JawaPos.com - Produk olahan kelapa tidak lagi identik sebagai bahan makanan tradisional. Air kelapa, krim kelapa, hingga berbagai minuman inovatif berbahan dasar kelapa terus berkembang memperluas pasar dan menjadi bagian dari industri pangan global bernilai besar.
Besarnya peluang tersebut terlihat dari peta pasar sejumlah produk kelapa di dunia. Amerika Serikat menjadi pasar terbesar untuk air kelapa atau coconut water, disusul China dan Brasil. Sementara untuk volume penjualan krim kelapa (coconut cream), Thailand berada di posisi teratas, kemudian diikuti pasar Eropa dan Amerika Serikat.
Fenomena itu menunjukkan bahwa kelapa memiliki daya tarik yang jauh lebih luas dibanding sekadar komoditas pertanian. Produk berbahan dasar kelapa kini berkembang mengikuti perubahan gaya hidup, kebutuhan nutrisi, hingga tren konsumen yang terus berkembang.
Menurut Sutthinun (Cyn) Taechathayanon, Customer Experience Manager APAC Tetra Pak, terdapat sejumlah alasan utama yang mendorong pertumbuhan produk kelapa berkembang secara global.
Baca Juga: Lucky Hakim Dorong Modernisasi Pertanian di Indramayu, Hasil Panen Padi Tembus 10,45 Ton per Hektare
Pertama, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Konsumen saat ini semakin cermat memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi. Mereka memperhatikan informasi pada kemasan, kandungan nutrisi, jumlah kalori, hingga berbagai aspek yang dianggap berkaitan dengan kesehatan.
"Yang pertama adalah gaya hidup yang lebih sehat di mana konsumen saat ini mencari lebih banyak cara untuk mencari hidup sehat. Mereka juga berpikir tentang nutrisi, kalori, atau bahkan menggunakan beberapa perangkat digital untuk mengawasi kesehatan mereka," katanya dalam diskusi bersama wartawan dari sejumlah negara di kantor Product Development Centre, Rayong, Thailand.
"Dan kelapa sendiri memiliki kelebihan dalam hal low in fat (rendah lemak), low sugar (rendah gula), dan juga hydration. Itulah bagaimana kita melihat kelapa bisa menjadi produk yang sempurna untuk membantu konsumen sehat untuk mengembangkan kehidupan," imbuhnya.
Dalam konteks tersebut, produk kelapa memiliki posisi yang menarik. Air kelapa, misalnya, dikenal sebagai minuman yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidrasi. Produk berbahan kelapa juga dapat dikembangkan sesuai kebutuhan konsumen yang semakin mencari pilihan makanan dan minuman dengan karakteristik tertentu.
Kedua, meningkatnya kebutuhan terhadap produk yang lebih fungsional dan spesifik. Konsumen tidak hanya mencari makanan atau minuman untuk memenuhi rasa lapar dan haus, tetapi juga menginginkan manfaat tambahan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Di sinilah inovasi memainkan peran penting dalam industri kelapa. Bahan dasar kelapa dapat dikombinasikan dengan berbagai unsur lain, seperti protein atau serat, untuk menciptakan produk dengan manfaat tambahan. Pengembangan tersebut membuka peluang lahirnya kategori minuman dan pangan baru yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar.
Alasan ketiga adalah perubahan perilaku konsumen yang semakin mencari pengalaman baru. Konsumen modern tidak hanya mempertimbangkan manfaat kesehatan, tetapi juga tertarik mencoba rasa, tekstur, dan kombinasi produk yang berbeda.
"Kelapa dinilai memiliki fleksibilitas besar untuk dikembangkan bersama berbagai bahan lain. Tren pencampuran air kelapa dengan matcha maupun espresso menjadi salah satu gambaran bagaimana bahan alami tersebut dapat masuk ke kategori minuman yang sebelumnya mungkin tidak berkaitan langsung dengan kelapa," jelasnya.
Alasan lainnya, perkembangan pasar global ditopang oleh tren clean label atau label bersih. Konsumen semakin tertarik pada produk dengan komposisi yang mudah dikenali dan dipahami. Mereka cenderung mencari produk yang menggunakan lebih sedikit bahan tambahan serta memberikan informasi yang transparan mengenai isi dari produk.
Menurut penjelasan Sutthinun (Cyn) Taechathayanon, clean label berkaitan dengan produk yang menggunakan bahan-bahan yang dapat dikenali konsumen dan dianggap lebih sederhana. Dalam praktiknya, produk dapat memiliki daftar komposisi yang lebih ringkas serta mengurangi penggunaan pengawet atau bahan tambahan tertentu.
Tren tersebut menjadi peluang besar bagi industri kelapa, terutama karena konsumen semakin menghubungkan produk berbahan alami dengan gaya hidup yang lebih sehat.
Di balik produk yang terlihat sederhana.seperti air kelapa atau krim kelapa, terdapat tantangan dalam menjaga kualitas, rasa, tekstur, nutrisi, hingga konsistensi produk dalam skala industri. Produsen dituntut harus memahami proses pengolahan dan model bisnis agar inovasi yang dibuat benar-benar dapat diterima pasar.
Karena itu, pengembangan produk membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam, mulai dari membaca tren konsumen hingga melakukan eksperimen terhadap formulasi produk. Tetra Pak, misalnya, mengembangkan ekosistem inovasi untuk membantu pelanggan mengeksplorasi potensi kelapa.
Melalui fasilitas seperti Customer Innovation Center dan Product Development Center, pengembangan produk dapat dilakukan mulai dari tahap pencarian ide, pengujian konsep, hingga validasi formulasi sebelum memasuki skala komersial.
"Inovasi adalah sesuatu yang kami bangga dan fokuskan. Seperti yang Anda lihat, selama 75 tahun kami memiliki banyak inovasi. Kami bermula pada tahun 1951," kata John Jose, Marketing Director for Malaysia, Singapore, Philippines & Indonesia Tetra Pak.
Baca Juga: Artis EJR Berikan THC Dosis Gorilla ke Korban, Kekerasan Seksual Terjadi di Rumahnya
Tetra Pak menyebut, Coconut Knowledge Center dibangun dari pengalaman panjang dalam mendampingi pengembangan produk kelapa serta mengumpulkan pengetahuan praktis mengenai proses produksi air kelapa, krim kelapa, dan minuman berbahan kelapa.