JawaPos.com – Sekali lagi, karpet merah atau Red Carpet Met Gala tahun ini menunjukkan kalau ajang penggalangan dana tahunan tersebut memang 'pantas' mendapatkan sorot mata dunia. Bukan hanya soal eksklusivitas hingga kemewahan yang dipertontonkan lewat penampilan para seleb dunia yang hadir, tapi juga rangkaian cerita dibaliknya.
Met Gala 2026 sendiri mengambil tema ‘Fashion Is Art’, dengan pameran utama bertajuk Costume Art, yang mengeksplorasi hubungan antara tubuh manusia, mode, dan seni selama sekitar 5.000 tahun sejarah. Tak heran jika busana dan aksesori yang dipakai para tamu pun sangat mengesankan dengan perpaduan mode dan seni.
Sebut saja penampilan model papan atas Kendall Jenner yang mengenakan busana dari GapStudio karya Zac Posen. Kendall mengenakan dress putih gading dengan satu lengan yang terinspirasi dari statue The Nike of Samothrace.
Baca Juga: Penyebab Rupiah Melemah Bukan Faktor Internal, Ekonom sebut Daya Beli Masyarakat Terjaga
Berbeda dengan Kendall yang tampil feminin, penyanyi Madonna tampil Gothic dengan pakaian serba hitam yang dikombinasikan dengan ekor daun berwarna abu-abu. Busana Madonna terinspirasi dari lukisan The Temptation of Saint Anthony karya Leonora Carrington.
Tak lupa personel Blackpink pun turut hadir meramaikan Met Gala. Salah satunya Rose yang terlihat mengenakan gaun hitam dengan detail burung pada bagian pinggul. Ini terinspirasi dari lukisan kaya seniman Georges Braque berjudul ‘the Birds’.
Meski dikenal tertutup, Met Gala memiliki rangkaian acara utama seperti koktail, makan malam, dan pertunjukan artis ternama. Pada 2026, penampilan diisi oleh Sabrina Carpenter dan Madonna.
Dekorasi juga menjadi daya tarik tersendiri. Desainer acara Raúl Àvila menghadirkan konsep taman Italia Utara dengan sentuhan artistik pada tata meja dan ruangan.
Apa itu Met Gala Sebenarnya?
Met Gala adalah acara penggalangan dana tahunan untuk Costume Institute yang selalu digelar pada Senin pertama bulan Mei. Ajang ini menjadi panggung utama eksplorasi mode dengan tema berbeda setiap tahun, sekaligus momen paling dinanti di industri fashion global. Editor senior majalah Vogue, André Leon Talley bahkan menyebutnya sebagai “Super Bowl-nya dunia mode”.
Met Gala selalu berlangsung di The Metropolitan Museum of Art. Para tamu biasanya menginap di hotel mewah sekitar lokasi seperti The Mark Hotel dan The Carlyle, yang kerap menjadi tempat berkumpul selebritas sebelum acara.
Tahun ini, pameran juga memperkenalkan galeri baru seluas hampir 12.000 kaki persegi, menampilkan konsep tubuh tematik seperti “Tubuh Klasik”, “Tubuh Hamil”, hingga “Tubuh Menua”.
Sejak pertama kali digelar pada 1946, Met Gala terus berkembang menjadi ajang prestisius yang mempertemukan selebritas, desainer, hingga tokoh berpengaruh lintas bidang. Namun di balik gemerlap karpet merahnya, ada banyak fakta menarik. Mulai dari biaya fantastis hingga kontroversi yang kerap menyertainya.
Harga Fantastis sebagai Tiket Masuk Met Gala
Met Gala merupakan sumber pendanaan utama bagi Costume Institute di The Metropolitan Museum of Art. Setiap tahun, acara ini mampu mengumpulkan dana dalam jumlah fantastis.
Dilansir dari BBC, biaya untuk menghadiri Met Gala tergolong sangat mahal. Satu meja bisa mencapai lebih dari 350.000 USD atau sekitar Rp 5 - 6 miliar. Sementara tiket individu berkisar 75.000 USD atau setara Rp 1,29 miliar.
Pada 2025, pendapatan Met Gala mencapai sekitar 31 juta USD atau setara Rp 537 miliar, menjadi rekor tertinggi dalam 77 tahun sejarahnya. Tapi pada 2026, rekor kembali terpecahnya. Met Gala 2026 berhasil mengumpulkan dana hingga 42 juta USD atau setara Rp 727 miliar.
Tentunya, dengan tiket fantastis dan sorotan ‘tajam’ dunia, tak heran jika Met Gala menjadi ajang pameran mode dengan nilai kemewahan dan eksklusivitas yang tak terbantahkan. Tak sekadar berkumpul. Jamuan makan malam mewah ini memberikan networking kelas atas bagi tokoh dan seleb dunia.
Kontroversi Met Gala 2026
Di balik kemegahannya, The Guardian menlaporkan, Met Gala 2026 juga tak lepas dari kontroversi. Keterlibatan tokoh seperti Jeff Bezos dan Lauren Sánchez memicu spekulasi publik, termasuk isu pengaruh terhadap Condé Nast sebagai induk Vogue.
Kritik juga datang dari kelompok aktivis yang menilai keterlibatan miliarder dapat menggeser esensi acara. Apalagi, Jeff Bezos disebut-sebut mengeksploitasi pekerja hingga membuat Met Gala 2026 ini sempat diserukan untuk diboikot.
Di sisi lain, absennya politisi seperti Zohran Mamdani turut menjadi sorotan. Meski begitu, tokoh-tokoh besar seperti Nicole Kidman dan Venus Williams tetap menjadi magnet utama acara ini.
Met Gala tetap menjadi perpaduan unik antara seni, mode, kekuasaan, dan uang dalam satu malam. Di satu sisi ia adalah perayaan kreativitas, namun di sisi lain juga mencerminkan eksklusivitas yang terus memicu perdebatan publik.