JawaPos.com - Begitu kita pindah rumah, salah satu hal pertama yang kita lakukan adalah memperkenalkan diri ke tetangga-tetangga sekitar kita. Dengan begitu, kita dapat membuat relasi atau teman baru yang dekat dengan kita.
Kalau kita beruntung, tetangga-tetangga kita dapat menjadi keluarga kedua bagi kita. Menggantikan keluarga-keluarga yang tinggal jauh dari kita.
Namun, tidak semua relasi atau hubungan baru ini dapat menguntungkan kita. Karena ada kemungkinan tetangga-tetangga baru kita ini memiliki maksud buruk kepada kita.
Pada tahun 1965, gedung apartemen Bramford terkenal karena dianggap sebagai apartemen kelas atas. Setiap unit apartemennya memiliki banyak sekali ruangan yang cukup untuk keluarga kecil, sehingga sangat cocok untuk pasangan Rosemary dan Guy Woodhouse (Mia Farrow dan John Cassavetes).
Baca Juga: Sinopsis Seri Shrek (2001-2010): Kehidupan dalam Dunia Dongeng Ternyata Jauh Lebih Menarik dan Rumit
Tapi di saat yang sama gedung apartemen juga terkenal karena rumor-rumor tentang penduduk sebelumnya. Pembunuh kanibal, satanis bahkan penyihir.
Tapi, Rosemary jatuh cinta pada unit apartemen kosong, bekas pemilik lama yang jatuh sakit dan harus dirawat di sebuah fasilitas khusus.
Guy sehari-harinya bekerja sebagai aktor. Ia membintangi banyak seri televisi dan iklan, tapi ia menginginkan peran besar dalam karirnya.
Rosemary adalah istri dan ibu rumah tangga biasa. Ia berasal dari kota kecil jauh dari New York, tempat ia tinggal sekarang. Tidak hanya itu, hubungannya dengan keluarganya juga jadi buruk setelah pernikahannya dengan Guy.
Rosemary berasal dari keluarga Katolik yang cukup ketat. Sedangkan Guy berasal dari keluarga campuran Yahudi dan Kristen. Tidak hanya itu, karir Guy juga dilihat tidak baik untuk Rosemary.
Karena itu, walaupun Rosemary memiliki banyak teman-teman baik, ia tidak lagi memiliki keluarga selain suaminya.
Suatu malam, saat Rosemary sedang mengerjakan cuciannya di ruang cuci bawah tanah, ia bertemu dengan salah satu tetangga barunya, Terry Gionnoffrio (Victoria Vetri).
Terry bercerita bahwa ia hanyalah mantan pecandu yang ditolong oleh pasangan tua Roman dan Minnie Castevet (Sidney Blackmer dan Ruth Gordon). Ia sekarang tinggal di apartemen yang bersebelahan dengan mereka, dan diterima seakan-akan anak mereka sendiri.
Terry bahkan mendapatkan sebuah kalung berisikan akar herbal, katanya kalung itu adalah jimat keberuntungan untuknya.
Rosemary awalnya merasa senang karena ia akhirnya mendapatkan teman satu gedung yang seumuran dengannya. Tapi pertemanan mereka berumur pendek, karena Terry beberapa hari kemudian ditemukan meninggal akibat jatuh dari jendelanya.
Rosemary dan Guy segera bertemu dengan pasangan Castevet setelah membantu polisi mengidentifikasi tubuh Terry. Pasangan kakek-nenek itu segera mengakrabkan diri dan mengundang mereka untuk makan malam bersama.
Rosemary awalnya sangat curiga dengan mereka, terutama karena sikap eksentrik mereka yang sangat aneh. Namun Guy malah sebaliknya, ia sering menemui mereka dan berkonsultasi kepada mereka.
Terutama setelah saingan terbesar Guy, Donald Baumgart, tiba-tiba menjadi buta. Akibatnya, Guy mendapatkan peran karakter utama yang seharusnya diperankan oleh Donald.
Lalu, tiba-tiba Guy mengumumkan kepada Rosemary bahwa ia menginginkan anak. Rosemary yang sudah siap untuk menjadi seorang ibu menjadi bersemangat pula. Mereka kemudian mempelajari siklus ovulasi Rosemary lebih cermat dan merencanakan malam spesial mereka.
Malam itu, Minnie datang untuk memberikan makanan pencuci mulut coklat mousse. Rosemary mengeluh bahwa rasa masakan Minnie semuanya aneh, tapi Guy menganggap keluhan Rosemary itu tidak pantas dan bahwa istrinya itu kurang berterima kasih.
Tiba-tiba setelah makan malam mereka, Rosemary merasa aneh seperti mabuk dan akhirnya pingsan, tapi malam itu ia mendapatkan mimpi yang sangat aneh. Di dalam mimpinya ia diperkosa oleh seseorang sambil ditonton oleh para tetangga tuanya.
Sejak saat itu, Rosemary mulai merasa dan menyadari banyak sekali hal-hal janggal pada tetangga-tetangganya.
Film Rosemary's Baby (1968) memiliki kisah yang unik karena walaupun bertema horor, tidak memiliki elemen-elemen yang membuat kaget penontonnya (jumpscare). Selain itu, memiliki karakter yang mudah bagi orang-orang merasa koneksi.
Film ini memenangkan cukup banyak penghargaan dan memasuki banyak nominasi pula. Ruth Gordon memenangkan Aktris Pendukung Terbaik pada Oscar Academy Award 1969 pula.
Film ini mendapatkan skor 8/10 di IMDb dan 97% Tomatometer di Rotten Tomatoes.
Baca Juga: Sinopsis Priest (2018-2019): Melihat Sedikit Lebih Dalam tentang Dunia Eksorsisme di Korea Selatan