← Beranda
7 Alasan Mengapa Foto Hewan Peliharaan Mungkin Cukup Membuat Anda Tetap Tenang Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSabtu, 22 Agustus 2026 | 15.36 WIB
seseorang yang melihat foto hewan peliharaan. (Magnific)
 
 
JawaPos.com - Pernahkah Anda sedang menghadapi hari yang melelahkan, pikiran terasa penuh, pekerjaan menumpuk, atau suasana hati sedang tidak baik, lalu tanpa sengaja melihat foto hewan peliharaan di ponsel dan merasa sedikit lebih tenang?


Bagi sebagian orang, melihat foto anjing yang sedang tidur, kucing yang sedang bermalas-malasan, burung kesayangan yang sedang bermain, atau bahkan sekadar melihat wajah hewan peliharaan yang dikenal dengan baik dapat memberikan perubahan suasana hati yang cukup cepat.

Sekilas, hal tersebut mungkin terlihat sepele. Bagaimana mungkin sebuah foto bisa membantu seseorang merasa lebih tenang ketika masalah yang dihadapi tetap ada?

Dalam perspektif psikologi, respons tersebut sebenarnya cukup masuk akal. Hewan peliharaan sering kali memiliki hubungan emosional yang kuat dengan pemiliknya. Foto mereka bukan hanya sekadar gambar, melainkan dapat menjadi pengingat terhadap rasa aman, kedekatan, kenyamanan, rutinitas, dan pengalaman positif.

Tentu saja, melihat foto hewan peliharaan bukanlah obat untuk stres berat atau masalah kesehatan mental. Namun, sebagai bentuk regulasi emosi sederhana, foto tersebut mungkin membantu seseorang mengambil jeda psikologis dari tekanan yang sedang dialami.

Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (21/8), terdapat tujuh alasan mengapa foto hewan peliharaan mungkin cukup untuk membuat Anda merasa lebih tenang.

1. Foto hewan peliharaan dapat menjadi pengingat terhadap rasa aman

Ketika seseorang sedang stres, otak cenderung lebih mudah berfokus pada ancaman, masalah, tuntutan, dan berbagai hal yang belum terselesaikan.

Dalam kondisi seperti itu, perhatian kita seolah terus tertarik pada sesuatu yang dianggap harus segera diselesaikan.

Foto hewan peliharaan dapat memberikan gangguan positif terhadap pola tersebut.

Ketika Anda melihat wajah kucing atau anjing yang sudah sangat familiar, otak tidak hanya melihat sebuah gambar. Foto tersebut dapat mengingatkan Anda pada pengalaman yang berkaitan dengan hewan tersebut: pulang ke rumah dan disambut, duduk bersama di sofa, memberi makan, bermain, atau sekadar melihatnya tidur dengan tenang.

Dengan kata lain, foto tersebut bisa memiliki makna emosional yang jauh lebih besar daripada objek visualnya.

Bagi seseorang yang memiliki ikatan kuat dengan hewan peliharaannya, gambar tersebut mungkin berfungsi seperti sebuah "jangkar" psikologis—sesuatu yang mengingatkan bahwa ada bagian dari hidup yang terasa akrab dan aman.

Itulah sebabnya, ketika dunia terasa terlalu ramai, melihat foto hewan peliharaan mungkin memberikan perasaan kecil seperti, "Setidaknya ada sesuatu yang terasa familiar."

2. Wajah hewan peliharaan dapat mengalihkan perhatian dari pikiran yang berlebihan

Salah satu karakteristik stres adalah munculnya pikiran berulang.

Seseorang mungkin terus memikirkan percakapan yang baru terjadi, kesalahan di tempat kerja, masalah keuangan, hubungan yang sedang bermasalah, atau sesuatu yang belum diketahui hasilnya.

Pikiran semacam ini dapat berkembang menjadi rumination atau perenungan berlebihan.

Ketika seseorang melihat foto hewan peliharaan, perhatian dapat berpindah dari pikiran abstrak menuju sesuatu yang konkret.

Alih-alih memikirkan, "Bagaimana kalau semuanya gagal?", perhatian mungkin berubah menjadi:

"Lucu sekali ekspresinya."

"Kenapa telinganya seperti itu?"

"Sepertinya dia sedang mengantuk."

Perubahan fokus yang sederhana ini mungkin terdengar tidak penting, tetapi kemampuan mengalihkan perhatian merupakan salah satu bagian penting dalam regulasi emosi.

Tentu saja, pengalihan perhatian tidak berarti masalah menghilang. Masalah tersebut masih ada. Namun, pikiran tidak harus memprosesnya secara terus-menerus setiap detik.

Kadang-kadang, otak memang membutuhkan jeda.

Dan foto hewan peliharaan dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menciptakan jeda tersebut.

3. Foto tersebut membawa kembali emosi positif

Foto sebenarnya memiliki kemampuan untuk membangkitkan kenangan.

Ketika melihat foto hewan peliharaan, seseorang mungkin secara otomatis mengingat momen tertentu yang menyenangkan.

Misalnya, Anda melihat foto anjing yang pernah Anda ambil ketika sedang bermain di halaman. Foto tersebut mungkin membuat Anda teringat pada hari ketika Anda tertawa karena tingkahnya.

Atau Anda melihat foto kucing yang sedang tidur dan langsung teringat kebiasaannya naik ke tempat tidur pada malam hari.

Kenangan seperti ini dapat membawa kembali emosi yang pernah dirasakan ketika pengalaman tersebut terjadi.

Dalam psikologi, hubungan antara ingatan dan emosi sangat kuat. Sebuah stimulus sederhana—foto, suara, aroma, atau benda tertentu—dapat menjadi pemicu untuk mengingat pengalaman emosional tertentu.

Karena itu, foto hewan peliharaan bisa berfungsi sebagai semacam "jalan pintas emosional".

Anda tidak perlu secara sengaja mengatakan kepada diri sendiri untuk mengingat momen bahagia. Gambar tersebut mungkin sudah cukup untuk memunculkan asosiasi positif.

Inilah salah satu alasan mengapa foto hewan peliharaan dari masa lalu terkadang terasa sangat menenangkan, bahkan ketika hewan tersebut tidak sedang berada di dekat kita.

4. Hewan peliharaan sering dikaitkan dengan kasih sayang tanpa syarat

Hubungan manusia dengan hewan peliharaan memiliki karakteristik yang unik.

Hewan peliharaan tidak menilai pemiliknya berdasarkan jabatan, pencapaian, penghasilan, penampilan, atau seberapa produktif seseorang pada hari itu.

Anda bisa mengalami hari yang buruk, gagal menyelesaikan pekerjaan, melakukan kesalahan, atau merasa tidak percaya diri—dan ketika pulang, hewan peliharaan mungkin tetap menyambut Anda dengan cara yang sama.

Pengalaman semacam itu dapat memberikan rasa diterima.

Karena itu, foto hewan peliharaan bisa menjadi pengingat terhadap hubungan yang terasa sederhana dan tidak terlalu menuntut.

Ketika kehidupan sehari-hari dipenuhi evaluasi—apakah pekerjaan kita cukup baik, apakah kita memenuhi ekspektasi orang lain, apakah kita sukses, apakah kita melakukan semuanya dengan benar—hubungan dengan hewan peliharaan dapat terasa berbeda.

Tidak ada presentasi.

Tidak ada penilaian kinerja.

Tidak ada tuntutan untuk menjadi sempurna.

Yang ada hanyalah hubungan.

Ketika seseorang melihat foto hewan yang memiliki ikatan emosional dengannya, perasaan tersebut mungkin kembali muncul.

Bukan berarti hewan peliharaan dapat menyelesaikan seluruh masalah emosional seseorang. Namun, rasa terhubung dengan makhluk lain dapat menjadi pengalaman psikologis yang menenangkan.

5. Melihat hewan dapat memunculkan respons emosional yang lembut

Ada alasan mengapa banyak orang merasa gemas ketika melihat anak kucing, anak anjing, atau hewan dengan ekspresi tertentu.

Karakteristik wajah dan tubuh hewan tertentu dapat memunculkan respons yang berkaitan dengan kelembutan, perhatian, dan dorongan untuk merawat.

Fenomena ini sering dikaitkan dengan konsep "cute response" atau respons terhadap sesuatu yang dianggap menggemaskan.

Ketika seseorang melihat sesuatu yang lucu dan menggemaskan, perhatian dapat menjadi lebih terfokus pada objek tersebut.

Pikiran yang sebelumnya sibuk mungkin untuk sementara beralih pada pengalaman visual yang menyenangkan.

Itulah mengapa dalam situasi penuh tekanan, seseorang mungkin secara spontan membuka galeri ponsel dan melihat foto hewan peliharaannya.

Bukan karena ia sedang mencoba menyelesaikan masalah, tetapi karena otaknya secara intuitif mencari sesuatu yang terasa menyenangkan dan aman.

Menariknya, efek tersebut tidak selalu membutuhkan interaksi langsung.

Melihat foto saja mungkin sudah cukup untuk memunculkan sebagian respons emosional yang biasanya muncul ketika bertemu dengan hewan tersebut secara langsung.

Tentu saja, pengalaman setiap orang berbeda. Bagi seseorang yang tidak memiliki ikatan emosional dengan hewan, efeknya mungkin jauh lebih kecil.

6. Foto hewan peliharaan dapat mengingatkan Anda pada rutinitas yang stabil

Kehidupan modern sering kali terasa tidak teratur.

Jadwal berubah, pekerjaan datang tiba-tiba, pesan masuk tanpa henti, dan berbagai kewajiban dapat membuat seseorang merasa kehilangan kendali.

Hewan peliharaan, di sisi lain, sering menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Ada waktu untuk memberi makan.

Ada waktu untuk bermain.

Ada waktu untuk berjalan-jalan.

Ada waktu untuk membersihkan tempat mereka.

Ada pula momen ketika mereka hanya tidur di sudut ruangan.

Rutinitas sederhana tersebut dapat memberikan struktur.

Ketika melihat foto hewan peliharaan, seseorang mungkin tanpa sadar terhubung kembali dengan bagian hidup yang lebih teratur dan familiar.

Misalnya, foto kucing yang sedang duduk di dekat jendela mungkin mengingatkan Anda bahwa setiap pagi ia selalu melakukan hal yang sama.

Foto anjing yang sedang berjalan mungkin mengingatkan Anda pada kebiasaan berjalan bersama setiap sore.

Hal-hal sederhana semacam ini dapat memberikan sensasi kontinuitas: kehidupan masih memiliki pola, meskipun hari ini terasa kacau.

Dalam kondisi penuh tekanan, perasaan memiliki sesuatu yang familiar dapat menjadi sangat berarti.

7. Foto tersebut mengingatkan bahwa Anda memiliki sesuatu yang berarti

Mungkin alasan yang paling dalam bukanlah karena foto itu lucu.

Melainkan karena foto tersebut mewakili hubungan.

Seekor hewan peliharaan dapat menjadi bagian penting dari kehidupan seseorang. Ia mungkin menemani seseorang ketika tinggal sendirian, melewati masa sulit, bekerja dari rumah, mengalami perubahan hidup, atau menjalani rutinitas sehari-hari.

Karena itu, melihat fotonya bisa menjadi pengingat bahwa kehidupan seseorang tidak hanya terdiri dari pekerjaan, masalah, target, dan kewajiban.

Ada hubungan.

Ada pengalaman.

Ada kenangan.

Ada makhluk lain yang pernah atau sedang menjadi bagian dari kehidupannya.

Perasaan memiliki keterhubungan seperti itu dapat menjadi sumber kenyamanan emosional.

Bayangkan seseorang sedang berada di kantor dan merasa sangat tertekan. Ia kemudian membuka ponsel dan melihat foto kucingnya yang sedang tidur di rumah.

Dalam beberapa detik, ia mungkin teringat bahwa setelah pekerjaan selesai, ada sesuatu yang menunggunya di rumah.

Situasi pekerjaannya belum berubah.

Masalahnya belum selesai.

Namun, perspektif emosionalnya mungkin sedikit berubah.

Dan terkadang, perubahan kecil semacam itu sudah cukup untuk membantu seseorang melewati beberapa menit berikutnya.

Mengapa Efeknya Bisa Terasa Begitu Personal?

Yang menarik, tidak semua foto hewan peliharaan memberikan efek yang sama.

Foto hewan milik orang lain mungkin membuat Anda tersenyum, tetapi foto hewan peliharaan sendiri dapat memberikan respons emosional yang jauh lebih kuat.

Hal ini terjadi karena foto tersebut membawa sejarah pribadi.

Anda mengetahui kepribadiannya.

Anda mengetahui kebiasaannya.

Anda mengetahui suara dan gerakannya.

Anda mengetahui tempat favoritnya.

Anda memiliki puluhan atau bahkan ribuan pengalaman yang terhubung dengan wajah tersebut.

Jadi, sebenarnya Anda tidak hanya melihat foto.

Anda sedang mengakses jaringan kenangan dan pengalaman emosional yang berkaitan dengan hewan tersebut.

Itulah yang membuat satu foto sederhana dapat memiliki arti yang sangat besar bagi pemiliknya.

Foto Hewan Peliharaan Bukan Sekadar Hiburan

Di tengah kehidupan yang penuh tekanan, manusia sering mencari cara untuk mengatur emosinya.

Sebagian orang mendengarkan musik.

Sebagian berjalan kaki.

Sebagian berbicara dengan teman.

Sebagian melakukan meditasi.

Dan bagi pemilik hewan peliharaan, melihat foto teman berbulu mereka mungkin menjadi salah satu bentuk jeda emosional yang sangat mudah dilakukan.

Kita tidak selalu membutuhkan solusi besar untuk menurunkan ketegangan sesaat.

Terkadang kita hanya membutuhkan beberapa detik untuk mengalihkan perhatian, mengingat sesuatu yang menyenangkan, dan merasa terhubung kembali dengan bagian hidup yang membuat kita merasa aman.

Foto hewan peliharaan mungkin dapat melakukan ketiganya sekaligus.

Namun, Jangan Menganggapnya sebagai Solusi untuk Semua Masalah

Meskipun melihat foto hewan peliharaan dapat memberikan kenyamanan, penting untuk tidak melebih-lebihkan efeknya.

Jika seseorang mengalami stres kronis, kecemasan yang berat, suasana hati yang terus-menerus buruk, gangguan tidur, atau kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari, melihat foto hewan peliharaan tentu tidak cukup untuk mengatasi akar masalah.

Dalam kondisi tersebut, seseorang mungkin membutuhkan dukungan sosial, perubahan pola hidup, atau bantuan profesional.

Foto hewan peliharaan lebih tepat dipandang sebagai salah satu alat kecil untuk membantu regulasi emosi sehari-hari.

Ia bukan pengganti terapi.

Bukan pengganti hubungan sosial.

Dan bukan solusi untuk masalah yang kompleks.

Namun, sesuatu tidak harus menyelesaikan seluruh masalah untuk tetap memberikan manfaat.

Kadang-kadang, kemampuan untuk membuat seseorang merasa sedikit lebih tenang selama beberapa menit saja sudah memiliki nilai.

Penutup

Pada akhirnya, alasan mengapa foto hewan peliharaan bisa membuat seseorang merasa tenang bukan semata-mata karena hewan tersebut terlihat lucu.

Foto itu mungkin menjadi pintu menuju sesuatu yang jauh lebih besar: kenangan positif, rasa aman, kasih sayang, rutinitas, keterhubungan, dan pengalaman diterima tanpa banyak tuntutan.

Ketika pikiran sedang penuh, melihat wajah hewan peliharaan yang familiar dapat mengingatkan kita bahwa hidup tidak hanya berisi hal-hal yang harus diselesaikan.

Ada juga hal-hal yang cukup dinikmati.

Ada hubungan yang tidak membutuhkan kesempurnaan.

Ada momen sederhana yang membuat kita tersenyum.

Dan mungkin, di tengah hari yang sangat melelahkan, beberapa detik melihat foto hewan peliharaan sudah cukup untuk mengingatkan kita pada semua itu.

Jadi, jika Anda memiliki galeri ponsel yang dipenuhi foto kucing, anjing, burung, kelinci, atau hewan kesayangan lainnya, mungkin Anda tidak perlu merasa bersalah ketika sesekali membukanya di tengah hari yang berat.

Bisa jadi, tanpa Anda sadari, Anda sedang memberi otak sebuah jeda kecil untuk bernapas.***
EDITOR: Novia Tri Astuti