JawaPos.com – Keringat berlebih adalah reaksi umum tubuh terhadap cuaca panas, stres, atau aktivitas fisik.
Namun terkadang hal itu menjadi tidak nyaman dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi beberapa orang, pemakaian deodorant biasa hanya menutupi bau dan tidak menghilangkan masalahnya.
Ternyata, intensitas keringat dapat dikurangi dengan metode sederhana.
Dilansir citymagazine, berikut lima cara mengurangi keringat berlebih di tubuh Anda.
1. Gunakan antiperspirant
Jika ketiak Anda berkeringat berlebihan, pastikan Anda menggunakan antiperspirant dan bukan hanya deodorant.
Deodorant membantu menutupi bau badan. Biasanya mengandung bahan-bahan seperti soda kue, alkohol, dan pewangi tambahan.
Sebaliknya, antiperspirant menghentikan keringat dengan memblokir kelenjar keringat. Biasanya mengandung garam aluminium.
2. Kenakan pakaian yang memungkinkan sirkulasi udara
Pakaian yang Anda kenakan dapat sangat memengaruhi seberapa banyak Anda berkeringat.
Hindari kain sintetis seperti nilon, akrilik, dan spandeks.
Sebaliknya, pilihlah kain katun atau jaring. Kain-kain ini memungkinkan aliran udara yang lebih baik dan menjaga tubuh tetap sejuk.
3. Perhatikan pola makan
Makanan tertentu dapat mengaktifkan termostat tubuh dan memicu keringat.
Pola makan tinggi lemak dan rendah serat dapat meningkatkan beban kerja pencernaan, yang dapat menambah suhu tubuh bagian dalam.
Hindari makanan yang dapat memicu keringat berlebih, seperti makanan ultra-proses, makanan pedas, manis, asin, alcohol, serta kafein.
Sebaiknya tingkatkan konsumsi makanan yang menghidrasi dan mengandung kalsium, seperti sayuran hijau, pisang, anggur, semangka, dan produk susu.
4. Minum air putih yang cukup
Minum air putih yang cukup tidak akan menghentikan keringat.
Namun, hal itu dapat membantu mengurangi keringat berlebih.
Ini karena menjaga tubuh tetap terhidrasi, membantu mengatur suhu tubuh internal.
Berkeringat menyebabkan tubuh kehilangan air sehingga perlu diganti.
5. Berhenti merokok
Nikotin memengaruhi sistem saraf dan mengaktifkan apa yang disebut respons simpatik tubuh , suatu kondisi yang mirip dengan stres ringan.
Dalam kondisi ini, detak jantung dapat meningkat, pembuluh darah dapat menyempit, dan kelenjar keringat dapat menjadi lebih aktif.
Kadar nikotin dalam tubuh juga berfluktuasi.
Setelah merokok, kadar nikotin naik lalu perlahan turun.
Naik turunnya kadar nikotin ini terkadang dapat memicu reaksi seperti berkeringat, gemetar, atau ketegangan internal.
***