penistaan Agama dan Unggahan Soal Allah
Pada 2017, Ade Armando dijadikan tersangka oleh Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. Ia sempat menulis di media sosial:
“Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayatnya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues.”
Meskipun Ade menyatakan maksudnya adalah untuk menunjukkan keberagaman, ia tetap diproses hukum. Namun, kasus ini dihentikan lewat SP3 pada Februari 2017.
3. Unggah Foto Ulama Beratribut Natal
Di akhir 2017, ia kembali dilaporkan ke polisi atas unggahan foto yang menampilkan sejumlah ulama dengan atribut Natal, termasuk Rizieq Shihab. Meski menyertakan klarifikasi bahwa gambar itu hoaks, banyak pihak menilai unggahan tersebut provokatif.
4. Komentar Kontroversial soal Hadis
Ade kembali dilaporkan ke pihak berwajib setelah menyatakan: “Hampir pasti isi hadis tidak persis sama dengan apa yang diucapkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad.”
“Yang suci itu Al-Qur’an, hadis mah kagak!”
Komentarnya itu dianggap sebagai penistaan terhadap hadis, meski Ade bersikeras bahwa pernyataannya bertujuan mengajak berpikir kritis.
5. Pernyataan Azan Bukan Sesuatu yang Suci
Dalam pembelaannya terhadap puisi kontroversial Sukmawati Soekarnoputri, Ade menyatakan:
“Azan tidak suci, azan itu cuma panggilan salat. Sering tidak merdu. Jadi, biasa-biasa sajalah.”
Ucapan ini memicu pelaporan oleh Denny Andriat Kusdayat ke kepolisian.
6. Laporkan Prabowo dan Rizieq ke Polisi
Pada 2019, Ade bersama kelompok Masyarakat Peduli Indonesia melaporkan Prabowo Subianto ke Bareskrim atas dugaan penyebaran berita hoaks terkait klaim kemenangan Pilpres. Ia juga melaporkan Rizieq Shihab atas dugaan penghasutan.
7. Sebut Organisasi Tarbiyah Mengakar di Kampus UI
Baca Juga: Paula Verhoeven- Baim Wong Bisa Jadi Suami-istri Lagi, Berikut Hikmah Rujuk dalam Pernikahan
Ade sempat menyebut organisasi dakwah kampus SALAM UI sebagai perpanjangan kelompok Tarbiyah yang dituding menerima dana dari kampus. Pernyataan ini memicu kecaman luas dari civitas akademika dan alumni UI.
8. Posting Anies Baswedan sebagai 'Gubernur Jahat'
Ade Armando juga dilaporkan ke polisi oleh Fahira Idris usai mengunggah gambar mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang disunting menyerupai Joker dengan tulisan:
“Gubernur Jahat Berawal dari Menteri yang Dipecat.”
Unggahan tersebut dinilai sebagai penghinaan dan pelanggaran UU ITE.
9. Dikeroyok Saat Demo Tolak Jabatan 3 Periode
Insiden tragis menimpa Ade pada 11 April 2022 ketika hadir di tengah aksi mahasiswa yang menolak wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.
Ia dikeroyok oleh massa tidak dikenal setelah mahasiswa membubarkan diri.
Video penganiayaan Ade yang viral memperlihatkan dirinya dipukuli dan ditelanjangi di hadapan publik. Ia kemudian dievakuasi oleh polisi dalam kondisi luka-luka.