JawaPos.com - Dalam percakapan sehari-hari, kita pasti pernah bertemu dengan seseorang yang suka bertanya—namun anehnya, ketika jawaban diberikan, mereka tampak tidak benar-benar mendengarkan.
Kadang mereka malah menyela, mengganti topik, atau sibuk dengan pikirannya sendiri.
Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan sepele, melainkan dapat mencerminkan pola psikologis tertentu.
Psikologi sosial dan komunikasi mengungkapkan bahwa perilaku ini biasanya berhubungan dengan kepribadian, kebutuhan ego, hingga mekanisme pertahanan diri seseorang.
Menariknya, ada sejumlah ciri khas yang sering muncul pada orang-orang seperti ini.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (3/10), terdapat 7 ciri menurut psikologi dari orang yang bertanya tapi tidak mendengarkan jawaban:
1. Mencari Validasi, Bukan Informasi
Mereka bertanya bukan untuk memperoleh pengetahuan baru, melainkan untuk mendengar jawaban yang sesuai dengan harapan mereka.
Begitu jawaban tidak sejalan dengan ekspektasi, telinga mereka seolah tertutup.
Dalam psikologi, ini disebut confirmation bias—kecenderungan hanya menerima informasi yang menguatkan keyakinan pribadi.
2. Memiliki Ego yang Tinggi
Sering kali, orang yang bertanya namun tidak mendengarkan sebenarnya lebih tertarik pada dirinya sendiri.
Mereka ingin menjadi pusat perhatian, bukan benar-benar terlibat dalam percakapan dua arah.
Psikolog menyebut ini sebagai perilaku self-centered, di mana komunikasi digunakan untuk menonjolkan diri, bukan untuk memahami orang lain.
3. Kurang Keterampilan Mendengarkan Aktif
Kemampuan mendengarkan aktif adalah salah satu pilar penting komunikasi. Orang yang tidak mendengarkan jawaban biasanya kurang terlatih dalam hal ini.
Mereka hanya fokus pada pertanyaan berikutnya atau apa yang ingin mereka katakan, sehingga jawaban orang lain tidak benar-benar diproses oleh pikiran mereka.
4. Cepat Kehilangan Fokus
Dari sisi psikologi kognitif, ada individu yang memiliki rentang perhatian (attention span) pendek. Mereka mudah terdistraksi oleh pikiran, emosi, atau stimulus di sekitar.
Alhasil, meskipun bertanya, fokus mereka cepat melayang sehingga jawaban tidak benar-benar masuk ke dalam kesadaran.
5. Menggunakan Pertanyaan Sebagai Bentuk Dominasi
Ada kalanya pertanyaan digunakan sebagai “senjata” untuk mengendalikan percakapan.
Alih-alih mendengarkan, orang ini lebih suka menumpuk pertanyaan demi mempertahankan posisi dominan dalam interaksi sosial.
Menurut psikologi komunikasi, ini sering terlihat pada individu dengan kepribadian dominan atau kompetitif.
6. Memiliki Kecenderungan Insecure
Uniknya, orang yang tampak tidak mendengarkan sering kali menyimpan rasa tidak aman (insecurity).
Mereka bertanya untuk mengisi kekosongan atau menutupi keraguannya, tetapi tidak siap menerima jawaban yang mungkin membuat mereka merasa kurang berharga. Karena itu, mereka lebih memilih mengabaikan respons yang diberikan.
7. Kurang Empati dalam Berkomunikasi
Inti dari mendengarkan adalah empati. Ketika seseorang tidak benar-benar mendengarkan jawaban, itu bisa menunjukkan rendahnya kemampuan empatik.
Mereka tidak menempatkan diri pada posisi lawan bicara, sehingga percakapan menjadi sekadar formalitas, bukan pertukaran makna.
Kesimpulan
Bertanya tanpa mendengarkan jawaban bukanlah sekadar kebiasaan buruk, melainkan sinyal psikologis yang mencerminkan sifat atau kebutuhan tertentu.
Bisa jadi itu berasal dari ego yang besar, fokus yang mudah buyar, hingga kerentanan emosional yang tersembunyi.
Dari sini, kita belajar bahwa komunikasi bukan hanya soal bicara dan bertanya, tetapi juga tentang mendengar dengan hati.
Mendengarkan adalah bentuk penghargaan terhadap orang lain, dan sekaligus jalan untuk memperkaya diri sendiri.
Jadi, jika ingin menjadi pribadi yang lebih matang, mari latih diri untuk benar-benar mendengar—bukan sekadar menunggu giliran berbicara.
***