JawaPos.com – Mendekati usia senja banyak orang percaya bahwa kemampuan otak akan mulai menurun.
Terutama ketika beranjak dari usia 30 tahun, tapi menurut penelitian anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Penurunan fungsi kognitif dapat dicegah dengan melatih dan menggunakan otak agar terus aktif.
Dengan melakukan kebiasaan yang tepat, seseorang dapat tetap memiliki kemampuan berpikir yang tajam hingga usia 60 tahun keatas.
Ini karena otak bekerja seperti otot, jika tidak dilatih makan ketajaman dan kesehatan otak akan menurun.
Jika kita jangan melatih otak untuk terus berpikir, kemampuan kognitif kita akan menurun cepat seiring bertambahnya usia.
Oleh karena itu, ada beberapa kebiasaan yang cukup sederhana namun memberikan dampak besar terhadap ketajaman dan kesehatan otak kita.
Dilansir dari Your Tango, inilah empat kebiasaan yang membuat kinerja otak tetap tajam meskipun telah berusia senja.
1. Rutin Melatih Otak Melalui Aktivitas
Salah satu kebiasaan yang dapat menjaga kesehatan fungsi otak adalah dengan berlatih melalui aktivitas berpikir.
Cara ini paling efektif agar otak tetap tajam karena dengan berlatih terus berpikir seperti membaca, menulis, atau menghitung membuat otak didorong bekerja.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering menggunakan otaknya untuk literasi dan menghitung cenderung memiliki otak yang tajam meskipun di usia senja.
Tidak perlu melakukan aktivitas berpikir yang memberatkan, cukup dengan membaca artikel ringan dan mengelola keuangan otak akan tetap aktif.
Ini membuat ketajamanan otak tetap terjaga karena adanya dorongan untuk melakukan kegiatan berpikir.
2. Terus Belajar Hal Baru
Belajar tidak hanya berhenti ketika lulus sekolah atau berkuliah, tapi belajar adalah kebiasaan seumur hidup.
Orang yang memiliki otak yang tajam di usia senja cenderung tidak pernah berhenti belajar hal baru.
Penelitian menunjukkan bahwa semua orang jika ingin ketajaman berpikirnya tetap terjaga, mereka harus mencari kesempatan untuk belajar.
Selain itu, belajar terus-menerus bukan berarti membebani diri, tapi berlatih agar otak tetap tajam dan sehat.
Aktivitas seperti belajar bahasa baru, fotografi, editing, atau musik dapat secara efektif menjaga ketajaman otak.
Kegiatan ini dapat merangsang fungsi otak secara efektif karena membentuk koneksi saraf baru dalam otak.
Atau kita bisa juga melakukan hobi baru yang menyenangkan seperti menjahit atau membuat video, itu akan membuat kita tetap berkembang secara terus-menerus.
3. Terbiasa Melakukan Hal yang Merangsang Otak
Kebiasaan sederhana yang dapat meningkatkan fungsi otak adalah melakukan rutinitas harian yang mendorong diri untuk berpikir.
Bahkan kebiasaan kecil sekalipun selama kita terus berpikir, otak akan tetap tajam dan daya ingat tetap kuat.
Seperti membaca buku sebelum tidur, membuat rencana anggaran, atau memahami informasi baru, itu dapat membuat otak tetap bekerja.
Aktivitas-aktivitas sederhana yang kita lakukan membuat otak tetap aktif dan mencega penuaan kognitif.
Semakin sering kita menggunakan otak untuk berpikir memecahkan masalah atau memahami informasi, semakin kuat juga kemampuan kognitif kita.
4. Tetap Aktif Bekerja Untuk Mengasah Pikiran
Dalam beberapa penelitian, orang yang memiliki ketajaman otak meskipun berusia senja adalah orang yang tetap aktif bekerja untuk merangsang pikiran.
Dengan terus bekerja sesuai bidang yang kita tekuni, otak akan tetap tajam dan kemampuan berpikir tetap jalan.
Seperti membaca berita, menganalisis data, atau menghitung, itu membuat kemampuan kognitif kita tetap baik seiring bertambahnya usia.
Tidak perlu pekerjaan yang berat, cukup dengan melatih mental dan pikiran secara rutin itu dapat membantu menjaga otak tetap aktif.
Oleh karena itu, selama kita terus bekerja dan aktif mengasah otak setiap saat, kemampuan kognitif kita akan tetap tajam.