JawaPos.com - Ekonomi masyarakat dan penanggulangan radikalisme menjadi pembicaraan utama dalam pertemuan GP Ansor dengan Wapres KH Ma’ruf Amin kemarin (4/12). Dalam pertemuan di Kantor Wapres itu, Ma’ruf meminta Ansor mengambil peran-peran kerakyatan sesuai dengan basis massa Nahdlatul Ulama (NU).
Tujuh pengurus GP Ansor yang dipimpin ketua umumnya, Yaqut Cholil Qoumas, hadir di Kantor Wapres sekitar pukul 13.00. Begitu Ma’ruf hadir di ruangan, mereka bergantian mencium tangan mantan rais am PB NU itu. ’’Ini silaturahmi pertama setelah pemilu,’’ ujar Yaqut pada awal pertemuan.
Dalam pertemuan hampir setengah jam itu, kedua pihak membicarakan sejumlah hal. ’’Soal situasi politik, sosial keagamaan, hukum dan ekonomi syariah, serta komitmen pada UMKM,’’ terang Yaqut setelah pertemuan. Prinsipnya, Ansor diminta ikut berkontribusi dalam pemerintahan saat ini.
Ada tiga bidang utama bagi Ansor untuk berkontribusi. Yaitu, pencegahan terorisme dan radikalisme. Kemudian, pengembangan UMKM. Terakhir, upaya mengurangi pengangguran. Tiga hal tersebut paling dekat dengan masyarakat saat ini sehingga perlu pendekatan yang lebih intensif.
Yaqut juga kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak mundur dari upaya penanganan terorisme dan radikalisme. ’’Bukan mundur, tapi mengurangi peran,’’ lanjutnya. Sebab, pemerintah sudah menyatakan bakal serius dan hadir untuk menangani kasus-kasus intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
Dengan komitmen itu, Ansor memandang peran organisasi tersebut tidak lagi terlalu diperlukan. Namun, pada prinsipnya, pihaknya tetap akan ikut dalam upaya pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme lewat jalur di luar pemerintah.