JawaPos.com - Setiap manusia diciptakan dengan naluri untuk saling mencintai dan dicintai. Cara mengungkapkan rasa cinta atau love language, tentunya berbeda satu dengan yang lain.
Mengenal love language pasangan sangat penting untuk menjaga kelanggengan suatu hubungan. Terkadang, masalah terjadi hanya karena tidak memahami pasangan dalam mengungkapkan rasa cintanya.
Baca Juga: Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan AS, 3 Orang Tewas di Texas
Konsep tentang love language ini dicetuskan oleh penulis Gary Chapman dalam bukunya The Five Love Languages. Chapman membagi love language menjadi lima, diantaranya words of affirmation, acts of service, quality time, receiving gifts, dan physical touch.
Love Language yang sama tentunya akan lebih cocok. Namun, beberapa orang banyak mendapatkan pasangan dengan love language yang berbeda.
Uniknya, love language yang berbeda juga bisa memiliki kecocokan antara satu dengan yang lain. Beberapa pasang love language ternyata bisa harmonis dan saling melengkapi sebagaimana dilansir JawaPos.com dari Bustle dan Glam:
Baca Juga: Kiip Hadirkan iPad Pencil dengan Terjangkau
- Quality time dan physical touch
Dua love language yang cocok adalah quality time dan physical touch. Sepasang love language ini sangat serasi dalam hal menunjukkan kasih sayang dan ketertarikan secara fisik.
Menghabiskan waktu dengan pasangan bisa dimanfaatkan dengan sentuhan fisik yang intim dan romantis.
Sentuhan fisik tidak selalu berhubungan dengan seks. Berpegangan tangan saat berjalan-jalan, memijat, atau memeluk erat pasangan selama menonton film, juga bisa menyenangkan kedua pasangan dengan love language ini.
Baca Juga: Daftar Pemain Timnas Voli Putra yang Bertanding di AVC Challenge Cup 2023 Taiwan
- Receiving gifts dan act of service
Pasangan love language selanjutnya adalah receiving gifts dan act of service. Menurut terapis pasangan, Jennifer Seip, dua love language ini mengharuskan untuk memikirkan apa yang ingin diterima pasangannya, sehingga proses mencintai menjadi tidak egois atau mementingkan diri sendiri.
Menerima hadiah tidak selalu bersifat materi, tetapi lebih kepada menghargai upaya dan perhatian pasangan.
Memberi hadiah juga bisa dengan cara melayani pasangan seperti mencuci piring, membantu memasak, atau sekadar menemani berbelanja.
Baca Juga: Celine Evangelista Sebut Stefan William Akhirnya Datang Temui Anak-anaknya
- Words of affirmation dan quality time
Sepasang love language ini juga bisa saling melengkapi. Menghabiskan waktu dengan pasangan juga bisa dimanfaatkan dengan ngobrol intim atau hanya sekedar bertukar kata-kata.
Menurut Ouimet, pasangan ini cocok karena masing-masing akan merasa aman dan dihargai atas usaha mereka. Dia juga menyarankan pasangan ini untuk terbuka berbicara tentang menerima cinta yang berbeda, dan berusaha untuk mencintai pasangan sebagaimana mereka ingin dicintai.
Itulah 3 pasang love language yang serasi dan saling melengkapi. Baik memiliki love language yang sama atau berbeda, komunikasi masih menjadi kunci kelanggengan hubungan romansa setiap orang.