← Beranda
Gaia Music Festival 2026 Siap Digelar 14-15 Agustus Nanti, Ada RAN hingga Gigi Jazz Project 
Nanda PrayogaRabu, 8 Juli 2026 | 01.35 WIB
Gaia Music Festival (GMF) kembali digelar tahun ini dengan membawa semangat inklusivitas melalui tema "Music For All". (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gaia Music Festival (GMF) kembali digelar tahun ini dengan membawa semangat inklusivitas melalui tema "Music For All". Memasuki penyelenggaraan kelima, festival musik yang menjadi agenda tahunan tersebut akan berlangsung pada 14-15 Agustus 2026 di kawasan The Gaia Hotel Bandung.

Kepastian penyelenggaraan GMF 2026 diumumkan dalam konferensi pers di Habitate Jakarta, Selasa (7/7). Tahun ini, penyelenggara ingin menghadirkan festival yang dapat dinikmati seluruh kalangan tanpa memandang usia maupun selera musik.

Ketua Gaia Music Festival, Rony Triawan, mengatakan tema Music For All dipilih karena musik diyakini mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan banyak orang.

Baca Juga: Hashim Sebut Langkah Menhut Raja Antoni Perkuat Polhut Dapat Perhatian Prince William

"Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri saat ini, kami percaya masyarakat tetap membutuhkan ruang untuk menikmati hiburan dan terhubung satu sama lain. Melalui tema Music For All, kami ingin membuktikan bahwa musik mampu mempertemukan musisi, komunitas, dan penonton dari berbagai generasi serta latar belakang dalam satu pengalaman yang hangat dan bermakna," ujar Rony Triawan.

Selama empat tahun terakhir, Gaia Music Festival berkembang bukan hanya sebagai ajang pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang berkumpul bagi komunitas kreatif, keluarga, pelaku seni, hingga penikmat musik dalam suasana yang mengedepankan kebersamaan.

Pada edisi tahun ini, GMF menghadirkan deretan musisi dari berbagai genre. Mereka antara lain Gigi Jazz Project, RAN, Teddy Adhitya, Adikara, Littlefingers, Keubitbit, Love Is, serta kolaborasi spesial Karimata bersama Tiara Effendy.

Baca Juga: PHK 3.200 Karyawan Xbox, Indikasi Serius Bisnis Gaming Lesu

Selain panggung utama, penyelenggara juga kembali menghadirkan Endless Stage. Di panggung alternatif tersebut, Bass G bersama Song Brothers dijadwalkan tampil selama dua hari dengan konsep pertunjukan yang lebih santai dan interaktif berlatar panorama alam The Gaia Hotel Bandung.

Adapun, sejumlah musisi turut membagikan persiapan mereka menjelang festival. Chandra Darusman mengungkapkan Karimata akan kembali mengusung konsep kolaborasi yang selama ini menjadi ciri khas grup tersebut.

"Karimata selalu menghadirkan warna baru dalam setiap penampilan melalui kolaborasi dengan para vokalis lokal. Di Gaia Music Festival 2026, kami akan tampil bersama Tiara Effendy dan memberikan penampilan terbaik bagi seluruh penonton yang hadir untuk menikmati musik bersama kami," ujar Chandra Darusman.

Sementara itu, Dewa Budjana memastikan Gigi Jazz Project akan tampil dengan konsep berbeda dibanding penampilan sebelumnya.

"Kami akan membawakan lagu-lagu GIGI dalam balutan aransemen jazz yang telah kami persiapkan khusus. Beberapa materi dari album live terbaru juga akan kami tampilkan dengan sentuhan yang berbeda sehingga memberikan pengalaman baru bagi para penonton," ujar Dewa Budjana.

Hal senada disampaikan Gusti Hendy. Menurutnya, aransemen baru diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi para penggemar GIGI.

"Lagu-lagu yang selama ini dikenal sebagai karya GIGI akan kami sajikan dengan aransemen jazz yang segar. Kami berharap penampilan ini dapat memberikan warna baru sekaligus menjadi pengalaman yang berkesan bagi para penonton di Gaia Music Festival 2026," kata Gusti Hendy.

Baca Juga: Sering Menutup Pintu-Jendela demi Lindungi Anak dari Penyakit? Dokter Ingatkan Bahaya Rumah Minim Sirkulasi Udara

Jason Mountario dari Love Is juga mengaku tidak sabar tampil di panggung GMF tahun ini. Ia menyebut grupnya akan membawakan materi dari album terbaru.

"Kami akan membawakan karya-karya dari album terbaru Love Is pada hari kedua Gaia Music Festival. Yang paling kami nantikan adalah kesempatan untuk menghadirkan improvisasi di atas panggung, karena selalu ada kejutan yang membuat setiap penampilan terasa berbeda. Kami berharap dapat memberikan pengalaman yang berkesan kepada para penonton," ujar Jason Mountario.

Sementara itu, Teddy Adhitya mengaku salah satu alasan dirinya antusias kembali tampil adalah atmosfer khas yang dimiliki Gaia Music Festival.

"Selalu menyenangkan bisa tampil di Bandung, terlebih di Gaia Music Festival yang memiliki ambience yang begitu khas. Persiapan kami sudah berjalan dan akan terus dimaksimalkan hingga hari pertunjukan nanti agar dapat memberikan penampilan terbaik bagi seluruh penonton," tutur Teddy Adhitya.

Di sisi lain, Founder Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono, menjelaskan proses kurasi penampil selalu dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara musisi senior dan talenta baru.

Baca Juga: Sering Menutup Pintu-Jendela demi Lindungi Anak dari Penyakit? Dokter Ingatkan Bahaya Rumah Minim Sirkulasi Udara

"Menghadirkan festival dengan satu panggung tentu menjadi tantangan tersendiri. Kami ingin memberikan ruang bagi musisi baru untuk memperkenalkan karyanya, sekaligus menghadirkan nama-nama yang telah memiliki perjalanan panjang di industri musik. Kami juga melihat pengunjung Gaia Music Festival datang dengan ekspektasi akan pengalaman menikmati musik berkualitas, mulai dari kurasi penampil hingga kualitas panggung, tata suara, dan tata cahaya yang mendukung pengalaman tersebut," ujar Bagas Indyatmono.

Menjelang penyelenggaraan festival, panitia juga menggelar rangkaian Road to Gaia Music Festival 2026 melalui program GMF Takeover di Beebop Bar & Kitchen, Jakarta.

Program tersebut menghadirkan sesi jam session yang mempertemukan para musisi Gaia Music Festival bersama Bass G dalam format pertunjukan yang lebih intim. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan festival sekaligus mempererat hubungan dengan komunitas musik.

Penyelenggara menargetkan lebih dari 1.000 pengunjung hadir selama dua hari penyelenggaraan. Gaia Music Festival juga diharapkan kembali memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri musik, pariwisata, serta ekonomi kreatif di Bandung.

Selain menghadirkan hiburan, GMF 2026 juga mengedepankan aspek inklusivitas dan keberlanjutan. Area festival disiapkan agar ramah bagi keluarga maupun penyandang disabilitas, sementara berbagai inisiatif ramah lingkungan akan diterapkan untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga: Belanja Negara Melampaui Target, Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN Melebar jadi 2,85 Persen dari PDB

Melalui konsep tersebut, Gaia Music Festival 2026 ingin kembali menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati musik, membangun koneksi, sekaligus merayakan keberagaman dalam suasana yang hangat dan terbuka bagi semua kalangan.

EDITOR: Bintang Pradewo