JawaPos.com - Primaria Fest 2026 siap memeriahkan panggung musik di Semarang dengan membawa energi Indonesian Bounce Music (IBM). Festival musik tersebut akan digelar pada 11 September 2026 di Marina Convention Center, Semarang, dengan menghadirkan sejumlah musisi yang dekat dengan selera penikmat musik Indonesia masa kini.
Sejumlah nama telah masuk dalam daftar penampil Primaria Fest Semarang. NDX A.K.A, Bravy, Tenxi, dan Juan Reza akan menjadi performer utama yang siap menghibur para pengunjung. Sementara itu, Om Lorensa, Mentik Wangi, dan Pertelon Koplo turut melengkapi jajaran pengisi acara.
Kehadiran para musisi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Primaria Fest 2026. Festival ini dirancang untuk menghadirkan perpaduan berbagai warna musik, mulai dari koplo dan Indonesian Bounce Music hingga electronic performance serta hiburan yang berkaitan erat dengan komunitas.
Perkembangan Indonesian Bounce Music sendiri turut menjadi latar belakang hadirnya Primaria Fest. Dalam beberapa tahun terakhir, genre yang sebelumnya kerap dianggap sebagai musik alternatif atau guilty pleasure tersebut semakin mendapat tempat di kalangan generasi masa kini.
Festival Director Primaria Fest, Reza Lubis, menilai Indonesian Bounce Music kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar genre musik. Menurutnya, IBM juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengekspresikan keberagaman, kebersamaan, serta semangat generasi masa kini.
“Lebih dari sekadar genre musik, Indonesian Bounce Music kini berkembang menjadi medium ekspresi yang merepresentasikan keberagaman, kebersamaan, dan semangat generasi masa kini. Di tengah berbagai stigma yang pernah melekat pada musik koplo dan turunannya, semakin banyak generasi masa kini yang menjadikan Indonesian Bounce Music sebagai bagian dari identitas budaya yang mereka banggakan,” ungkap Reza dalam keterangannya.
Menurut Reza, perkembangan tersebut turut dipengaruhi oleh popularitas platform digital, budaya komunitas, serta semakin eratnya hubungan antara musik dan gaya hidup. Indonesian Bounce Music pun tidak lagi hanya terdengar melalui playlist pribadi, tetapi telah hadir di berbagai panggung hiburan, klub, hingga festival musik.
Primaria Fest hadir dengan membawa semangat tersebut ke dalam sebuah festival yang ingin memberikan ruang ekspresi bagi penikmat Indonesian Bounce Music.
Pengunjung nantinya tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga diajak bernyanyi, berjoget, berinteraksi, dan menikmati musik lokal bersama-sama dalam suasana yang aman, positif, dan menyenangkan.
Bagi Primaria Fest, Indonesian Bounce Music merupakan salah satu bentuk kreativitas budaya populer Indonesia yang mempunyai karakter kuat serta dekat dengan masyarakat. Festival ini sekaligus diharapkan dapat mendorong kebanggaan terhadap karya musik lokal dan memperkuat posisi Indonesian Bounce Music sebagai bagian dari identitas musik Indonesia yang berpotensi dikenal lebih luas.
Primaria Fest 2026 di Semarang tidak hanya mengandalkan daftar performer sebagai daya tarik. Festival ini juga mengusung konsep experience-driven, sehingga pengunjung akan mendapatkan pengalaman yang lebih interaktif selama acara berlangsung.
Reza menjelaskan, Primaria Fest merupakan platform festival yang diinisiasi oleh Resonine dengan tujuan membangun ekosistem kreatif melalui musik, pengalaman, dan komunitas.
“Kami ingin menghadirkan format festival yang tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman kolektif yang terasa lebih dekat, personal, dan partisipatif. Kami percaya Indonesian Bounce Music memiliki karakter yang unik dan autentik sebagai bagian dari budaya populer Indonesia yang patut dibanggakan bersama,” imbuh Reza.
Konsep interaktif tersebut akan diterapkan melalui berbagai aktivitas yang memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara performer dan audiens. Elemen sing along serta berbagai kegiatan berbasis partisipasi juga akan menjadi bagian dari pengalaman festival.
“Lewat Primaria Fest, kami ingin mengubah cara menikmati musik. Dari sekadar menyaksikan pertunjukan menjadi pengalaman bersama yang lebih emosional, ekspresif, dan menyenangkan. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang melihat Indonesian Bounce Music sebagai karya budaya yang membanggakan dan memiliki tempat yang sejajar dengan genre musik lainnya, baik di Indonesia maupun di panggung internasional,” pungkas Reza.