← Beranda
9 Sifat Langka Orang yang Merasakan Kesedihan saat Selesai Membaca Buku Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalKamis, 23 Juli 2026 | 23.00 WIB
Sifat orang yang merasakan kesedihan saat selesai membaca buku menurut psikologi. (Magnific)

 

 

JawaPos.com – Psikologi menjelaskan mengapa sebagian pembaca merasakan kesedihan selesai membaca buku yang mereka cintai.

Perasaan itu muncul karena mereka telah kehilangan sesuatu yang bernilai bagi diri mereka.

Kondisi tersebut ternyata berkaitan dengan sifat langka yang jarang dimiliki pencinta buku pada umumnya.

Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (23/7), berikut sembilan sifat langka yang biasa ditemukan pada orang dengan kepekaan semacam itu.

1. Mudah berempati pada orang lain

Orang yang merasa sedih usai menyelesaikan buku biasanya memiliki empati yang kuat terhadap sesama.

Mereka dapat terhubung dengan orang lain secara alami tanpa harus berusaha keras.

Sayangnya sosok yang membuat mereka merasa dekat itu kadang hanya ada di dalam cerita.

2. Memiliki imajinasi yang kuat

Orang dewasa jarang didorong untuk terus menggunakan imajinasinya seperti ketika mereka masih kecil.

Membaca memberi ruang bagi mereka untuk membangun dunia sendiri lewat imajinasi yang hidup.

Karena dunia itu terasa nyata, mereka pun sulit menerima ketika sebuah cerita benar-benar berakhir.

3. Menyukai perasaan yang mendalam

Tidak semua orang merasa nyaman menghadapi emosi yang begitu kuat dalam dirinya.

Namun orang yang berduka setelah membaca buku justru terbiasa merasakan hal itu tanpa rasa takut.

Mereka termasuk pribadi yang sangat peka sehingga sering merasa tidak dipahami oleh orang sekitar.

4. Nyaman dengan pikiran sendiri

Dunia saat ini dipenuhi berbagai gangguan yang mudah diakses lewat teknologi setiap saat.

Banyak orang justru tidak lagi nyaman duduk diam bersama pikirannya sendiri tanpa hiburan lain.

Sebaliknya, pembaca jenis ini terbiasa merenungi diri lewat cerita yang mereka baca dengan penuh perhatian.

5. Lebih menyukai cerita yang kompleks

Perasaan seolah tenggelam dalam sebuah buku disebut sebagai fenomena keterbawaan cerita secara psikologis.

Orang yang berduka usai menyelesaikan bacaan cenderung lebih menyukai alur cerita yang rumit.

Mereka secara alami tertarik pada plot dan karakter kompleks yang membuat mereka merasa benar-benar terbawa.

6. Menikmati perasaan tenggelam dalam sesuatu

Sebagian bacaan begitu memikat hingga membuat pembacanya merasa menjadi bagian dari cerita itu sendiri.

Ketertarikan mendalam semacam ini bukan tanda hilangnya kesadaran terhadap kenyataan sehari-hari.

Sebaliknya, buku menjadi ruang pelarian sehat yang membantu mereka meredakan tekanan hidup sejenak.

7. Sangat antusias pada hal yang disukai

Membaca menjadi pengalaman penuh bagi sebagian orang, bukan sekadar mengikuti alur cerita saja.

Mereka turut mencari sesama pembaca serta karya lain yang mengingatkan pada tokoh favoritnya.

Rasa antusias itu turut mereka bawa ke berbagai aspek kehidupan lain di luar membaca.

8. Senang merenungkan pengalaman

Setiap orang mengembangkan cara berpikirnya masing-masing seiring berjalannya waktu dan pengalaman hidup.

Sebagian orang memang lebih analitis dan suka merenungkan makna dari apa yang dijalani.

Mereka pun terbiasa mencari pengetahuan dan makna lebih dalam lewat buku yang mereka baca.

9. Memahami makna sebuah akhir

Setiap buku pasti memiliki akhir, sama seperti berbagai peristiwa dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Menyadari bahwa sesuatu akan segera berakhir justru mendorong seseorang menikmati momen dengan lebih penuh.

Karena itu mereka berusaha menikmati lembar terakhir buku sebelum perasaan itu benar-benar hilang.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti