← Beranda
Masters of The Universe: Nostalgia Manis yang Bertele-tele
Banu AdikaraRabu, 3 Juni 2026 | 21.51 WIB
Adegan film Masters of The Universe. (Sony)

 

JawaPos.com - Bagi generasi baru, sosok He-Man dalam franchise Masters of The Universe mungkin adalah figur yang cukup asing. Secara fisik, penampilannya yang penuh otot dan bertelanjang dada sembari membawa pedang besar juga bukan sosok ideal superhero atau jagoan era sekarang yang lekat dengan kostum dan segala macam kemampuan teknologinya yang memanjakan mata.

Namun, di tahun 1980-an, He-Man adalah simbol dari sosok pahlawan sejati. Ia adalah lambang kebenaran, keadilan, kejantanan dan maskulinitas. Mulai dari film animasi, live action, komik, hingga action figure, sosok protagonis karya Roger Sweet ini sudah malang melintang menjadi salah satu ikon pop culture pada masanya.

Oleh MGM dan Sony, sosok He-Man kembali dihidupkan dalam live action terbaru dengan judul yang sama.

Baca Juga: Mazmur Pembantaian dalam Liturgi Darah: 'Hellsing' dan Fetish Manusia dalam Menikmati Kekerasan

Berdurasi selama 141 menit, Masters of The Universe yang dibintangi oleh Nicholas Galitzine, Jared Leto, Camila Mendes dan lainnya ini cukup menawarkan sensasi nostalgis yang manis yang, sayangnya, berangsur menjemukan karena terlalu bertele-tele.

Masters of The Universe berkisah tentang Adam Glenn, seorang pangeran dari dunia bernama Eternia yang terlempar ke bumi setelah kampung halamannya diserbu dan dijajah oleh kekuatan kegelapan yang dipimpin oleh Skeletor, seorang penyihir tangguh berwujud tengkorak.

Untuk bisa kembali ke Eternia, Adam membutuhkan sebuah pedang bernama Pedang Kekuatan. Sial, pedang tersebut hilang saat Adam jatuh di bumi.

Baca Juga: 'Detroit Metal City' dan Matinya Simbol Pemberontakan di Tangan Industri Hiburan

Tak kunjung menemukan pedang tersebut, Adam harus menjalani kehidupan di bumi sebagai seorang karyawan kantor biasa dengan hidup yang monoton.

Pencarian Adam akan Pedang Kekuatan berakhir setelah ia menemukannya di dalam sebuah toko mainan. Tak butuh waktu lama, Adam pun segera diburu oleh anak buah Skeletor yang juga mendeteksi keberadaan pedang itu.'

Dengan bantuan Teela, teman masa kecilnya, Adam pun berhasil kembali ke Eternia untuk merebut kembali kerajaannya dari tangan Skeletor.

Disutradarai oleh Travis Knight, Masters of The Universe awalnya hadir sebagai film yang sangat menghibur lewat visual yang memanjakan mata.

Penokohan para karakter pendukung di dalamnya, seperti King Randor, Queen Marlena Glenn, Sorceress dan Mat-At-Arms juga berhasil menggambarkan pergelutan Glenn dari seorang anak lemah menjadi He-Man yang tangguh dengan baik.

Tidak melulu soal baku hantam dan character development, Masters of The Universe juga dibumbui oleh humor yang membuat film ini semakin bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Baca Juga: Sirkus Tragis Tanpa Katarsis: Voyeurisme Menjijikkan Manusia Terhadap Penderitaan dalam 'Midori'

Sayang, semua hal ini hadir dalam porsi yang terlalu berlebih akibat durasi film yang terlampau lama.

Transformasi Glenn menjadi He-Man terasa begitu dragging karena sang sutradara sepertinya terlalu menikmati 'menyiksa' Glenn sebagai orang biasa yang dibikin babak belur oleh pasukan Skeletor.

Lamanya durasi dari film yang sebetulnya bisa dibilang sangat sederhana dari segi plot akhirnya memberi dampak buruk lain. Humor-humor yang awalnya menghibur lama-kelamaan menjadi sangat mengganggu dan tidak lucu lagi.

Baca Juga: Kala Manusia Menolak Langit: Filosofi 'Membunuh Tuhan' dalam JRPG

Bahkan hingga adegan puncak pertarungan antara He-Man dan Skeletor, skrip film ini masih sempat-sempatnya memosisikan He-Man sebagai seorang moitivator kantoran yang berusaha menyadarkan Skeletor akan perbuatannya yang jahat.

Hal-hal tidak penting ini yang akhirnya membuat momen nostalgis Masters of The Universe menjadi rusak. Di paruh akhir film, setidaknya dari sudut pandang pribadi, penonton bahkan sudah mulai tidak betah dan sudah menerka-nerka kapan film ini akan berakhir.

Namun, secara keseluruhan, Masters of The Universe tetaplah sebuah film yang layak ditonton, khususnya untuk Anda yang fasih dengan sosok He-Man dan tokoh-tokoh lain dalam petualangannya.

Masters of The Universe sudah bisa disaksikan di bioskop hari inim Rabu (3/6) 2026.

EDITOR: Banu Adikara