← Beranda
Toprak Razgatlioglu Beri Ulasan Suram Usai Jalani Tes MotoGP 2026 di Sepang Malaysia
Risma Azzah Fatin• Senin, 9 Februari 2026 | 06.28 WIB
Toprak Razgatlioglu (Instagram @pramacracing)

JawaPos.com – Toprak Razgatlioglu memberikan penilaian kurang menggembirakan usai menjalani tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Dilansir dari laman Crash pada Minggu (8/2), Pembalap rookie MotoGP itu mengakui masih mengalami banyak kesulitan dalam adaptasinya bersama Yamaha.

Ia bahkan memperkirakan akan menghadapi tantangan berat pada lima balapan awal musim.

Juara dunia Superbike tiga kali tersebut pertama kali menjajal motor MotoGP di Sepang pada uji coba awal pekan lalu.

Baca Juga: Ramalan Shio Terlengkap Sepekan Mulai 9 Februari 2026: Kelinci, Naga dan Ular

Pengujian kemudian berlanjut ke tes resmi yang dimulai pada Selasa. Namun, masalah mesin memaksa Yamaha menghentikan sementara aktivitas seluruh pembalapnya pada Rabu demi alasan keselamatan.

Setelah menemukan solusi sementara, Yamaha kembali melanjutkan pengujian pada Kamis dengan pendekatan lebih berhati-hati.

Dalam hasil keseluruhan tes, Razgatlioglu menempati posisi ke-19 dengan catatan waktu 1 menit 58,326 detik. Waktu tersebut terpaut hampir dua detik dari catatan tercepat milik Alex Marquez.

Baca Juga: Novel Berjudul 'Blair' Jadi Proyek Spin-off Terbaru 'Gossip Girl' Karya Cecily von Ziegesar

Razgatlioglu mengakui kesulitan terbesar yang dihadapinya adalah menyesuaikan gaya balapnya dengan karakter motor MotoGP.

Razgatlioglu juga menyebut posisinya yang berada di papan bawah klasemen berdampak langsung pada motivasinya. Menurutnya, kondisi tersebut sulit diterima setelah sukses besar yang diraihnya di ajang Superbike.

Pembalap asal Turki itu menjelaskan bahwa motor MotoGP tidak dapat dikendarai dengan cara yang sama seperti Superbike. Ia menilai teknik menikung harus dilakukan tanpa mengandalkan gas, menyerupai gaya balap Moto2.

Baca Juga: Ramalan Shio Terlengkap Sepekan Mulai 9 Februari 2026: Tikus, Kerbau dan Macan

Meski telah mendapat masukan dari pembalap lain, ia mengakui penerapannya di lintasan tidaklah mudah.

Selama pengujian, Razgatlioglu juga bereksperimen dengan berbagai pengaturan teknis, termasuk suspensi dan penggunaan sayap belakang.

Razgatlioglu juga mengaku mulai merasakan peningkatan saat pengereman setelah mencoba jok berbeda dengan sayap terpasang. Meski demikian, hasil tes di Sepang membuatnya menyadari bahwa proses adaptasi masih membutuhkan waktu panjang.

EDITOR: Hanny Suwindari