← Beranda
Lolos dari Burnout: 6 Taktik Psikologis yang Selalu Dipakai Orang Cerdas
Cicilia Margarettha• Kamis, 30 Juli 2026 | 05.55 WIB
Taktik Psikologis yang Selalu Dipakai Orang Cerdas. (Pexels)

 

 

JawaPos.com – Merasa jalan di tempat atau mengalami fase stuck dalam perjalanan hidup adalah hal yang wajar dan bisa dialami oleh siapa saja.

Baik dalam hal karier, hubungan, maupun pengembangan diri, dinamika kehidupan terkadang membawa seseorang pada titik dimana semua terasa membosankan dan tidak maju.

Namun, perbedaan utama antara individu biasa dan orang yang berpikiran cerdas terletak pada cara mereka merespons momen kejenuhan tersebut.

Bukannya panik atau menyerah pada keadaan, orang-orang dengan kecakapan emosional dan intelektual yang tinggi biasanya menggunakan momen ini sebagai sinyal untuk beristirahat dan mengatur ulang strategi.

Melansir dari laman Yourtango pada Rabu (29/07), menyebutkan individu yang cerdas tidak melihat kondisi buntu sebagai kegagalan, melainkan sebagai petunjuk bahwa ada aspek dalam hidup yang perlu diubah.

Menariknya, pendekatan yang diambil oleh orang-orang cerdas ini sejalan dengan temuan ilmiah di bidang psikologi.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Positive Psychology menunjukkan bahwa kemampuan untuk melakukan reframing, serta menerapkan kebiasaan evaluasi diri secara berkala dapat meningkatkan fleksibilitas kognitif.

Fleksibilitas kognitif inilah yang membantu otak menemukan solusi-solusi kreatif baru dan menghindarkan seseorang dari stres berkepanjangan saat menghadapi jalan buntu.

Berikut adalah 5 hal yang biasanya dilakukan oleh orang cerdas saat mulai merasa buntu dalam hidup:

1. Mengubah rutinitas harian

Saat terjebak dalam pola yang monoton, otak cenderung bekerja secara otomatis tanpa stimulasi baru.

Orang cerdas menyiasatinya dengan mengubah kebiasaan kecil harian, seperti menjajal rute baru saat berangkat kerja atau merestrukturisasi jam produktif.

Perubahan sederhana ini terbukti memberi dorongan kesegaran baru bagi pola pikir dalam menyelesaikan masalah.

2. Pergi berlibur untuk penyegaran pikiran

Mengambil jarak dari lingkungan kerja atau rutinitas harian yang menekan adalah langkah taktis yang sering diambil.

Dengan pergi berlibur meski hanya perjalanan singkat, otak mendapatkan kesempatan untuk beristirahat dari tumpukan beban emosional, sehingga Anda bisa kembali dengan pikiran yang jauh lebih jernih.

3. Mulailah Hobi Baru

Mencoba aktivitas atau keterampilan baru dapat mengaktifkan jalur saraf baru pada otak.

Orang cerdas memanfaatkannya untuk mengalihkan fokus dari rasa frustrasi sekaligus mengasah kreativitas.

Aktivitas baru yang menyenangkan ini kerap menjadi pemicu hadirnya ide-ide segar yang tak terduga.

4. Membuang barang yang tidak lagi bermanfaat

Kondisi lingkungan fisik yang berantakan sering kali mencerminkan atau bahkan memperburuk kondisi pikiran yang kalut.

Melakukan pembersihan dan menyortir barang-barang yang sudah tidak terpakai membantu menciptakan ruang yang lebih lega, baik secara fisik maupun secara mental.

5. Rutin melakukan journaling

Menuliskan pikiran, kecemasan, dan ide ke dalam buku catatan (journaling) membantu memproses emosi secara terstruktur.

Kebiasaan ini membantu orang cerdas memetakan masalah, melacak pola emosi, dan menemukan akar penyebab dari rasa buntu yang sedang dirasakan.

Secara keseluruhan, merasa buntu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kesempatan emas untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak.

Dengan mengubah sudut pandang dan mengambil tindakan kecil yang konsisten, Anda dapat keluar dari titik jenuh dan melanjutkan perjalanan hidup dengan semangat baru.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti