JawaPos.com - Film animasi Netflix K-Pop Demon Hunters berhasil mencuri perhatian dunia dengan konsepnya yang unik.
Tidak hanya menyuguhkan kisah penuh aksi dan musik, film ini juga melahirkan grup virtual perempuan bernama HUNTR/X yang kini semakin populer di kalangan penggemar global.
Melansir laman TenAsia, para pengisi suara asli grup ini dikabarkan akan segera melangkah ke dunia nyata, yang menjadi sebuah langkah yang memicu rasa penasaran besar di industri hiburan.
Netflix bersama pihak penyelenggara telah mengonfirmasi bahwa EJAE, AUDREY NUNA, dan REI AMI, yang merupakan para vokalis asli di balik karakter HUNTR/X, akan tampil sebagai presenter di ajang bergengsi 2025 MTV Video Music Awards (MTV VMAs) yang akan digelar pada 7 November di UBS Arena, New York.
Kehadiran mereka akan menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya penggemar musik dari seluruh dunia dapat menyaksikan esensi HUNTR/X di atas panggung nyata.
Popularitas HUNTR/X tak lepas dari kesuksesan lagu-lagu mereka dalam original soundtrack (OST) film tersebut.
Baca Juga: Siap Raih Gelar Million-Seller ke-7, aespa Lampaui 1,11 Juta Pre-Order Album 'Rich Man'
Lagu seperti “Golden,” “How It’s Done,” dan “Take Down” sukses mendominasi tangga musik global serta mendapat sambutan luar biasa.
Secara khusus, “Golden” menjadi fenomena tersendiri karena viral di platform seperti TikTok dan YouTube Shorts, hingga melahirkan tren parodi yang membuat grup virtual ini semakin dikenal luas.
Besarnya respons publik juga melahirkan dorongan agar ketiga artis tersebut benar-benar tampil sebagai HUNTR/X di berbagai acara offline.
Baca Juga: Pertimbangkan Restorative Justice Direktur Eksekutif Lokataru Delpedro Marhaen
Sebagai langkah awal, EJAE, AUDREY NUNA, dan REI AMI dijadwalkan hadir dalam acara penandatanganan album pada 5 November, yang digelar untuk merayakan perilisan album fisik OST K-Pop Demon Hunters.
Acara ini menjadi kesempatan bagi penggemar untuk bertemu langsung dengan para vokalis yang telah menghidupkan karakter virtual tersebut.
Menurut seorang pakar industri musik global, kesuksesan HUNTR/X bahkan bisa membuka jalan baru dalam dunia hiburan.
“Setelah OST mereka meledak, tawaran kolaborasi terus berdatangan. Meski setiap artis memiliki gaya berbeda, sinergi mereka justru kuat. Jika proyek ini berhasil, HUNTR/X bisa menciptakan model bisnis baru untuk artis berbasis animasi," ungkap pakar tersebut.
Pernyataan senada juga datang dari pengamat industri lainnya yang menekankan bahwa kasus HUNTR/X cukup unik,
“Popularitas idol dan band virtual memang semakin meningkat, tapi sangat jarang pengisi suara asli benar-benar debut sebagai grup di dunia nyata. Jika HUNTR/X resmi tampil sebagai grup nyata, ini akan menjadi eksperimen menarik dalam memadukan dunia virtual dan nyata, sekaligus memperluas batasan industri K-Pop.”
Selain itu, fakta bahwa ketiga artis ini adalah Korean-American memberikan nilai tambah tersendiri.
Mereka dinilai memiliki posisi strategis untuk menjembatani penggemar domestik dan internasional, sehingga membuka peluang bagi K-Pop untuk menulis narasi baru di pasar global.
Dengan perkembangan ini, HUNTR/X berpotensi menjadi pionir dalam menciptakan tren baru di industri hiburan modern.