JawaPos.com - Gunung Api Marapi kembali meletus pada Kamis (29/2) malam kemarin. Erupsi gunung itu telah menyemburkan abu vulkanik dan terbawa angin mengarah ke wilayah Padang Pariaman. Atas hal itu, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ditutup sementara.
Abu vulkanik akibat letusan Gunung Marapi diketahui juga sampai ke Bandara Internasional Minangkabau. Otoritas Bandara Wilayah VI Padang memutuskan untuk menutup sementara bandara yang menjadi pintu masuk wilayah Sumatera Barat terhitung sejak pukul 18.00 WIB selama enam jam kemudian.
“Dikarenakan sebaran abu vulkanik hari ini Kamis, 29 Februari 2024, telah mencapai Bandara Internasional Minangkabau, maka kami Otoritas Bandar Udara Wilayah VI memerintahkan AP 2 BIM untuk menghentikan operasinya per pukul 18.00 WIB," ujar Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah VI, Capt. Megi H. Helmiadi, Jumat (1/3).
Durasi NOTAM berlaku 6 jam sejak diterbitkan,” sambungnya.
Penutupan sementara Bandara BIM itu, katanya, berdampak kepada seluruh penerbangan baik dari maupun menuju Sumatera Barat. Saat siaran pers ini diturunkan, ada delapan jadwal penerbangan yang terganggu.
Seluruhnya merupakan penerbangan domestik dengan total penumpang 1.166 pax.
Baca Juga: Profil Brigjen Nurul Azizah, Pati non-Akpol yang Menjadi Danup Kenaikan Pangkat Pati Polri
Penutupan Bandara BIM akibat dampak erupsi Gunungapi Marapi yang kini berstatus “Siaga” atau level III itu sudah dilakukan keempat kalinya.
Sebelumnya hal yang sama juga dilakukan pada 22 Desember 2023, 5 Januari 2024, 19 Januari 2024 dan hari ini.