← Beranda
Foundation Selalu Terlihat Abu-Abu di Wajahmu? Ini Bukan Soal Shade, Tapi Undertone Kulitmu
Nurul Adriyana SalbiahSelasa, 19 Mei 2026 | 02.28 WIB
Ilustrasi foundation. (Freepik)

JawaPos.com - Sudah puluhan warna foundation dicoba, tapi hasilnya selalu sama yakni wajah terlihat abu-abu, terlalu merah, atau justru lebih kusam dari sebelumnya. Kalau ini terasa familiar, masalahnya bukan di shade-mu. 

Masalahnya ada di undertone, lapisan warna di bawah permukaan kulit yang menentukan apakah sebuah foundation akan menyatu sempurna atau justru bertabrakan dengan warna alami wajah. 

Begitu kamu tahu undertone-mu, proses memilih foundation jadi jauh lebih terarah sejak langkah pertama.

Apa Itu Undertone Kulit dan Kenapa Ini Penting?

Undertone adalah warna dasar yang tersembunyi di bawah permukaan kulit. Tidak seperti warna kulit yang bisa berubah karena paparan matahari, undertone bersifat permanen dan tidak bergeser sepanjang hidupmu. 

Inilah kenapa seseorang berkulit sawo matang dan seseorang berkulit putih bisa memiliki undertone yang sama persis, dan keduanya cocok dengan nada warna foundation yang serupa, meskipun shade-nya berbeda.

Ketika foundation dipilih berdasarkan undertone yang tepat, hasilnya tampak seperti kulit sendiri, hanya lebih sempurna. Sebaliknya, foundation yang undertone-nya tidak cocok akan menciptakan efek topeng di wajah, bahkan saat shade-nya sudah pas secara kecerahan.

3 Cara Mudah Mengenali Undertone Kulitmu

Lihat warna pembuluh darah di pergelangan tangan

Ini metode paling umum dan cukup akurat sebagai acuan awal. Perhatikan bagian dalam pergelangan tangan di bawah cahaya alami, bukan di bawah lampu ruangan yang bisa mendistorsi warna. Pembuluh darah yang terlihat hijau menandakan warm undertone. Biru atau ungu menandakan cool undertone. Biru kehijauan berarti kamu berada di kategori neutral.

Amati reaksi kulitmu di bawah sinar matahari

Kulit yang langsung menggelap tanpa merah dahulu cenderung memiliki warm undertone. Kulit yang lebih dulu memerah atau terbakar sebelum sempat kecokelatan menandakan cool undertone. Kalau kulitmu bisa keduanya tergantung intensitas sinar, kamu kemungkinan besar masuk kategori neutral.

Dekatkan kain putih bersih ke wajah

Ambil selembar kain atau kertas putih polos, lalu dekatkan ke wajah tanpa makeup di bawah cahaya siang. Jika kulitmu terlihat kekuningan atau keemasan di sampingnya, kamu warm. Jika tampak kemerahan atau kebiruan, kamu cool. Jika tidak condong ke mana pun, kamu neutral.

Cara Memilih Foundation Sesuai Undertone Kulit

Warm undertone: cari nuansa kuning atau keemasan

Warm undertone adalah yang paling umum ditemukan pada kulit Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kulit dengan undertone ini memiliki dasar warna yang condong ke kuning, peach, atau keemasan. 

Saat belanja foundation, cari label warm, golden, yellow, atau honey pada deskripsi warnanya. Hindari foundation dengan kandungan warna merah muda atau abu-abu kuat karena justru akan membuat wajah terlihat tidak natural.

Untuk eyeshadow warna yang paling serasi biasanya cokelat, tembaga, emas, dan coral.  Untuk blush menggunakan warna peach, coral, dan brick. Untuk lipstik bisa dengan nude kecokelatan, merah bata, dan terracotta

Shade foundation yang umum cocok di antaranya Ivory dengan kode W, Golden Beige, Warm Nude, dan Honey Beige.

Cool undertone: pilih nuansa pink atau merah muda

Cool undertone lebih sering ditemukan pada kulit yang terlihat pucat kemerahan atau mudah memerah. Pembuluh darah di pergelangan tangan biasanya berwarna biru atau ungu. Untuk foundation, cari label cool, pink, rose, atau porcelain. Jauhkan diri dari foundation bernuansa kuning atau oranye kuat karena hasilnya bisa tampak seperti warna cat di wajah.

Untuk eyeshadow, cool undertone mencakup mauve, ungu, dan pink.

Untuk blush menggunakan warna dusty rose dan berry 

Untuk lipstick bisa dengan plum, merah muda, dan warna keunguan untuk lipstik. 

Shade yang umumnya cocok antara lain Porcelain, Rose Ivory, Pink Beige, dan shade dengan kode C atau cool.

Neutral undertone: punya kebebasan lebih luas

Neutral undertone berada di antara warm dan cool, tidak dominan ke salah satu arah. Pembuluh darah di pergelangan tangan terlihat biru kehijauan. Pilih foundation berlabel neutral, nude, atau natural. Foundation dengan kandungan warna peach adalah pilihan paling aman karena berada di titik tengah antara kuning dan merah muda.

Keuntungan besar neutral undertone adalah fleksibilitasnya. Hampir semua palet warna makeup bisa dikenakan dengan nyaman, mulai dari cokelat hingga abu-abu dan mauve. Shade yang umumnya cocok antara lain Natural Beige, Peachy Nude, dan shade dengan kode N pada seri warnanya.

Langkah Praktis Sebelum ke Toko atau Belanja Online

Sebelum membuka aplikasi belanja atau berangkat ke konter, luangkan lima menit di rumah. Pergi ke ruangan dengan cahaya alami yang cukup, idealnya dekat jendela terbuka di siang hari. Periksa pembuluh darah di pergelangan tangan, konfirmasi dengan metode kain putih di dekat wajah, lalu catat undertone-mu. Setelah itu, cari foundation dengan kode W untuk warm, C untuk cool, atau N untuk neutral.

Dengan cara ini, kamu tidak perlu lagi mencoba satu per satu secara membabi buta di konter. Waktu dan uangmu jauh lebih terarah, dan hasilnya pun jauh lebih memuaskan.

FAQ Undertone dan Foundation

Apakah undertone bisa berubah seiring waktu?

Tidak. Undertone bersifat permanen dan tidak berubah meskipun kulit menggelap atau memudar karena faktor eksternal seperti sinar matahari atau skincare.

Bagaimana jika hasil tes undertone saya tidak konsisten?

Coba kombinasikan minimal dua metode, pembuluh darah dan kain putih. Jika hasilnya berbeda-beda, kemungkinan besar kamu masuk kategori neutral undertone.

Bisakah saya memakai foundation warm meskipun punya cool undertone?

Bisa, tapi hasilnya mungkin terlihat sedikit oranye atau tidak natural. Untuk tampilan terbaik, selalu prioritaskan foundation yang sesuai undertone kulitmu.

Foundation yang tepat bukan tentang brand paling mahal atau shade yang paling populer. Foundation terbaik adalah yang paling jujur pada warna alami kulitmu sendiri dan semua itu dimulai dari satu langkah kecil: mengenali undertone-mu.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah