JawaPos.com - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mendorong agar setiap individu baik dari pemerintah dan masyarakat dapat berkomitmen untuk tidak korupsi. Hal ini disampaikan Risma usai acara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Senin (11/12).
"Gerakan ini harus terus digaungkan karena seperti di Surabaya itu bergeser sekarang justru di masyarakatnya.
Karena itu memang harus terus didorong bagaimana komitmen untuk tidak korupsi," kata Risma.
Menurut Risma, gerakan ini akan berhasil jika masyarakat bahkan pemerintah tahu keuntungan tidak korupsi ini akan bermanfaat sekali bagi kelangsungan. "Contohnya seperti yang kita lakukan, coba berapa orang bisa makan bisa sekolah kemudian berapa orang kalo sakit tidak perlu takut. Karena ada orang takut sakit karena mahal sekali kan biaya rumah sakit," ungkapnya.
Wali Kota Surabaya ini menyadari, seharusnya merupakan kewajiban dari pemerintah untuk memberikan fasilitas yang terbaik untuk masyarakat. Bahkan apa yang dibutuhkan masyarakat seharusnya pemerintah dapat menyediakan. Oleh karena itu, Risma memilih untuk komitmen memberikan apa yang menjadi hak rakyat.
"Saya rasa kalau kita semua sadar maka uang itu akan kembali kepada masyarakat," tegasnya.
Dalam memberantas korupsi, Risma mengimbau agar gerakan antikorupsi ditanamkan pada diri sendiri dulu. Baru dapat menjadi teladan untuk orang lain. "Ya saya pikir kita harus memberikan contoh ya. Memberikan tauladan. Kalau kita benar dan tidak melakukan apa-apa (bersih) keluarga dan lingkungan kita akan terpengaruh" ujar Risma.
Walaupun Risma mengakui di Surabaya korupsi belum dapat dikatakan bersih. Tapi pemerintah Surabaya terus berupaya dan memaksimalkan transparansi. Mengkomunikasikan dengan masyarakat tentang gerakan antikorupsi dengan harapan semua dapat saling mengontrol.