JawaPos.com - Kemacetan panjang yang terjadi Rabu (7/3) kemarin, di sepanjang jalur Tol Jakarta-Cikampek sempat membuat pengendara stres. Hal ini lantaran pipa 80 ton terlepas dari kontainer.
AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan kemacetan dikarenakan adanya perpindahan kendaraan yang mengangkut sebuah pipa, dengan berat hampir 80 ton.
"Kemarin itu ada perpindahan kendaraan dari truk yang memuat pipa-pipa itu oleh crane. Itu memakan waktu beberapa lama. Sehingga menimbulkan kepadatan sampai ke Kota Jakarta. Sebenarnya itu ada di jalur Cikampek jadi imbasnya ada di kita," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (8/3).
Dalam peristiwa tersebut pihak kepolisian lalu lintas langsung melakukan penanganan dengan mengeluarkan kendaraan di pintu tol terdekat. "Kita lakukan dengan mengeluarkan kendaraan dari tol, yang kira-kira ada pintu keluar tol ya kita keluarkan," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa truk Multi Axle berplat nomor L-9752-UX sejak pagi telah berhenti di pinggir jalan tol Jakarta-Cikampek. Truk itu mengangkut pipa seberat 8 ton, namun dudukannya bergeser.
Dwimawan Heru menjelaskan truk milik perusahaan ekspedisi PT Surabaya Express itu dikendarai oleh Riyanto, 44. "Truk ini dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Karawang, muatan bagian depannya bergeser dari dudukan dan miring ke arah kanan, sehingga kendaraan harus berhenti di lajur 1,” kata Dwimawan.
Hampir selama 8 jam lebih, pengendara yang berada di tol Jakarta-Cikampek, Rabu (7/3) terkena macet parah. Alhasil, pengendara banyak yang memutar balik akibat insiden tersebut.
Valentinus, 30, salah seorang pengendara Sirion mengaku kesal dengan kemacetan itu. Pasalnya, petugas tidak bergerak cepat untuk mengatasi pipa yang bergeser dari truk kontainer.
Pengemudi roda empat banyak yang mematikan kendaraannya karena kemacetan total itu. "Saya hampir 8 jam di dalam Tol Jakarta-Cikampek. Sampai stres. Awalnya mau ke Bandung dan akhirnya saya batalin karena macet parah," kata pria muda itu kepada JawaPos.com, Kamis (8/3).
Dia mengatakan kemacetan sudah terjadi sejak di Tol Bekasi Barat. Sesampainya di Cikarang, dia tidak kuat dengan kemacetan parah itu. "Sudah akhirnya saya puter balik saja," singkat dia.
Valen—panggilan akrabnya—meminta pengelola tol lebih peka dengan kemacetan. Apalagi sedang ada pembangunan yang membuat macet bertambah parah. "Kalau bisa lebih diperbaiki oleh pengelola tol. Kita udah bayar tol bukan bayar parkir," ketus dia.