← Beranda
Sinopsis Film Iron Lung (2026): Film Debut Markiplier yang Dijamin Membuat Tidur Tidak Tenang
Alberta Dionny NatanuelSabtu, 22 Agustus 2026 | 03.44 WIB
Poster Iron Lung (2026) (IMDb)

 

JawaPos.com - Kehidupan setelah kiamat dipenuhi dengan mereka yang selalu berusaha untuk selamat dan mengembalikan dunia lama mereka. Manusia yang tersisa akan mencoba untuk melakukan sesuatu dengan cara mereka sendiri, entah itu benar atau salah. 

Setelah orang-orang yang tersisa berhasil membangun komunitas mereka, kemudian dibuat peraturan agar tidak terjadi kekacauan. Mereka yang melanggarnya akan mendapatkan hukuman setara. Namun, masih ada saja mereka yang tertuduh dan sebenarnya tidak bersalah malah menanggung dosa para penjahat. 

Di sebuah periode di masa depan nanti, ada kemungkinan manusia akan meninggalkan Bumi dan tinggal di planet lain. Akan tetapi, ketakutan akan hari kiamat masih tetap ada. 

Di tempat itu, kemanusiaan mengalami sebuah peristiwa yang mereka sebut "Quiet Rapture" (Kiamat Sunyi) karena peristiwa tersebut benar-benar terjadi secara tiba-tiba dan tanpa ada pertanda apapun. 

Baca Juga: Sinopsis Film Free Guy (2021): Ketika Karakter-Karakter dalam Game Menjadi Benar-Benar Hidup

Seluruh kehidupan di koloni tersebut, kecuali sedikit yang selamat, binasa. Termasuk flora, fauna, oksigen, maupun sumber daya lainnya. Mereka yang selamat bertahan karena mereka berada di dalam stasiun, bungker, kapal dan lokasi-lokasi terlindung. 

Di luar tempat-tempat ini, yang ada hanyalah lautan darah manusia. Tidak hanya itu, lautan darah ini mengandung radiasi besar yang sangat berbahaya. 

Orang-orang yang tersisa kemudian mendirikan pemerintahan kecil yang disebut Konsolidasi Besi. Pemerintahan baru ini sering menjatuhi hukuman pidana melalui sistem vonis, dimana para narapidana menebus perbuatan mereka melalui kerja wajib yang dianggap bermanfaat bagi kepentingan bersama. 

Seperti Simon (Mark Fischbach/Markiplier) yang dijatuhi tugas besar setelah ia ditangkap. Ia harus menjadi pilot sebuah kapal selam tanpa jendela untuk membantu para peneliti. Kapal ini disebut Iron Lung. 

Kesalahan Simon hanyalah hidup bersama komunitas independen bernama Eden. Kelompok ini dulunya adalah salah satu komunitas besar yang memiliki ideologi dan kepercayaan Mars. akibatnya, Konsolidasi melihat mereka sebagai ancaman dan kultus yang berbahaya. 

Simon dan beberapa lainnya ditangkap lalu satu per satu melaksanakan hukuman mereka. Kali ini giliran Simon. 

Para teknisi kapal memasukkan Simon dan menyegel pintu masuknya, agar kapal tidak kemasukan darah serta radiasi. Simon lalu dilepaskan ke dalam lautan darah dan ditugaskan untuk mendokumentasikan lingkungan sekitar dengan kamera UV khusus, serta mengambil sampel dari tengkorak raksasa di bawah permukaan laut. Setelah ia berhasil, Simon dijanjikan kebebasan.

Karena tidak memiliki jendela, Simon bergantung pada peta hasil dokumentasi sebelumnya dan hasil foto-foto yang ia dapatkan. Akan tetapi, karena kapal dibuat dengan bahan dan peralatan seadanya, Simon sering kehilangan kontak dengan para teknisi. 

Dalam perjalanannya, Simon menyadari hal-hal aneh. Kapalnya sering mengalami getaran dan benturan aneh, serta Simon menemukan berbagai jejak yang menunjukkan bahwa ada organisme hidup di lautan darah. 

Karena keheningan yang mencekam dan benturan di kepala, Simon mulai mengalami halusinasi serta mendengar suara-suara. Tapi ia tahu pasti bahwa ia berhasil menemukan rekaman suara dari pilot Iron Lung sebelumnya. Dan ternyata pilot adalah seseorang yang ia kenal sebelum ia ditahan. 

Baca Juga: Sinopsis Film Journey 2: The Mysterious Island, Kembali Berpetualang Bersama Karya Jules Verne

Di dalam lautan itu, Simon juga menemukan bangkai dari kapal SM-8. Kapal ini memiliki desain yang mirip dengan Iron Lung, tapi dengan tujuan yang berbeda. SM-8 didesain untuk pengawasan lama di dalam laut darah dan dikendarai oleh peneliti, sehingga dipastikan lebih aman. 

Simon berhasil mengunduh kotak hitam SM-8 dan membuka datanya. Tapi data yang ia temukan hanya membuatnya resah. Karena Iron Lung adalah hukuman mati bagi para narapidananya. 

Film Iron Lung (2026) adalah adaptasi dari game horor sains fiksi dengan judul yang sama. Film ini juga menarik banyak perhatian karena ini adalah film debut Mark Fischbach sebagai sutradara dan penulis mandiri. 

Walaupun film ini adalah adaptasi dari sebuah game, Iron Lung sendiri pun bukanlah game untuk anak-anak, sehingga film ini juga tidak layak dijadikan sebagai tontonan anak. Tidak hanya karena adegan grafisnya, tapi juga plot cerita yang mencekam. 

Film ini mendapatkan skor 5.8/10 di IMDb dan 86% Popcornmeter di Rotten Tomatoes. 

EDITOR: Candra Mega Sari