← Beranda
Orang yang Jarang Stres Biasanya Melakukan 5 Kebiasaan Ini
Rabbany WanadrianiSenin, 9 Maret 2026 | 18.17 WIB
ilustrasi orang yang jarang merasa stres. (freepik)

 

 

JawaPos.com – Mengingat dunia yang serba cepat dan kompleksitas hubungan modern, stres telah menjadi hal umum bagi banyak orang.

Tetapi beberapa orang tampak selalu tenang dan mampu melewati kekacauan hidup dengan mudah.

Mereka tidak menekan stres, namun menguasainya melalui kebiasaan sederhana yang didasarkan pada ilmu saraf dan psikologi.

Dilansir geediting, berikut lima kebiasaan umum orang-orang yang jarang merasa stres untuk mencapai kedamaian batin.

1. Prioritaskan tidur

Orang yang tetap tenang di tengah kekacauan sering menganggap tidur nyenyak selama 7-9 jam sebagai kebiasaan yang tak bisa ditawar.

Mereka menghindari layar elektronik setelah pukul 9 malam, memiliki kebiasaan dan waktu tidur malam yang konsisten, kamar yang sejuk dan gelap, dan sebagainya.

Tidur malam yang nyenyak memperkuat ingatan, mengatur emosi.

Orang yang tidur nyenyak juga bangun dengan segar, memiliki fokus yang lebih baik, dan membuat keputusan yang lebih baik.

2. Lakukan meditasi setiap hari

Orang-orang yang tampak tenang di tengah kekacauan bermeditasi secara teratur.

Mereka mengamati pikiran tanpa menghakimi, meredakan lingkaran kekhawatiran.

Jadi, biasakan untuk berhenti sejenak sebelum bereaksi dan pilihlah untuk merespons.

3. Tetapkan batasan yang tegas

Jiwa yang tenang akan mengatakan “tidak" sejak dini karena terlalu banyak komitmen akan menimbulkan rasa kesal dan menyebabkan kelelahan.

Menetapkan batasan yang sehat bantu melindungi energi Anda, seperti mendelegasikan tugas dengan bebas, mematikan perangkat elektronik setelah pukul 6 sore, dan mematikan notifikasi.

Ingat, harga diri mencerminkan rasa hormat.

4. Mereka mengatur emosi

Olahraga harian seperti jalan kaki, yoga, angkat beban meningkatkan produksi endorfin dan mengurangi kortisol yakni hormon stres.

Orang yang tetap tenang dalam situasi stres mengetahui hal ini sehingga mereka mengatur emosi dengan berolahraga setiap hari.

Mereka berolahraga dan mengurangi faktor pemicu stres.

5. Pupuklah pola pikir optimis setiap hari

Optimisme mengubah pola pikir para pesimis, mengenali pikiran-pikiran bencana, menantang bukti, dan mengalihkan fokus ke hal positif.

Jurnal rasa syukur meningkatkan serotonin hingga 25 persen.

Oran-orang yang jarang stres mengelilingi diri dengan hal-hal yang membangkitkan semangat dan meninggalkan kebiasaan membaca berita buruk.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti