← Beranda
Cara Mengurangi Keringat Berlebih Saat Musim Kemarau, Beberapa Jenis Makanan Ini Bisa Jadi Pemicu!
Shania Vivi Armylia PutriKamis, 27 Agustus 2026 | 22.11 WIB
Ilustrasi berkeringat/Magnific

 

JawaPos.com-Masalah keringat berlebih menjadi keluhan yang cukup sulit diatasi oleh sebagian orang, terutama saat memasuki musim kemarau seperti saat ini. 

Terutama saat menghadapi cuaca panas yang membuat suhu tubuh meningkat sehingga tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat sebagai cara untuk menjaga suhu tetap stabil.

Kondisi tersebut merupakan hal yang normal, namun pada sebagian orang, produksi keringat yang terlalu banyak dapat terasa mengganggu aktivitas.  

Produksi keringat yang meningkat selama cuaca panas dan musim kemarau bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Mulai dari menimbulkan rasa tidak nyaman, membuat pakaian lebih cepat basah dan kotor, sampai menurunkan rasa percaya diri saat harus beraktivitas di luar ruangan. 

Jika anda sedang mengalami keluhan keringat berlebih, maka ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menguranginya.

Mengutip informasi dari laman keslan.kemkes dan nivea.co dikutip pada (27/08) berikut cara mengurangi keringat berlebih saat musim kemarau.  

  1. Pakai deodoran secara rutin

Keringat berlebih bisa dipicu karena produksi bakteri di tubuh anda, terutama saat beraktivitas di tengah cuaca panas selama musim kemarau. Oleh karena itu, menggunakan deodoran menjadi penting. Pemilihan deodoran yang tepat juga perlu dilakukan. Anda dapat memilih deodorant anti bakteri yang mampu mengurangi produksi keringat berlebih.  

  1. Mencukur bulu ketiak

Mencukur bulu ketiak juga mampu mengurangi keringat berlebih. Bulu ketiak yang dicukur dapat menjaga area tetap kering dan bersih. Sementara itu,kondisi bulu ketiak yang terlalu panjang dapat menahan keringat sehingga area tersebut menjadi lebih lembab. Keringat yang tertahan dan menumpuk dapat membuat pakaian di bagian ketiak lebih cepat basah, 

  1. Beri jeda antara mandi dan memakai baju

Setelah mandi, banyak orang yang terbiasa langsung mengenakan pakaian. Sebaiknya beri jeda sekitar 5-10 menit sebelum memakai baju. Tunggu sampai badan anda benar-benar kering terutama pada bagian yang mudah berkeringat seperti ketiak dan lipatan.  Mengenakan pakaian saat kulit masih lembab dapat membuat tubuh terasa lebih panas dan kurang nyaman, sehingga keringat lebih mudah muncul saat cuaca sedang terik. 

  1. Kurangi konsumsi makanan pemicu keringat

Jenis makanan tertentu dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras, sehingga tubuh mengeluarkan keringat. Seperti halnya makanan tinggi natrium. Minuman alkohol, bawang merah, bawang bombay, gorengan, makanan pedas, es krim, dan kafein. 

  1. Pilih makanan yang tepat

Selain mengurangi makanan yang memicu keringat, memilih makanan yang tepat dapat meminimalisir produksi keringat sehingga menjadi lebih stabil. Makanan dengan kandungan nutrisi dan air yang baik dapat membantu tubuh tetap terhidrasi sekaligus menjaga suhu tubuh. Beberapa makanan yang dapat membantu mengurangi keringat seperti susu, kacang almond, pisang, sayur, buah, teh hijau, ubi jalar, adan minyak zaitun.  

  1. Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan

Tubuh yang terhidrasi dapat menjadi penangkal keringat berlebih. Konsumsi dua liter air sehari serta buah-buahan yang mengandung air dapat membuat suhu tubuh menjadi stabil, sehingga badan anda tidak perlu terlalu keras untuk mengatasi cuaca panas.

  1. Mandi dengan sabun

Mandi secara rutin dapat menjadi salah satu cara untuk membersihkan tubuh dari kotoran, keringat, bakteri dan bau badan. Anda dapat memilih sabun yang sesuai dengan kondisi kulit, termasuk dengan kandungan antibakteri yang dapat mengurangi penumpukan bakteri penyebab bau badan. 

 ***

EDITOR: Novia Tri Astuti