← Beranda
Niat Sholat Dhuha dan Keutamaan Salat Dhuha dalam Kitab Riyadhush Shalihin
Much Ibnu Thoyib MuzakkiSenin, 10 Juli 2023 | 15.00 WIB
Ilustrasi salat. (Dok. Radar Cirebon)

JawaPos.com- Sholat dhuha merupakan sholat yang hukumnya sunnah muakkad. dikerjakan ketika matahari terbit sekitar tujuh hasta (1 tombak) hingga tergelincirnya matahari ke barat (waktu Dzuhur).

Kitab Riyadhush Shalihin yang merupakan kitab karangan Imam Nawawi, menjelaskan beberapa hadist tentang keutamaan sholat dhuha. Imam Nawawi merupakan ulama Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) bermadzab fiqh Syafi'i dan madzab akidah Asy'ariyah.

Imam Nawawi mempunyai nama lengkap Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi Ad-Damasyqi. Lahir pada tahun 631 Hijriah bertepat di Suriah dan wafat tahun 676 Hijriah.

Keutamaan salat dhuha
Berikut kumpulan terjemahan hadits tentang sholat dhuha yang diambil dari kitab Riyadhush Shalihin jilid 2: takhrij hadist berdasarkan takhrij dari kitab-kitab Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani/ Syaikh Muhammad bin Shalih Al Ustmani terbitan Cardova Media.

Bab 206 -tentang keutamaan sholat dhuha, seruan untuk memeliharanya, dan keterangan tentang jumlah minimal, maksimal, dan Pertengahan rakaatnya.

- Dari Abu Hurairah R.A, dia berkata: " Kekasihku (Rasulullah) mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari berturut-turut setiap bulan (tanggal 13, 14, 15), melaksanakan sholat dhuha dua rakaat, dan witir sebelum tidur" ( HR. Muttafaq 'alaih).

- Dari Abu Dzar R.A, dari Nabi S.A.W beliau bersabda: " Setiap pagi dari persendian masing-masing kalian ada sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takdir adalah sedekah, setiap amar ma'ruf adalah sedekah, setiap mencegah dari kemungkaran adalah sedekah, dan semuanya itu tercukupi dengan dua rakaat sholat dhuha" (HR. Muslim).

- Dari Aisyah R.A dia berkata: " Rasulullah S.A.W pernah melakukan sholat dhuha sebanyak empat rakaat dan terkadang beliau menambah sekehendak Allah" (HR. Muslim).

- Dari Ummu Hani' Fakhitah binti Abi Thalib R.A dia berkata " Saya pergi menemui Rasulullah S.A.W pada waktu fathu Makkah, lalu saya mendapatkan beliau sedang mandi, setelah selesai mandi beliau salat delapan rakaat- yaitu pada waktu dhuha" (HR. Muttafaq 'alaih)

Bab 207 - Tentang boleh melakukan salat dhuha dari meningginya matahari hingga tergelincirnya, dan yang lebih utama adalah ketika sinar matahari memanas dan waktu matahari telah meninggi.

- Dari Zaid bin Arkam R.a, bahwasanya dia pernah melihat suatu kaum yang tengah mengerjakan salat dhuha, lalu dia berkata "Tidakkah mereka tahu bahwa salat di luar waktu ini lebih utama? Sebab Rasulullah S.A.W bersabda: " Salat awwabin (orang yang bertaubat) dikerjakan ketika anak unta mulai beranjak karena kepanasan" (HR. Muslim).

Bacaan niat salat dhuha:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Usholli sunnatddhuha rak'ataini lillahita'ala

Artinya: "Saya niat salat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah ta'ala".

(Much Ibnu Thoyib Muzakki)

Foto: Ilustrasi sholat, dok. Radar Cirebon

EDITOR: Mohamad Nur Asikin