Salah satunya melalui KAENINA yang memperkenalkan koleksi Jakarta Velocity. Fashion designer sekaligus pemilik KAENINA, Rokhmi Fitria Ekowati, mengatakan koleksi tersebut terinspirasi dari karakter Jakarta yang dinamis. “Jakarta memiliki velocity-nya sendiri. Energi itulah yang saya terjemahkan ke dalam fashion,” ujar Rokhmi Fitria Ekowati.
Menurut Rokhmi, Jakarta Velocity menggambarkan kehidupan masyarakat urban yang berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Mulai dari perjalanan pagi, aktivitas profesional, pertemuan, agenda sosial, hingga kegiatan malam hari. “Saya ingin fashion bisa bergerak bersama pemakainya, dari pagi hingga malam, dari ruang kerja hingga ruang sosial,” jelasnya.
Konsep tersebut diwujudkan melalui permainan siluet asimetris, volume, layering, garis, dan proporsi. Elemen-elemen tersebut menggambarkan karakter Jakarta yang memiliki ritme beragam, terkadang cepat, tetapi pada situasi tertentu dapat melambat. Dia menyatakan, siluet asimetris merepresentasikan arus pergerakan kota yang dinamis dan unpredictable.
Unsur heritage juga menjadi bagian penting dalam koleksi tersebut. Kekayaan etnik tidak ditampilkan secara literal, tetapi ditransformasikan melalui potongan, penyusunan motif, permainan ukuran, serta perpaduan dengan konstruksi modern.
Motif tekstil dalam koleksi ini dibuat menggunakan teknik handmade batik cap dengan signature pattern yang terinspirasi dari tas anjat serta bunga nona makan sirih, yang disebut sebagai salah satu bunga khas Jakarta. “Heritage menjadi titik awal eksplorasi saya, lalu saya transformasikan agar relevan dengan kehidupan urban saat ini,” tutur Rokhmi.
Permainan layering turut menggambarkan keberagaman Jakarta sebagai ibu kota yang mempertemukan berbagai budaya dari penjuru Indonesia. Sementara struktur dan volume busana merepresentasikan karakter arsitektur serta kepadatan kawasan metropolitan.
Di sisi lain, detail yang lebih lembut digunakan untuk menciptakan keseimbangan visual. Perpaduan tersebut menghasilkan koleksi yang menggabungkan karakter contemporary, timeless, dan unique. “Saya mempertemukan heritage dengan contemporary design melalui mix and match, cutting asimetris, dan siluet yang timeless,” jelas Rokhmi.
Aspek kenyamanan juga menjadi perhatian dalam JAkarta Velocity. Busana dirancang agar memberikan ruang gerak bagi pemakainya tanpa menghilangkan karakter dan sophistication yang menjadi bagian dari fashion kontemporer.
Material berbahan serat alam digunakan dalam koleksi ini, antara lain cotton untuk kain batik cap, serta linen dan wool. Pemilihan material tersebut disesuaikan dengan konsep busana yang dapat dikenakan untuk berbagai aktivitas sepanjang hari.
Kemudian, palet warna yang digunakan turut membangun karakter koleksi, dengan dominasi rich black, cream, caramel, dan light brown. Pilihan warna tersebut membuat berbagai busana lebih mudah dipadupadankan sekaligus mempertahankan kesan modern dan elegan.
Melalui Jakarta Velocity, Rokhmi melihat Jakarta sebagai ruang pertemuan antara masa lalu dan masa depan. Tradisi dan teknologi, bangunan bersejarah dan arsitektur modern, serta nilai lokal dan pengaruh global hadir berdampingan dalam satu lanskap metropolitan. “Budaya akan tetap hidup ketika ia mampu bergerak bersama perubahan,” kata Rokhmi.
Koleksi tersebut kemudian diterjemahkan melalui sejumlah look dengan konsep mix and match yang memadukan karakter etnik, cutting modern, dan siluet timeless. Pendekatan itu menjadi cara KAENINA menghadirkan fashion etnik kontemporer yang dapat beradaptasi dengan gaya hidup masyarakat perkotaan.
Baca Juga: Modest Fashion Indonesia Bertengger di Ajang Fashion Show Dunia, Bagaimana Efeknya?
Jakarta Velocity sekaligus menjadi interpretasi Rokhmi terhadap Jakarta sebagai kota dengan jutaan cerita yang berlangsung dalam waktu bersamaan. Identitas budaya tetap menjadi akar, sementara eksplorasi desain membawa elemen tersebut ke dalam kehidupan metropolitan masa kini. (*)