← Beranda
Perut Masih Buncit Setelah Melahirkan? Hati-Hati, Jangan-Jangan Ini Diastasis Recti!
Cicilia MargaretthaRabu, 23 September 2026 | 02.51 WIB
ilustrasi pemulihan otot perut pasca melahirkan / Pexels

JawaPos.com - Perubahan bentuk tubuh setelah proses persalinan merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap ibu baru.

Namun, jika Anda merasa perut tetap tampak membuncit menyerupai kondisi hamil beberapa bulan meski berat badan sudah kembali normal, kondisi ini patut diwaspadai.

Perut buncit yang tidak kunjung mengecil kerap kali bukan disebabkan oleh penumpukan lemak biasa, melainkan akibat kondisi medis yang dikenal sebagai diastasis recti.

Memahami bahwa perut buncit pasca melahirkan bisa disebabkan oleh diastasis recti membantu ibu baru memilih metode pemulihan yang aman tanpa memaksakan latihan yang berbahaya.

Melansir dari laman The Ohio State University pada Selasa (22/09), menyebutkan diastasis recti terjadi ketika otot rectus abdominis atau otot bagian depan perut terpisah ke kiri dan kanan akibat peregangan berlebih selama kehamilan.

Pemisahan jaringan ikat jaringan linea alba ini membuat dinding perut melemah dan organ dalam seperti terdorong ke luar.

Secara ilmiah, pemisahan otot perut berhubungan erat dengan tekanan intra abdominal yang tinggi serta efek hormon relaksin selama masa kehamilan.

Pelemahan pada struktur linea alba dapat menurunkan stabilitas panggul dan tulang belakang.

Kondisi ini terbukti secara klinis meningkatkan risiko nyeri punggung bawah kronis (low back pain), gangguan postur tubuh, serta inkontinensia urin jika tidak ditangani dengan terapi latihan penguatan otot inti (core strengthening) yang tepat.

Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai penanganan dan pemulihan kondisi diastasis recti:

1. Lakukan pemeriksaan mandiri secara sederhana

Anda dapat memeriksa jarak pemisahan otot perut dengan berbaring telentang, menekuk lutut, dan mengangkat kepala sedikit seperti gerakan sit up ringan.

Gunakan jari untuk merasakan adanya celah atau celah selebar dua jari atau lebih di sepanjang garis tengah perut di atas atau di bawah pusar.

2. Hindari olahraga tradisional yang memperparah pemisahan

Gerakan latihan perut intensif seperti sit up, crunch, atau plank standar justru dapat memperlebar jarak pemisahan otot perut karena meningkatkan tekanan ke arah luar.

3. Fokus pada penguatan otot transversus abdominis

Pemulihan utama dilakukan dengan melatih otot perut bagian dalam transversus abdominis melalui teknik pernapasan diafragma yang terkontrol dan gerakan aktivasi lantai panggul atau pelvic floor exercises.

4. Gunakan bantuan fisioterapi khusus kesehatan wanita

Mengikuti panduan dari fisioterapis terapis fisik sangat dianjurkan untuk memastikan gerakan yang dilakukan aman dan efektif merekatkan kembali celah otot.

5. Pertimbangkan opsi medis jika kondisi parah

Pada kasus diastasis recti tingkat berat yang disertai hernia atau nyeri hebat dan tidak membaik dengan terapi fisik, tindakan bedah korektif dapat menjadi pilihan atas saran tim medis.

Namun, selalu ingat bahwa panduan ini berfungsi sebagai edukasi kesehatan harian yang dapat Anda lakukan.

Jika Anda merasakan nyeri perut hebat atau meragukan kondisi otot perut setelah melahirkan, berkonsultasi dengan dokter.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho