JawaPos.com - Ada tipe orang yang tidak keberatan mengungkapkan keinginannya secara langsung, termasuk minta tolong, tapi ada juga yang sebaliknya, mereka merasa sungkan.
Untuk orang yang sungkan minta tolong dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Jumat (18/9) memiliki tujuh ciri ini.
1. Bersikap Pasif - Agresif
Mereka sering kali mengatakan sesuatu yang maknanya jauh berbeda dari maksud mereka sebenarnya.
Untuk orang yang sungkan minta tolong dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Jumat (18/9) memiliki tujuh ciri ini.
1. Bersikap Pasif - Agresif
Mereka sering kali mengatakan sesuatu yang maknanya jauh berbeda dari maksud mereka sebenarnya.
Jadi, mereka hanya memberikan isyarat kepada orang lain, berharap orang tersebut mengerti maksud atau keinginan mereka.
Misalnya saja ketika pindah rumah, alih-alih meminta bantuan secara langsung, mereka hanya mengatakan, "Wah, banyak sekali yang harus dikerjakan akhir pekan ini".
Tapi, realitanya, orang lain tidak bisa membaca pikiran mereka begitu saja.
Mereka pun merasa frustasi ketika tidak ada yang menawarkan bantuan.
Padahal, sebenarnya mereka tidak pernah menyampaikan permintaan dengan jelas.
2. Sulit Berkata 'Tidak'
Mereka tidak pernah belajar caranya menolak tanpa merasa bersalah.
Jadi, mereka tidak mampu menolak permintaan, bahkan di situasi atau kondisi yang seharusnya berkata 'tidak'.
Mengatakan 'tidak' terasa seperti menghadapi ranjau emosional dan mereka merasa kewalahan atau menyimpan rasa kesal karena tidak mampu memperjuangkan kepentingan diri sendiri.
3. Sering Merasa seperti Keset Kaki
Mereka lebih mudah mengabaikan kebutuhan pribadi daripada meminta sesuatu yang berisiko membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Seiring waktu, terbentuklah pola dimana mereka terus-menerus mendahulukan orang lain di atas diri sendiri.
Misalnya saja ketika pindah rumah, alih-alih meminta bantuan secara langsung, mereka hanya mengatakan, "Wah, banyak sekali yang harus dikerjakan akhir pekan ini".
Tapi, realitanya, orang lain tidak bisa membaca pikiran mereka begitu saja.
Mereka pun merasa frustasi ketika tidak ada yang menawarkan bantuan.
Padahal, sebenarnya mereka tidak pernah menyampaikan permintaan dengan jelas.
2. Sulit Berkata 'Tidak'
Mereka tidak pernah belajar caranya menolak tanpa merasa bersalah.
Jadi, mereka tidak mampu menolak permintaan, bahkan di situasi atau kondisi yang seharusnya berkata 'tidak'.
Mengatakan 'tidak' terasa seperti menghadapi ranjau emosional dan mereka merasa kewalahan atau menyimpan rasa kesal karena tidak mampu memperjuangkan kepentingan diri sendiri.
3. Sering Merasa seperti Keset Kaki
Mereka lebih mudah mengabaikan kebutuhan pribadi daripada meminta sesuatu yang berisiko membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Seiring waktu, terbentuklah pola dimana mereka terus-menerus mendahulukan orang lain di atas diri sendiri.
Berkata 'ya' yang seharusnya 'tidak' serta gagal memperjuangkan kebutuhan pribadi, itulah mereka.
Akibatnya, mereka akan merasa diperlakukan layaknya keset kaki oleh orang lain.
4. Takut akan Penolakan Langsung
Menerima penolakan secara mentah-mentah terasa menyakitkan dan bisa membuat mereka merasa sangat terpuruk.
Padahal, penolakan bukanlah hal yang bersifat pribadi, melainkan bagian dari kehidupan.
Jadi, mereka hanya akan meminta bantuan kepada orang lain jika mereka benar-benar yakin jawabannya 'ya'.
5. Tidak Tahu Cara Meminta Bantuan
Mereka saja enggan mengakui kalau diri mereka membutuhkan bantuan dan dukungan, apalagi harus memintanya. Itu membuat mereka merasa tidak nyaman.
Akibatnya, mereka akan merasa diperlakukan layaknya keset kaki oleh orang lain.
4. Takut akan Penolakan Langsung
Menerima penolakan secara mentah-mentah terasa menyakitkan dan bisa membuat mereka merasa sangat terpuruk.
Padahal, penolakan bukanlah hal yang bersifat pribadi, melainkan bagian dari kehidupan.
Jadi, mereka hanya akan meminta bantuan kepada orang lain jika mereka benar-benar yakin jawabannya 'ya'.
5. Tidak Tahu Cara Meminta Bantuan
Mereka saja enggan mengakui kalau diri mereka membutuhkan bantuan dan dukungan, apalagi harus memintanya. Itu membuat mereka merasa tidak nyaman.
Namun, faktanya, seseorang tidak ada yang secara ajaib mengetahui apa yang mereka butuhkan.
Hingga akhirnya mereka merasa kewalahan dan stres jika tidak pernah bisa meminta bantuan di saat membutuhkannya.
6. Sering Menganalisis Tiap Permintaan secara Berlebihan
Saat mereka akhirnya memutuskan meminta bantuan, mereka harus melalui proses yang tidak sederhana.
Mereka menganalisis segala kemungkinan, seperti, 'akankah mereka setuju?' atau 'bagaimana jika orang lain menganggap Saya menyebalkan?' atau 'bagaimana jika permintaan Saya terlalu berlebihan?'.
Mereka tidak pernah belajar cara mengajukan permintaan, bahkan untuk permintaan yang sederhana sekalipun dan tidak pernah belajar menghadapi jawaban yang lugas.
Jadi, mereka terjebak dalam pola keraguan yang terus-menerus terhadap setiap permintaan yang hendak diajukan.
6. Sering Menganalisis Tiap Permintaan secara Berlebihan
Saat mereka akhirnya memutuskan meminta bantuan, mereka harus melalui proses yang tidak sederhana.
Mereka menganalisis segala kemungkinan, seperti, 'akankah mereka setuju?' atau 'bagaimana jika orang lain menganggap Saya menyebalkan?' atau 'bagaimana jika permintaan Saya terlalu berlebihan?'.
Mereka tidak pernah belajar cara mengajukan permintaan, bahkan untuk permintaan yang sederhana sekalipun dan tidak pernah belajar menghadapi jawaban yang lugas.
Jadi, mereka terjebak dalam pola keraguan yang terus-menerus terhadap setiap permintaan yang hendak diajukan.
Pada akhirnya hal tersebut menimbulkan rasa frustasi dan kebimbangan dalam diri mereka.
7. Merasa Tidak Dipahami
Mereka sering merasa tidak dipahami, karena tidak mengungkapkan apa yang sebenarnya dipikirkan atau dirasakan.
Ketika orang lain tidak menangkap maksud mereka, diri mereka akan merasa tidak ada yang mendengarkannya.
Padahal, kenyataannya, mereka tidak pernah menyatakan kebutuhan atau perasaannya secara langsung.
Bersikap samar atau tidak langsung seperti ini hanya akan menyulitkan orang lain untuk mengetahui bagaimana harus merespons atau membantu.***
7. Merasa Tidak Dipahami
Mereka sering merasa tidak dipahami, karena tidak mengungkapkan apa yang sebenarnya dipikirkan atau dirasakan.
Ketika orang lain tidak menangkap maksud mereka, diri mereka akan merasa tidak ada yang mendengarkannya.
Padahal, kenyataannya, mereka tidak pernah menyatakan kebutuhan atau perasaannya secara langsung.
Bersikap samar atau tidak langsung seperti ini hanya akan menyulitkan orang lain untuk mengetahui bagaimana harus merespons atau membantu.***