← Beranda
Francesco Bagnaia Akui Senang dan Marah usai Ducati Terlambat Temukan Perubahan Besar untuk GP25
Risma Azzah FatinRabu, 1 Oktober 2025 | 03.57 WIB
Francesco Bagnaia (Instagram @pecco63)

JawaPos.com – Francesco Bagnaia menutup MotoGP Jepang di Motegi dengan hasil sempurna setelah meraih pole position, kemenangan Sprint, dan juara Grand Prix.

Dilansir dari laman Crash pada Selasa (30/9), Perubahan signifikan yang dilakukan Ducati terbukti menjadi kunci kebangkitan sang juara dunia dua kali. Meski begitu, Bagnaia mengaku sangat senang, tapi juga sangat marah karena perubahan itu terlambat ditemukan.

Bagnaia sebelumnya menjalani musim mengecewakan dengan serangkaian masalah di bagian depan motornya.

Baca Juga: Hasil Akhir MotoGP Jepang 2025, Francesco Bagnaia Mendominasi dengan Kemenangan Sempurna

Kesulitan mengerem membuatnya gagal naik podium dalam sepuluh balapan terakhir. Namun, uji coba di Misano memberikan solusi besar dengan beberapa perubahan tidak konvensional pada motor Ducati GP25.

Dalam uji coba pasca-balapan di Misano, Bagnaia mencatat waktu 0,7 detik lebih cepat dibanding sebelumnya. 

Hasil itu memberinya kepercayaan diri tinggi saat memasuki akhir pekan di Jepang. Perubahan tersebut terbukti efektif karena Bagnaia mendominasi sejak latihan bebas pertama.

Baca Juga: Hasil Akhir Sprint MotoGP Jepang 2025, Francesco Bagnaia Sukses Raih Kemenangan

Sepanjang akhir pekan di Motegi, Bagnaia tampil tak tersentuh dengan memimpin setiap putaran di Sprint maupun balapan utama.

Bagnaia mengaku lega akhirnya bisa kembali mengendarai motor dengan perasaan alami tanpa melawan keterbatasan teknis. Kendati demikian, ia menyayangkan solusi tersebut tidak diterapkan lebih awal dalam musim ini.

Rumor menyebutkan bahwa Ducati menggunakan beberapa komponen lama seperti aerodinamika kursi belakang, lengan ayun, dan garpu untuk mendukung performa Bagnaia.

Meski mesin tidak dapat diubah sesuai regulasi, kombinasi tersebut membuat GP25 terasa mirip dengan motor GP24 tahun lalu. Bagnaia menegaskan perubahan ini membuatnya lebih percaya diri menghadapi trek dengan cengkeraman rendah.

Meski kemenangan di Jepang membuatnya memangkas jarak poin dengan Alex Marquez, peluang merebut gelar musim ini tetap sulit. Bagnaia kini tertinggal 66 poin dengan lima balapan tersisa.

Untuk saat ini Bagnaia hanya memilih fokus menikmati momen kebangkitan sekaligus memberikan selamat kepada Marc Marquez yang resmi mengunci gelar juara dunia.

Bagnaia juga sempat mengalami momen menegangkan ketika Desmosedici GP25 mengeluarkan asap di paruh akhir balapan.  Untungnya, motornya tidak mengalami kerusakan serius dan ia tidak mendapat sanksi hitam-oranye.

“Kalau sampai kena bendera itu, mungkin ini momen paling menyedihkan dalam karier saya,” ungkap Francesco Bagnaia seperti dikutip Crash.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho