← Beranda
10 Kebiasaan Harian Orang Cerdas agar Otak Tetap Tajam di Usia Tua Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalMinggu, 26 Juli 2026 | 23.39 WIB
Kebiasaan harian orang cerdas agar otak tetap tajam di usia tua menurut psikologi. (Magnific)

 

 

JawaPos.com – Psikologi menjelaskan bahwa kecerdasan bukanlah angka tetap yang diberikan sejak lahir dan tidak dapat berubah selamanya.

Kecerdasan memiliki sifat yang cukup fleksibel dan dapat terus dilatih melalui kebiasaan tertentu sehari-hari.

Orang cerdas memahami hal ini sehingga membentuk kebiasaan yang membantu menjaga ketajaman otak seiring bertambahnya usia.

Dilansir dari laman YourTango pada Minggu (26/7), berikut sepuluh kebiasaan harian yang biasa dilakukan orang cerdas agar otak tetap tajam meski usia terus bertambah.

1. Tidur lebih dari tujuh jam setiap malam

Berbagai penelitian menegaskan bahwa kurang tidur setiap malam dapat menurunkan kemampuan kognitif seseorang secara signifikan.

Tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap hari menjadi kebiasaan penting yang perlu dijaga secara konsisten.

Waktu tidur yang cukup terbukti mampu meningkatkan suasana hati, kreativitas, serta ketajaman mental di siang hari.

Kebiasaan ini menjadi fondasi utama bagi otak untuk tetap berfungsi optimal seiring bertambahnya usia.

2. Menyisihkan waktu belajar hal baru setiap hari

Otak tidak akan membentuk jalur baru apabila seseorang terus melakukan rutinitas yang sama tanpa tantangan.

Menemukan sesuatu yang menarik rasa ingin tahu menjadi langkah awal untuk terus mengasah kemampuan berpikir.

Kegiatan ini bisa berupa belajar alat musik, memasak, bahasa baru, atau memperdalam bidang keahlian tertentu.

Kebiasaan belajar hal baru secara konsisten membantu menjaga otak tetap aktif meski usia terus bertambah.

3. Sesekali menjalani puasa

Berhenti makan selama beberapa jam ternyata dapat memberikan dampak nyata terhadap kejernihan pikiran seseorang.

Energi tubuh cenderung meningkat sementara proses berpikir menjadi lebih jernih setelah menjalani puasa singkat.

Konsultasi dengan dokter tetap dianjurkan sebelum mencoba kebiasaan ini, terutama bagi yang belum terbiasa.

Puasa intermiten dapat memberikan manfaat tak terduga terhadap ketajaman mental seseorang apabila dilakukan secara bertahap.

4. Rutin bermeditasi setiap hari

Meditasi memberikan dampak positif terhadap fungsi otak, rasa ketenangan, serta performa seseorang secara keseluruhan.

Pikiran yang lebih tenang dan tidak mudah bereaksi berlebihan terhadap rangsangan menandakan tingkat ketahanan mental yang baik.

Ketahanan mental semacam ini erat kaitannya dengan tingkat kecerdasan seseorang dalam menghadapi berbagai situasi.

Kebiasaan bermeditasi secara konsisten membantu menjaga kestabilan emosi sekaligus ketajaman berpikir sehari-hari.

5. Fokus mengerjakan satu tugas dalam satu waktu

Banyak orang mencoba mengerjakan berbagai hal secara bersamaan demi merasa lebih produktif dalam kesehariannya.

Namun fokus penuh pada satu tugas justru menghasilkan hasil kerja yang jauh lebih baik dan efisien.

Melakukan banyak pekerjaan sekaligus justru dapat menurunkan tingkat efisiensi seseorang dalam menyelesaikan tugasnya.

Kebiasaan fokus pada satu hal ini menjadi ciri khas orang yang memiliki ketajaman berpikir tinggi.

6. Mengutamakan membaca buku fisik

Kebiasaan membaca buku ternyata benar-benar berkaitan dengan tingkat kecerdasan serta usia harapan hidup seseorang.

Membaca membantu menambah pengetahuan sekaligus membangun koneksi kreatif baru dalam pikiran seseorang.

Kebiasaan ini juga melatih kemampuan berkonsentrasi di tengah masyarakat yang mudah teralihkan oleh gawai.

Membaca buku secara rutin menjadi keunggulan tersendiri di tengah kebiasaan menggulir video singkat secara terus-menerus.

7. Berolahraga secara teratur

Aktivitas fisik seperti angkat beban, kardio, dan berjalan kaki terbukti memberikan dampak positif terhadap suasana hati.

Olahraga juga memiliki pengaruh nyata terhadap kemampuan kognitif seseorang secara keseluruhan.

Anggapan bahwa olahraga hanya membuat seseorang kurang cerdas ternyata tidak sepenuhnya benar dalam kenyataannya.

Rutin berolahraga membantu seseorang hidup lebih lama, merasa lebih baik, sekaligus meningkatkan kemampuan berpikirnya.

8. Menghilangkan gangguan saat bekerja

Ruang kerja yang nyaman dapat membantu seseorang lebih menikmati proses menyelesaikan pekerjaannya sehari-hari.

Memperbaiki pencahayaan dan menambahkan tanaman menjadi cara sederhana untuk menciptakan suasana kerja yang lebih baik.

Memperhatikan berbagai gangguan seperti notifikasi email atau hal lain juga menjadi langkah penting yang perlu diperhatikan.

Menghilangkan gangguan semacam ini membantu seseorang mempertajam fokus dan meningkatkan kemampuan berpikirnya secara keseluruhan.

9. Bermain permainan pengasah otak

Teka-teki kembali menjadi aktivitas populer yang digemari banyak orang belakangan ini.

Berbagai permainan seperti teka-teki silang atau tebak-tebakan dapat melatih otak menjadi lebih tajam dan fleksibel.

Melatih otak tidak harus dilakukan dengan cara yang membosankan atau terasa seperti beban tambahan.

Kebiasaan bermain permainan pengasah otak ini membantu menjaga kemampuan berpikir tetap terasah dengan baik.

10. Sesekali berjemur di bawah sinar matahari

Anggapan bahwa sinar matahari harus selalu dihindari ternyata tidak sepenuhnya tepat bagi kesehatan otak.

Menghindari sinar matahari secara berlebihan justru dapat berdampak kurang baik terhadap ketajaman berpikir seseorang.

Mendapatkan asupan vitamin D dari sinar matahari menjadi salah satu cara sederhana untuk mendukung fungsi otak.

Berada di luar ruangan sambil terhubung dengan alam menjadi kebiasaan sederhana yang turut mendukung kecerdasan seseorang.

 

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti