← Beranda
Hasui Kawase: Seniman Jepang yang Menginspirasi Hayao Miyazaki dalam Menciptakan Pemandangan di Film-Film Studio Ghibli
Mellyna Putri DiniarSabtu, 3 Februari 2024 | 19.20 WIB
Profil Hasui Kawase dan Salah Satu Karyanya ./(Wikipedia & Ronin gallery)

JawaPos.com – Studio Ghibli adalah salah satu studio animasi terkenal di dunia, yang telah menghasilkan banyak film klasik yang disukai oleh banyak orang.

Film-film Studio Ghibli tidak hanya menampilkan cerita yang menarik dan karakter yang menggemaskan, tetapi juga pemandangan yang indah dan memukau.

Tetapi, tahukah Anda bahwa pemandangan di film-film Studio Ghibli tersebut ternyata terinspirasi oleh seorang seniman Jepang yang hidup pada abad ke-20?

Dilansir dari Far Out Magazine, Sabtu (3/2), seniman tersebut adalah Hasui Kawase, seorang perancang cetak kayu yang menjadi salah satu tokoh utama gerakan shin-hanga atau yang disebut dengan gerakan cetak baru di Jepang.

Hasui Kawase (1883-1957) lahir di Tokyo dari keluarga pedagang tali dan benang. Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi seniman. Ia belajar melukis dengan gaya Barat dan Jepang dari beberapa guru, termasuk pamannya yang adalah seorang penulis dan jurnalis.

Namun, ia baru menemukan jati dirinya sebagai seniman ketika ia bertemu dengan Shōzaburō Watanabe, seorang penerbit cetak kayu yang mengajaknya untuk bergabung dengan gerakan shin-hanga.

Gerakan ini awal mulanya bertujuan untuk menghidupkan kembali seni cetak kayu atau ukiyo-e yang mulai ditinggalkan, dengan menggabungkan unsur-unsur tradisional dan modern.

Hasui bekerja hampir secara eksklusif pada cetak kayu pemandangan dan kota berdasarkan sketsa yang ia buat di Tokyo dan selama perjalanannya di seluruh Jepang. Ia merancang hampir seribu cetak kayu selama karier yang berlangsung hampir empat puluh tahun.

Karya-karyanya menampilkan subjek-subjek tradisional seperti kuil, jembatan, dan gunung, tetapi dengan gaya yang dipengaruhi oleh seni Barat, seperti perspektif, bayangan, dan efek cahaya.

Hasui menggunakan garis halus dan pilihan warna yang brilian untuk menciptakan gambar atmosfer yang membangkitkan rasa rindu dan nostalgia. Ia juga pandai menangkap keindahan alam di berbagai musim dan cuaca, seperti salju, hujan, dan kabut.

Hasui Kawase bahkan dianggap sebagai salah satu seniman ahli pemandangan terbaik di Jepang, dan mendapat julukan ‘poet of the landscape’, yang berarti seorang penyair pemandangan.

Hal ini mengacu pada seseorang yang bisa membuat pemandangan menjadi hidup dan bermakna dengan seni.

Kemampuan Hasui untuk menangkap keindahan alam bersama dengan pengalaman manusia memainkan peran penting dalam cinta Hayao Miyazaki, sutradara film animasi Studio Ghibli, terhadap Hasui Kawase.

Hayao Miyazaki mengaku terinspirasi oleh karya-karya Hasui dalam menciptakan pemandangan untuk film-filmnya.

Seperti My Neighbour Totoro (1988), Spirited Away (2001), dan Princess Mononoke (1997), semuanya menampilkan pemandangan yang sangat mengingatkan pada gaya cetak kayu Hasui.

Visual dan pemandangan baik di hutan yang subur atau pengaturan pedesaan yang indah, jelas bahwa Miyazaki selalu ingin memberikan penghormatan kepada salah satu seniman favoritnya itu.

Hasui Kawase meninggal pada tahun 1957, tetapi karya-karyanya tetap hidup dan dikagumi oleh banyak orang. Pada akhir hidupnya, pemerintah mengakui dia sebagai Harta Nasional Hidup atas kontribusinya terhadap budaya Jepang.

Karya-karyanya juga dipamerkan di berbagai museum dan galeri di seluruh dunia. Hasui Kawase adalah seniman yang berhasil mengabadikan keindahan Jepang dengan cetak kayu, dan menginspirasi generasi berikutnya dengan imajinasinya.

EDITOR: Hanny Suwindari