← Beranda
Film Iyus Jenius Bawa Nostalgia Lagu Papa T. Bob, Tayang di Bioskop Mulai September 2026
Abdul RahmanSenin, 7 September 2026 | 03.43 WIB
Jumpa pers film Iyus Jenius. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Film musikal anak Iyus Jenius dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 September 2026. Tak hanya menawarkan cerita tentang kehidupan seorang anak, film ini juga membawa kembali lagu-lagu karya Papa T. Bob yang pernah menjadi bagian dari masa kecil banyak keluarga Indonesia.

Film yang diproduseri Gandhi Fernando tersebut mengikuti kisah Iyus, bocah 10 tahun yang diperankan Kevin Abadio. Kehidupan Iyus berubah setelah sang ayah meninggal dunia akibat kecelakaan.

Kehilangan itu membuat Iyus menjadi anak yang pendiam dan kehilangan semangat belajar. Prestasinya menurun, sementara persoalan lain seperti perundungan dan krisis kepercayaan diri turut membuat kehidupannya semakin berat.

Di tengah situasi tersebut, hadir sosok Babah T. Bob. Melalui musik, imajinasi, dan persahabatan, Babah T. Bob membantu Iyus perlahan menemukan kembali semangat dan kepercayaan dirinya.

Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Parung Panjang, Warga Keluhkan Debu Lebih Kasar

Kekuatan lain Iyus Jenius terletak pada konsep musikalnya. Film ini menghadirkan sejumlah lagu ciptaan Papa T. Bob, pencipta lagu anak yang dikenal melalui karya seperti Diobok-obok, Jangan Marah, dan Aku Takut Mamaku Marah.

Bagi Babah T. Bob, keterlibatannya dalam film tersebut bukan sekadar bagian dari produksi. Iyus Jenius menjadi upaya untuk mengenalkan kembali sosok dan karya Papa T. Bob kepada anak-anak generasi sekarang.

“Kita pengen orang aware dulu bahwa ada Papa T. Bob, pencipta lagu legendaris anak yang sudah diakui oleh Indonesia,” kata Babah T. Bob, anak mendiang Papa T. Bob, di bilangan Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (6/9).

Ia berharap para orang tua dapat ikut memperkenalkan lagu-lagu yang pernah mereka dengarkan ketika kecil kepada anak-anak mereka. Namun, lagu-lagu lama tersebut tidak sekadar diputar kembali dalam bentuk aslinya.

Tim produksi melakukan pengemasan dengan pendekatan musik yang lebih modern agar dapat diterima oleh penonton masa kini.

“Kami juga mengemasnya lebih modern untuk musiknya,” ujar Babah T. Bob.

Dari ratusan lagu yang pernah diciptakan Papa T. Bob, tim kemudian memilih karya yang dinilai paling sesuai dengan jalan cerita Iyus Jenius.

“Karena ada ratusan lagu justru lebih susah milihnya. Sebetulnya kita lihat bagaimana relevansinya untuk di film ini. Tapi keuntungannya, kalau film ini dibikin kelanjutannya masih banyak stok lagu,” tuturnya.

Film tersebut juga tidak hanya mengandalkan lagu-lagu lama. Babah T. Bob juga menyebut film Iyus Jenius menghadirkan tujuh lagu Papa T. Bob dan dua lagu baru.

Dua lagu baru diperlukan karena cerita film memiliki sisi emosional yang tidak seluruhnya dapat diwakili oleh lagu-lagu Papa T. Bob. Menurut Babah T. Bob, karya-karya sang ayah lebih identik dengan suasana ceria dan pesan edukatif.

“Dua lagu baru yang merepresentasikan tentang kesedihan. Karena rata-rata lagu Papa T. Bob nggak ada yang sedih, selalu edukasi dan riang. Karena di film ini membutuhkan drama dan segala macam, kita harus selipkan dua lagu baru,” jelasnya.

Ingin Jadi Pilihan Tontonan Anak

Film Iyus Jenius juga membawa misi untuk menghadirkan alternatif tontonan bagi anak-anak Indonesia. Babah T. Bob melihat perkembangan internet dan media sosial membuat anak-anak kini memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai jenis konten.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan melarang anak menggunakan handphone atau mengakses platform digital. Anak juga membutuhkan pilihan tontonan yang dapat dinikmati dengan pendampingan orang tua.

“Kita pengen film Iyus Jenius menjadi pilihan tontonan bagi anak-anak. Karena gini, banyak orang tua melarang anaknya untuk memegang handphone, tidak boleh main Roblox atau main apa pun medsos. Anak itu akhirnya merasa terkekang,” katanya.

Karena itu, ia berharap orang tua tetap memberikan bimbingan sekaligus menyediakan alternatif hiburan yang sesuai dengan perkembangan anak.

“Kenapa nggak kita bikin pilihannya buat anak? Jadi orang tua tetap guide anaknya, tetap di bawah bimbingan orang tua, namun mereka punya pilihan yang bagus,” ujar Babah T. Bob.

Ia menyadari perkembangan teknologi tidak mungkin sepenuhnya dihentikan. Anak-anak akan tetap bersentuhan dengan gawai, media sosial, permainan digital, maupun berbagai konten di internet.

“Kita nggak bisa membendung untuk semuanya tidak megang handphone, medsos, dan tidak terpapar konten yang sekarang sudah membludak. Jadi, kita mencoba dari film musik anak Iyus Jenius ini menjadi pilihan,” tuturnya.

Menurut Babah T. Bob, anak-anak sebenarnya tidak kekurangan konten digital. Persoalannya justru pilihan tayangan anak di televisi dinilai masih sangat terbatas.

Baca Juga: DJ Katty Butterfly Dituntut Ganti Rugi Rp 146 Juta hingga Diancam Proses Hukum Buntut Batal Tampil

“Anak-anak tidak pernah kekurangan konten di YouTube, tapi anak-anak selalu kekurangan konten di TV,” katanya.

Ia pun berharap karya yang ditujukan untuk anak-anak ini mendapat perhatian lebih besar dari berbagai pihak, termasuk pemerintah.

EDITOR: Abdul Rahman