← Beranda
Isi Rumah Padat, Sulit Masuk maupun Keluar Saat Terbakar
Suryo Eko PrasetyoJumat, 10 Februari 2017 | 16.51 WIB
CARI PENYEBAB: Tim dari Labfor Polda Jatim meneliti kondisi rumah di Jalan Kapten Dulasim yang terbakar.



JawaPos.comAndai saja tetangga bisa masuk rumah korban, Edi dan Nanik mungkin terselamatkan. Dini hari itu, Ketua RT I, RW V, Kelurahan Singosari, Susilo berusaha sekuat tenaga. Mereka mendobrak pintu rumah di Jalan Kapten Dulasim I/3 tersebut. ”Kami ingin menyelamatkan Koh Sin,” ungkapnya. Koh Sin adalah panggilan akrab tetangga kepada Edi Supardi. Lelaki keturunan Tionghoa itu memang dikenal baik oleh warga sekitar.


Mengapa gagal? Menurut Susilo, pagar rumah korban sangat rapat. Pintu rumah berlapis. ”Jadi, kami tak bisa masuk,” ujarnya.


Rumah Edi dan Nanik menghadap timur. Luasnya mencapai 8 x 15 meter. Kondisinya terbagi dalam dua kavling. Ada tempat tinggal, ada pula tempat usaha. Sisi selatan digunakan untuk gudang. Sisi utara hingga memanjang ke dalam rumah dipakai untuk toko. Di bagian belakang, ada kamar tidur dan kamar mandi.


Meski lebar sampai 8 meter, hanya ada satu akses untuk masuk rumah tersebut. Posisinya berada di sisi utara, di bagian toko. Sementara itu, sisi selatan ditutup permanen. Untuk masuk rumah, perlu melewati pagar besi. Lalu, ada rolling door untuk buka tutup toko dan pintu masuk rumah. Di dalamnya, masih ada pintu serta jendela pembatas antara toko dan tempat tinggal.


Karena itu, warga sulit masuk saat hendak menolong pasangan tersebut. Padahal, sejumlah warga sudah nekat mendobrak pagar. Gembok dirusak, tapi sulit. Rolling door tetap tertutup rapat.


”Waktu itu kami mendengar teriakan Koh Sin. Tapi, api sudah tinggi. Warga tidak lagi bisa menolong,” ucap seorang warga. Diduga, lantaran sulit keluar rumah, Edi dan Nanik akhirnya menuju kamar mandi. Keduanya tewas di sana. (ris/c16/roz/sep/JPG)

EDITOR: Suryo Eko Prasetyo