← Beranda
9 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Jago Memecahkan Masalah, Kamu Sering Mengucapkannya?
Mellyna Putri DiniarRabu, 16 September 2026 | 00.20 WIB
Ilustrasi orang-orang yang menghadapi masalah sambil berusaha menemukan solusi terbaik / Foto: (Your Tango)

JawaPos.com — Tidak semua orang mampu berpikir jernih ketika menghadapi masalah. Dalam situasi penuh tekanan, sebagian orang mudah panik atau larut dalam emosi, sementara yang lain justru mampu menjaga ketenangan, mengurai persoalan, dan membantu mencari jalan keluar.

Kemampuan memecahkan masalah tidak hanya terlihat dari keputusan yang diambil, tetapi juga dari cara seseorang berkomunikasi. Dari cara mereka berbicara pun mampu membantu orang lain menghadapi masalah tanpa merasa semakin kewalahan. 

Orang yang terbiasa menghadapi persoalan secara sistematis cenderung menggunakan kalimat yang membantu memperjelas situasi, mengendalikan emosi, dan mengarahkan pembicaraan pada solusi.

Dilansir dari YourTango, Selasa (15/9/2026), terdapat sembilan kalimat yang kerap digunakan orang dengan kemampuan pemecahan masalah yang kuat dalam percakapan sehari-hari. Berikut daftarnya:

1. “Mari fokus ke hal yang bisa kita kendalikan.”

Alih-alih terus memikirkan hal yang berada di luar kendali, problem solver mengarahkan perhatian pada sesuatu yang masih bisa dilakukan. Fokus tersebut membantu seseorang mengambil tindakan daripada terjebak dalam kecemasan.

2. “Mari kita lihat semua yang sudah kita ketahui sejauh ini.”

Kalimat ini membantu mengurai persoalan secara menyeluruh. Dengan mengumpulkan fakta yang sudah diketahui, masalah menjadi lebih jelas sehingga langkah pertama untuk mengatasinya dapat ditentukan.

3. “Kita akan menemukan akar masalahnya.”

Pemecahan masalah tidak berhenti pada gejala. Orang yang terampil akan mencari penyebab utama, termasuk melalui introspeksi. Pendekatan ini mencegah seseorang terus menyalahkan keadaan atau orang lain tanpa memahami sumber persoalannya.

4. “Bagaimana kalau kita melihatnya dari sudut pandang lain?”

Perspektif dapat memengaruhi cara seseorang memahami masalah. Dalam konflik, mencoba melihat posisi orang lain juga dapat membantu menjelaskan alasan di balik tindakan atau perasaan mereka sehingga perselisihan lebih mudah diredakan.

5. “Mari kita bahas langkah berikutnya.”

Setelah persoalan teridentifikasi, tantangan berikutnya adalah menentukan tindakan. Problem solver memecah proses menjadi beberapa langkah dan membicarakan pilihan yang tersedia agar situasi tidak terasa semakin membebani.

6. “Kita selalu bisa mencoba cara lain.”

Tidak semua solusi berhasil pada percobaan pertama. Orang yang mampu memecahkan masalah tidak terpaku pada satu cara ketika pendekatan itu terbukti tidak efektif. Kesediaan untuk mencoba kembali membuat kegagalan tidak dianggap sebagai jalan buntu.

7. “Mari kita ambil jeda.”

Ketika emosi memuncak, kemampuan berpikir jernih ikut terganggu. Mengambil jeda dapat memberi ruang untuk menenangkan diri sebelum kembali menghadapi persoalan dengan pikiran yang lebih tenang.

8. “Kita akan mencari solusi yang paling sederhana.”

Masalah terkadang justru semakin rumit karena terlalu banyak pilihan dan perdebatan. Solusi sederhana, seperti membicarakan persoalan secara langsung atau mengakui perasaan pihak lain, kadang sudah cukup untuk mengakhiri konflik.

9. “Apakah ada sesuatu yang kita lewatkan?”

Pertanyaan ini menunjukkan keinginan untuk menggali informasi yang belum terlihat. Dalam percakapan sulit, seseorang mungkin tidak menyampaikan seluruh detail. 

Karena itu, mencari bagian yang terlewat dapat membantu menemukan penyebab sebenarnya dan menentukan solusi yang lebih tepat.

Kesembilan kalimat tersebut menunjukkan bahwa kemampuan memecahkan masalah bukan hanya soal menemukan jawaban. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan mengendalikan emosi, memilah informasi, melihat persoalan dari perspektif berbeda, serta tetap terbuka ketika sebuah solusi tidak berjalan sesuai rencana.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho