← Beranda
Jika Anda Ingin Memberikan Kesan Baik pada Seseorang dalam 30 Detik, Mulailah Lakukan 8 Cara Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahRabu, 29 Januari 2025 | 18.15 WIB
Ilustrasi seseorang yang murah senyum dan disukai banyak orang. (Freepik)

JawaPos.com - Dalam dunia yang serba cepat ini, seringkali kita hanya memiliki waktu singkat untuk membuat kesan yang mendalam pada seseorang.

Entah itu dalam wawancara kerja, kencan pertama, atau pertemuan bisnis, 30 detik pertama bisa sangat menentukan bagaimana orang lain memandang Anda.

Psikologi memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana kita dapat memaksimalkan waktu singkat tersebut untuk menciptakan kesan yang baik.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (29/1), terdapat delapan cara yang dapat Anda praktikkan:

1. Tampilkan Senyuman Tulus

Senyuman adalah senjata utama untuk mencairkan suasana dan menciptakan kesan positif.

Penelitian menunjukkan bahwa senyuman tulus membuat Anda terlihat lebih ramah, hangat, dan dapat dipercaya.

Pastikan senyuman Anda tidak terkesan dipaksakan, karena ketulusan akan langsung terlihat.

2. Lakukan Kontak Mata yang Wajar

Kontak mata menunjukkan bahwa Anda percaya diri dan memperhatikan lawan bicara.

Namun, hindari menatap terlalu lama karena bisa terasa tidak nyaman.

Berikan tatapan yang lembut dan alami untuk menunjukkan bahwa Anda hadir dan terlibat.

3. Berpenampilan Rapi dan Sesuai Konteks

Penampilan adalah hal pertama yang dilihat orang lain.

Pastikan Anda berpakaian sesuai dengan kesempatan dan terlihat rapi.

Pilihan warna dan gaya pakaian yang tepat juga dapat memengaruhi kesan pertama.

Misalnya, warna biru sering dikaitkan dengan kepercayaan dan profesionalisme.

4. Berikan Jabat Tangan yang Tegas, tapi Tidak Berlebihan

Baca Juga: Keajaiban Rezeki Imek 2025 Sudah di Depan Mata: 6 Shio Ini Diramalkan Dapat Rezeki dan Keberuntungan yang Cukup Besar

Jabat tangan adalah bentuk interaksi fisik pertama yang sering terjadi dalam pertemuan.

Pastikan jabat tangan Anda tegas tetapi tidak terlalu kuat.

Jabat tangan yang tepat menunjukkan rasa percaya diri dan profesionalisme.

5. Gunakan Bahasa Tubuh Terbuka

Bahasa tubuh berbicara lebih keras daripada kata-kata. Hindari menyilangkan tangan atau berdiri dengan sikap kaku.

Sebaliknya, berdiri dengan posisi tubuh terbuka dan santai untuk menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang ramah dan mudah didekati.

6. Panggil Nama Mereka Jika Anda Tahu

Menyebut nama seseorang dalam percakapan memberikan kesan bahwa Anda menghargai mereka sebagai individu.

Ini juga membantu menciptakan koneksi yang lebih personal.

Misalnya, ucapkan, "Senang bertemu dengan Anda, Budi," daripada hanya, "Senang bertemu dengan Anda."

7. Berbicara dengan Nada yang Ramah dan Penuh Antusiasme

Nada suara Anda sangat penting dalam membentuk kesan pertama.

Bicara dengan nada ramah dan penuh semangat akan membuat Anda terlihat positif dan menyenangkan.

Jangan berbicara terlalu cepat atau terlalu lambat, dan pastikan intonasi Anda menunjukkan rasa percaya diri.

8. Tunjukkan Minat pada Lawan Bicara

Cara tercepat untuk membuat orang lain menyukai Anda adalah menunjukkan minat pada mereka.

Ajukan pertanyaan sederhana seperti, "Bagaimana hari Anda?" atau "Apa yang Anda sukai tentang acara ini?"

Dengan cara ini, Anda menunjukkan bahwa Anda peduli dan menghargai mereka.

Mengapa 30 Detik Begitu Penting?

Penelitian dalam psikologi menunjukkan bahwa kesan pertama sering kali terbentuk dalam hitungan detik, dan kesan tersebut cenderung bertahan lama.

Hal ini dikenal sebagai efek halo, di mana penilaian awal seseorang dapat memengaruhi pandangan mereka terhadap Anda secara keseluruhan.

Oleh karena itu, memaksimalkan 30 detik pertama sangat penting.

Kesimpulan

Menciptakan kesan yang baik dalam waktu singkat memang membutuhkan latihan, tetapi delapan langkah ini adalah dasar yang dapat Anda terapkan di berbagai situasi.

Ingat, ketulusan dan perhatian pada detail adalah kunci utama untuk meninggalkan kesan yang positif dan berkesan.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda dapat memastikan bahwa setiap pertemuan berawal dengan pijakan yang kuat.

EDITOR: Hanny Suwindari