JawaPos.com - Tersengat listrik bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, baik di rumah maupun di tempat kerja.
Dilansir dari alodokter.com arus listrik yang memiliki daya lebih dari 500 volt akan berpotensi besar untuk melukai diri.
Meski terlihat sepele, kondisi ini dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan benar. Beberapa risiko yang diakibatkan oleh oleh tersengat listrik yaitu:
-
Luka Bakar
-
Patah tulang
-
Serangan jantung
-
Gangguan ketika menelan, melihat, atau mendengar
-
Pingsan
-
Gangguan pernapasan
-
Kejang
-
Nyeri otot
-
Kematian
Oleh karena itu, alangkah lebih baik untuk mengetahui pertolongan pertama untuk mengantisipasi kesetrum.
Apa saja pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut?
Simak penjelasannya berikut ini.
Baca Juga: Bisakah Mobil Listrik Pakai Ban Biasa, Apa Resikonya?
1. Matikan Sumber Energi Listrik
Jika anda melihat insiden ini di sekitar anda, jangan panik. pertolongan pertama yang bisa dilkaukan yaitu dengan cara mematikan sumber energi listrik.
Jangan pernah menyentuh korban secara langsung sebelum sumber energi listrik belum terputus, karena dapat mengakibatkan anda ikut tersetrum.
2. Gunakan Benda Isolator untuk Mendorong Korban
Dilansir dari royalprogrees.com, jika anda merasa kesulitan dalam memutus sumber energi listrik. Segera cari benda isolator yang dapat mencegah anda kesetrum saat menjauhkan korban dari sumber bahaya.
Sekali lagi, jangan pernah menyentuh langsung korban secara langsung. gunakan barang-barang di sekitar yang tidak memiliki sifat penghantar listrik. seperti kertas, karet, kain dan kayu
Hindari menggunakan alat yang mengandung logam atau air karena benda tersebut bersifat menghantar listrik.
Pastikan anda menjaga jarak setidaknya 3 meter untuk menghindari sengatan listrik.
3. Periksa Tubuh Korban
Periksa tubuh korban dengan teliti dan urut mulai dari kepala, leher, hingga kaki, hindari menyentuh korban apabil terdapat luka.
Dilansir dari alodokter.com, Jika korban menunjukkan tanda-tanda syok (lemas, muntah, wajah pucat,) angkat kaki korban sedikit lebih tinggi. hentikan hal tersebut jika korban merasa kesakitan.
4. Tutup Luka Bakar
Lepaskan pakaian atau benda apapun yang menempel di kulit jika korban mengalami luka bakar. hal ini dilakukan, untuk mencegah agar luka bakar tidak meluas.
Setelah itu, bilas area tersebut menggunakan air dingin, lakukan hal ini sampai rasa sakit mereda.
Gunakan perban atau kain kasa steril untuk menutup luka. Hindari menggunakan selimut maupun handuk karena akan menempel pada luka bakar.
5. Lakukan CPR
Jika korban tidak bernapas ataupun denyut nadi tidak teraba, lakukan pernapasan buatan dan resusitasi jantung (CPR/RJP).
Hal ini harus dilakukan oleh orang yang paham cara melakukan resusitasi untuk menghindari kesalahan yang malah akan membahayakan nyawa korban.
6. Hubungi Unit Gawat Darurat
Segera Hubungi Unit Gawat Darurat untuk mendapat bantuan, dengan menghubungi petugas medis yang berpengalaman serta alat yang lebih memadai, diharapkan korban dapat lebih cepat terselamatkan.