← Beranda
5 Bentuk Budaya Sosial Modern yang Diubah oleh Gen Z dan Tanpa Disadari Generasi Boomer saat Ini
Risma Azzah FatinSelasa, 31 Maret 2026 | 02.34 WIB
Ilustrasi Gen Z (Freepik)

JawaPos.com – Generasi Z kini semakin dikenal sebagai kelompok yang mendorong perubahan dalam berbagai aspek kehidupan sosial.

Mereka aktif mempertanyakan norma lama yang dinilai tidak lagi relevan serta menunjukkan sikap tegas terhadap berbagai bentuk ketidakadilan.

Pengaruh yang dibawa generasi ini perlahan membentuk arah baru dalam masyarakat, meskipun belum sepenuhnya disadari oleh generasi yang lebih tua, termasuk generasi boomer.

Melalui berbagai cara yang kerap tidak terlihat, Generasi Z turut menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masa depan.

Dilansir dari laman YourTango, Berikut 5 hal yang dilakukan Gen Z guna merubah budaya masyarakat tanpa disadari oleh Generasi Boomer.

1.     Mendefinisikan ulang budaya kerja

Generasi Z tidak takut untuk menyatakan penolakan mereka guna mematuhi norma dan harapan di tempat kerja. Baik dengan mengadvokasi kerja jarak jauh, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan, jam kerja yang fleksibel, atau gaji yang lebih baik.

Generasi Z menjadikan misi mereka untuk mengubah budaya perusahaan di mana pun mereka berada.

Menurut salah satu survei 46% pekerja Gen Z mengatakan nilai-nilai perusahaan tempat mereka bekerja hanya sedikit selaras dengan nilai-nilai mereka atau tidak sama sekali sesuai dengan diri mereka sendiri.

Kaum muda tidak mau mengorbankan nilai-nilai dan moral mereka untuk menerima gaji dan tidak keberatan pindah kerja jika mereka tidak merasa puas.

2.     Menormalkan pembicaraan terkait mental health

Salah satu cara paling signifikan Gen Z mengubah masyarakat adalah dengan lebih menekankan pada kesadaran kesehatan mental.

Bagi para boomer membicarakan kesehatan mental dianggap sebagai topik yang tabu, meskipun hal itu sama pentingnya dengan Gen Z. Salah satu survei menemukan bahwa 37% para Gen Z telah berkonsultasi untuk menerima perawatan atau terapi dari para psikolog jika dibandingkan dengan generasi boomer yang hanya sekitar 22℅.

Karena Generasi Z menjadi lebih vokal tentang kesehatan mental kini generasi yang lebih tua pun diberi ruang aman untuk terbuka.

Generasi Z telah menjadi hal yang wajar untuk membicarakan isu dan masalah, tidak hanya dengan orang-orang di sekitar mereka tetapi juga dengan para profesional.

3.     Menata ulang sebuah hubungan

Tidak seperti para boomer yang sebagian besar mengikuti aspek tradisional hubungan dengan bertemu langsung dengan pasangan mereka, berpacaran, dan berkencan untuk berkomitmen pada pernikahan.

Generasi Z telah menantang konvensi ini untuk mendapatkan sedikit lebih banyak fleksibilitas. Dari menormalkan aplikasi kencan hingga mengubah pandangan mereka tentang pernikahan dan memiliki anak.

Generasi Z sangat menolak ekspektasi tertentu d bahwa dimana percaya bahwa pernikahan adalah tradisi yang ketinggalan zaman.

Pengaruh Gen Z terhadap budaya kencan saat ini telah menjadikannya ruang yang lebih inklusif dan memungkinkan orang untuk berkencan tanpa merasa tertekan untuk menyesuaikan diri dengan cita-cita tertentu.

4.     Memperjuangkan keberagaman

Generasi Z dianggap sebagai salah satu generasi yang paling beragam dan inklusif. Hal ini tercermin dalam sikap mereka terhadap isu-isu seperti ras, gender, dan orientasi seksual serta pemahaman mereka terhadap berbagai identitas budaya yang ada di negara ini dan di seluruh dunia.

Mereka merangkul orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat dan menghargai pengalaman hidup individu dari berbagai komunitas terpinggirkan. Kegigihan Gen Z dalam mengakui pentingnya keberagaman dan inklusi benar-benar memberdayakan.

5.     Menatang standar kecantikan internasional

Dengan kehadiran Gen Z di media sosial, mereka dengan cepat menjadi suara yang menentang praktik dan ekspektasi standar kecantikan tertentu. Mereka secara aktif menentang banyak idealisme yang dipaksakan kepada pria dan wanita di generasi mereka dan sebaliknya menganjurkan penerimaan diri dan kepositifan terhadap tubuh.

Generasi Z terus-menerus mendukung kreator konten dan selebritas yang tidak sesuai dengan standar kecantikan yang telah dipaksakan kepada masyarakat sejak awal zaman.

Mereka juga mengkritik merek dan bisnis yang tidak percaya pada diversifikasi iklan dan representasi mereka.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho