← Beranda
Bukan Sekadar Jatuh Cinta: 7 Jenis Cinta yang Akan Kamu Alami Sepanjang Hidup, dari yang Menggebu hingga yang Paling Dalam dan Bermakna
Zulfa Putri HardiyatiJumat, 27 Maret 2026 | 14.38 WIB
ilustrasi orang yang jatuh cinta. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Cinta sering kali dianggap sebagai satu perasaan yang sederhana. Padahal, dalam kenyataannya, cinta jauh lebih luas dan kompleks dari itu.

Sepanjang hidup, seseorang bisa mengalami berbagai bentuk cinta—mulai dari yang penuh gairah di awal, hingga yang tenang, dalam, dan penuh makna seiring waktu berjalan.

Banyak dari kita tumbuh dengan bayangan bahwa cinta hanya tentang romansa. Namun seiring bertambahnya usia dan pengalaman, kita mulai menyadari bahwa cinta juga hadir dalam keluarga, persahabatan, bahkan dalam hubungan dengan diri sendiri.

Seperti yang diungkap YourTango, memahami berbagai jenis cinta bisa membantu kita mengenali apa yang sebenarnya kita rasakan, apa yang kita butuhkan, serta bagaimana hubungan berkembang dari waktu ke waktu.

1.      Eros (cinta penuh gairah)

Eros adalah bentuk cinta yang paling sering dibayangkan ketika orang berbicara tentang jatuh cinta.

Ini adalah cinta yang penuh gairah, intens, dan membuat jantung berdebar. Perasaan “kupu-kupu di perut”, kegembiraan, dan ketertarikan yang kuat biasanya muncul dalam fase ini.

Dalam tahap ini, seseorang bisa merasa sulit berpikir jernih karena emosi begitu mendominasi. Namun justru di sinilah awal dari banyak hubungan dimulai—dengan energi yang menggebu dan penuh harapan.

1.      Storge (cinta keluarga)

Storge adalah cinta yang tumbuh dalam hubungan keluarga, seperti antara orang tua dan anak atau antar saudara. Cinta ini bersifat alami, hangat, dan memberi rasa aman.

Ini sering kali menjadi jenis cinta pertama yang kita rasakan dalam hidup. Dari sinilah kita belajar tentang kepercayaan, kenyamanan, dan rasa memiliki yang kemudian memengaruhi cara kita mencintai orang lain di masa depan.

2.      Ludus (cinta yang playful)

Ludus adalah cinta yang ringan, menyenangkan, dan penuh permainan. Ini adalah fase di mana hubungan dipenuhi dengan godaan, candaan, dan rasa penasaran satu sama lain.

Jenis cinta ini membuat awal hubungan terasa seru dan tidak membosankan. Meski terlihat sederhana, elemen kesenangan seperti ini penting untuk menjaga hubungan tetap hidup dan tidak terasa kaku.

1.      Philia (cinta persahabatan)

Philia adalah cinta yang lahir dari kedekatan emosional dan persahabatan yang kuat. Ini adalah hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan, kesetiaan, dan dukungan satu sama lain.

Dalam banyak hubungan jangka panjang, cinta romantis yang sehat biasanya juga mengandung unsur philia. Karena pada akhirnya, pasangan terbaik bukan hanya kekasih, tetapi juga teman hidup yang bisa diandalkan.

1.      Agape (cinta tanpa syarat)

Agape adalah bentuk cinta yang paling murni. Ini adalah cinta yang tidak bergantung pada balasan, melainkan muncul dari kepedulian yang tulus terhadap orang lain.

Cinta ini bisa dirasakan tidak hanya kepada pasangan, tetapi juga kepada orang asing, hewan, atau bahkan kemanusiaan secara umum. Agape mengajarkan kita tentang empati, kebaikan, dan memberi tanpa pamrih.

2.      Philautia (cinta diri sendiri)

Philautia adalah cinta terhadap diri sendiri—bukan dalam arti egois, tetapi sebagai bentuk penerimaan dan penghargaan terhadap siapa diri kita sebenarnya.

Ketika seseorang memiliki cinta diri yang sehat, mereka cenderung lebih percaya diri dan mampu membangun hubungan yang lebih baik. Karena pada dasarnya, cara kita memperlakukan diri sendiri akan memengaruhi bagaimana kita memberi dan menerima cinta dari orang lain.

3.      Pragma (cinta jangka panjang)

Pragma adalah cinta yang tumbuh seiring waktu. Ini bukan lagi tentang gairah sesaat, melainkan komitmen, kesabaran, dan pilihan untuk tetap bersama.

Cinta ini sering ditemukan dalam hubungan jangka panjang atau pernikahan, di mana dua orang terus memilih satu sama lain setiap hari. Pragma adalah bukti bahwa cinta sejati tidak hanya dirasakan, tetapi juga diperjuangkan.

Pada akhirnya, cinta bukan hanya tentang satu perasaan atau satu momen. Ia berubah, berkembang, dan hadir dalam berbagai bentuk sepanjang hidup kita.

Dengan memahami berbagai jenis cinta ini, kita bisa lebih bijak dalam menjalani hubungan—karena setiap fase dan setiap bentuk cinta memiliki perannya sendiri dalam membentuk perjalanan hidup kita.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho