← Beranda
Profil dr Djaja Surya Atmadja, Ahli Forensik yang Menangani Mirna Pada Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso
Novia Nur AfsaniRabu, 11 Oktober 2023 | 19.57 WIB
Profil dr. Djaja Surya Atmadja, Ahli Forensik yang Menangani Mirna Salihin Pada Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso

JawaPos.com - Setelah film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso rilis di Netflix tanggal 29 September 2023 lalu, banyak masyarakat kembali bersuara tentang film kopi sianida tersebut.

Dalam film tersebut, masyarakat melihat banyak kejanggalan yang terjadi hingga membuat Jessica Wongso dijatuhi hukuman penjara 20 tahun atas kematian Mirna Salihin.

Kejanggalan yang mencuat terkait jumlah sianida yang ada dalam tubuh Mirna Salihin yang semula 0 menjadi 0,2 mg setelah tiga hari kematiannya.

dr Djaja Surya Atmadja, salah satu ahli forensik yang terlibat dan menjadi orang pertama yang menangani Alm. Mirna Salihin memberikan pernyataan terkait penyebab kematian Mirna bukankanlah sianida.

Penjelasan dokter Djaja tersebut lantas membuat netizen semakin yakin akan kejanggalan kasus ini yang sebenarnya tidak bisa dengan mudah dijatuhi hukuman karena tidak ada bukti pasti, salah satunya tidak adanya otopsi menyeluruh di tubuh Mirna Salihin.

Dari penjelasan dr. Djaja banyak yang memahami dan mengerti bahwa penjelasan dr Djaja sangat masuk akal dengan background bukan sembarang ahli karena dr Djaja merupakan peneliti bidang sianida selama 30 tahun.

Lalu siapakah sosok dr. Djaja Surya Atmadja?.

Profil dr Djaja Surya Atmadja

Bernama lengkap Djaja Surya Atmadja, dr. Djaja lahir di Jakarta pada 19 Mei 1960 .

Ia merupakan ahli forensik yang bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan terlibat dalam penanganan jenazah Mirna pada 2016 silam.

Saat itu, ia melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kematian Mirna.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Upayakan Percepatan Pembangunan Daerah Otonom Baru di Papua

Namun, dalam persidangan, ia memberikan kesaksian bahwa tidak ada bukti kontaminasi sianida dalam tubuh Mirna, yang berbeda dari tuduhan yang telah dipercayai publik.

Pendidikan dr Djaja Surya Atmadja

Dokter Djaja menyelesaikan pendidikan kedokteran sarjana di FKUI dan selesai tahun 1986.

Usai lulus dan mendapat gelar dokter, beliau melanjutkan pendidikan Spesialis Forensik di universitas yang sama (UI) dan lulus tahun 1990.

Tak cukup sampai situ saja, dr. Djaja merupakan sosok yang sangat menyukai belajar, hingga akhirnya beliau memutuskan mengambil gelar Ph.D bidang DNA Forensik di Kobe University, Jepang dan lulus tahun 1995.

Ternyata ilmu bidang kedokteran yang dikuasainya tak membuat dr. Djaja puas, sehingga membuat beliau terus haus akan ilmu dan membuatnya belajar bidang sosial humaniora yaitu ilmu hukum.

Dr. Djaja kembali menjadi mahasiswa S1 Ilmu hukum UI yang berhasil lulus tahun 2001.

Baca Juga: Mewaspadai Praktik Pidana Atas Nama Asmara

Tak puas sampai di situ, dr. Djaja terbang ke National School of Public Health, Utrecht, Belanda untuk belajar Kedokteran Forensik jenjang diploma yang juga berhasil lulus tahun 2001.

Perjalanan Karier dr Djaja Surya Atmadja

Mentereng dengan lima gelar yang dimiliki, dr Djaja memiliki karir yang juga mengesankan, beliau pernah menjabat sebagai Presiden Indo Pacific Association of Law, Medicine, and Science (INPALMS) sejak tahun 2016-2019.

Bukan hanya aktif sebagai dosen FKUI saja, dr. Djaja juga mengajar di Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta sebagai dosen kedokteran forensik dan hukum kesehatan sejak tahun 2001 hingga sekarang.

dr Djaja Surya Atmadja juga seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan terlibat menangani jenazah alm. Mirna Salihin secara langsung tahun 2016 lalu.

Pria 63 tahun ini juga merupakan dosen sekaligus dokter yang begitu disegani dengan keilmuannya.

Beliau merupakan ahli DNA forensik pertama di Indonesia yang kiprah karir dalam kedokterannya dipercaya banyak orang sebagai seorang praktisi di bidang forensik.***

EDITOR: Hanny Suwindari